KH Sholeh Qosim Wafat saat Sujud Salat Magrib, Ini Sosoknya yang Pernah Dicium Tangan oleh Jokowi
Begitu banyaknya warga hingga publik figur yang berduka atas meninggalnya sosok kiai satu ini, seperti apa sosoknya semasa hidup?
Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Hanang Yuwono
Gus Ipul terakhir bertemu dengan Kiai Qosim pada saat Haul KH Dimyathi Romly di Pondok pesantren Darul Ulum Peterongan, Jombang, 26 April 2018 lalu.
Saat itu, Kiai Qosim menyampaikan dua amanat kepada jemaah, termasuk kepada Gus Ipul.
Satu di antara cerita Kiai Qosim tentang cerita masa ketika Kiai Qosim masih menempuh pendidikan di Pesantren Darul Ulum Peterongan.
Di pesantren inilah, Kiai Qosim bertemu dan menjadi sahabat dekat Ahmad Yusuf Cholil, ayah Gus Ipul.
Bahkan, Kiai Qosim juga menjadi mentor Ahmad Yusuf di pesantren tersebut.
Alasan inilah yang menjadi pertimbangan utama Kiai Qosim ikut mendorong Gus Ipul untuk maju di Pilkada 2018 sebagai calon Gubernur.
"Saat itu, beliau mendoakan saya."
"'Sampean tak ewangi, tak dongakno (Anda saya bantu, saya doakan jadi gubernur).'"
"'Abah sampean itu momonganku ning pondok (Sebab, ayah Anda muridku di pondok)"," kata Gus Ipul mengulang perkataan Kiai Qosim di Pesantren tersebut.
Bahkan, Kiai Qosim juga sempat menelpon Gus Ipul sehari sebelum Kiai berusia 87 tahun ini wafat (Rabu, 9/5/2018). Sayang, telepon tersebut tak sempat terangkat oleh Gus Ipul.
"Kemarin beliau sempat menelpon sampai dua kali."
"Namun belum terangkat."
"Saya telepon balik, gagal menyambung," cerita Gus Ipul.
Sebagai seorang santri, Gus Ipul menyebut mengambil banyak nilai kehidupan dari sosok Kiai Qosim.
"Beliau tak hentinya memberikan dakwah, bahkan menjelang beliau tutup usia."