Todung Mulya Lubis Dampingi Rohayani Dianggap Langgar UU, Tagar 'Pecat Todung' Jadi Trending Topik

Sementara, PT Djarum Tbk dituntut membayar ganti rugi Rp 293.068.000, ditambah santunan senilai Rp 500 miliar.

Todung Mulya Lubis Dampingi Rohayani Dianggap Langgar UU, Tagar 'Pecat Todung' Jadi Trending Topik
kompas, Lutfy Mairizal Putra
Todung Mulyanan Lubis 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Merasa dirugikan akibat rokok, salah satu warga, Rohayani (50) melayangkan somasi kepada dua perusahaan PT Gudang Garam dan PT Djarum Tbk.

Tak tanggung-tanggung, Rohayani menggandeng pengacara senior Todung Mulya Lubis dan Azas Nainggolan yang mengatasnamakan Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau Indonesia untuk memuluskan langkanya.

Rohayani pun menuntut ganti rugi sebesar Rp 178.074.000 sebagai ganti rugi uang yang dihabiskan Rohayani untuk membeli produk Gudang Garam, dan santunan senilai Rp 500 miliar.

Baca: Rohayani Tuntut 2 Perusahaan Rokok Rp 1 Triliun, Cynthia Pernah Menang Gugatan Rp 236 Triliun

Sementara, PT Djarum Tbk dituntut membayar ganti rugi Rp 293.068.000, ditambah santunan senilai Rp 500 miliar.

Kesanggupan Todung menjadi pengacara Rohayani ternyata dirasa kurang tepat.

Hari ini Senin (12/3/2018), kata kunci 'PecatTodung' menjadi trending topik di akun sosial media Twitter.

Pemilik akun @KomunitasKretek mengungkapkan alasan mengapa mereka meminta 'PecatTodung'.

Hal ini dikarenakan Todung dengan jabatannya sebagai Duta Besar Norwegia dianggap telah melanggar sumpah jabatan.

Halaman
12
Penulis: rika apriyanti
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help