Parkir di Kota Solo

Respati Janji Tindak Parkir “Ngepruk” di Solo, Khawatir Sektor Ini Terdampak

Respati Ardi berjanji akan menindak tegas parkir ngepruk di Solo. Dia khawatir ini berdampak ke sektor Pariwisata.

Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
PARKIR - Wali Kota Solo, Respati Ardi, saat ditemui Kamis (19/3/2026). Respati berjanji menindak tegas parkir ngepruk. 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Solo Respati Ardi akan menindak tegas praktik parkir “ngepruk”: jukir ditarik KTA, pengelola diberi SP1, dan izin bisa dicabut jika berulang.
  • Kasus viral menunjukkan tarif parkir naik dari Rp3.000 menjadi Rp10.000, bahkan sempat diminta Rp15.000, memicu keluhan warga di media sosial.
  • Pemkot Solo dan Dishub akan evaluasi sistem parkir serta mengajak masyarakat melapor pungli yang merugikan citra kota dan sektor pariwisata.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tindakan tegas akan dilakukan Wali Kota Solo, Respati Ardi terkait parkir ngepruk. 

Ini setelah ada keluhan viral warga soal tarif parkir yang melonjak dari Rp3.000 menjadi Rp10.000.

“Jukirnya saya tarik KTA, pengelola saya kasih SP 1 kalau berulang kita putus (izin pengelolaan parkir),” tegas Respati, Kamis (16/4/2026).

Menurut Respati, praktik parkir liar dan pungli dapat berdampak serius terhadap citra Kota Solo, terutama di sektor pariwisata.

Wisatawan dinilai bisa enggan kembali jika mengalami kejadian serupa.

“Pasti, pasti ini akan merugikan. Para wisatawan tidak akan mau kembali lagi ke sini, ini merugikan masyarakat luas,” katanya.

Respati juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengawasan juru parkir nakal dengan melaporkan setiap praktik pungli yang ditemukan di lapangan.

WFH ASN - Wali Kota Solo, Respati Ardi merespons soal wacana Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai dampak perang AS-Israel vs Iran di lingkup Pemkot Solo, Sabtu (28/3/2026). Pemkot Solo tengah merancang aturan WFH bagi ASN di lingkupnya.
PARKIR - Wali Kota Solo, Respati Ardi, Sabtu (28/3/2026). Dia akan menindak parkir ngepruk di Solo. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

“Makanya dari itu kami juga mengajak masyarakat untuk fungsi kontrol, laporkan jika ada jukir-jukir nakal di Kota Solo,” pungkasnya.

Respati menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat menangani laporan tersebut.

Ia juga tidak menampik bahwa kasus tarif parkir tidak wajar atau “ngepruk” masih kerap terjadi di Kota Solo.

“Kalau sampai ada pungli tidak sesuai aturan dan nagihnya berkali-kali lipat akan kita tindak tegas, kita potong,” lanjutnya.

Respati juga menyebut pihaknya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan parkir.

“Ini makanya, dishub ini akan saya revisi supaya masyarakat tidak terganggu dengan jukir-jukir liar ini, jukir-jukir yang harganya ngepruk dan lain-lain ini. Kali ini saya sudah lelah dan akan saya seriusin,” ujarnya.

Kasus Viral

Kasus ini mencuat setelah seorang netizen mengeluhkan praktik parkir tidak sesuai aturan yang diunggah di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @Surakartakita pada Rabu (15/4/2026).

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved