Proyek Tol Solo Jogja

Ada Tol Solo-Jogja, Pengamat Sebut Warga Klaten Bisa Ambil Peluang & Setelah Jadi Bisa Angkat UMKM

Warga sekitar yang terdampak pembangunan Tol Solo-Jogja di 9 kecamatan di Kabupaten Klaten disebut pengamat dalam memanfaatkan peluang ekonomi.

Ada Tol Solo-Jogja, Pengamat Sebut Warga Klaten Bisa Ambil Peluang & Setelah Jadi Bisa Angkat UMKM
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Rombongan Komisi VI DPR RI yang mengunjungi rest area 519 A di Tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Kamis (14/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Warga sekitar yang terdampak pembangunan Tol Solo-Jogja di 9 kecamatan di Kabupaten Klaten disebut pengamat dalam memanfaatkan peluang ekonomi untuk menambah pendapatan.

Menurut Pakar Ekonomi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Mulyanto, bahwa adanya pembangunan Tol Solo-Jogja dapat menambah pendapatan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar proyek.

"Yang rumahnya tidak terdampak atau di sebelah proyek, sisi positifnya bisa mendapatkan peluang," katanya, Selasa (12/11/2019).

"Mereka penduduk sekitar bisa melakukan pekerjaan sambilan seperti buka usaha atau memberikan fasilitas bagi pengendara yang melintas di tol," ujarnya.

Warga 9 Kecamatan di Klaten Terdampak Proyek Tol Solo-Jogja, Begini Pesan Pengamat untuk Pemerintah

Jalan Tol Solo-Jogja Dipastikan Tak Gilas Umbul dan Situs Bersejarah, Ini Penjelasan Pemkab Klaten

Update Proyek Tol Solo-Jogja Melewati Puluhan Desa, Pemkab Klaten Sebut Tunggu Penetapan Lokasi

Mantan Kepala Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) LPPM UNS memaparkan, adanya Tol Solo-Jogja ke depan dapat berdampak positif terhadap warga sekitar seperti USaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Hasil UKM seperti makanan hingga kerajinan bisa dijual di rest area juga sehingga bisa menambah pendapatan warga juga," katanya.

Lahan terdampak proyek tol diperkirakan mencapai 608 hektare (ha).

Mayoritas lahan terdampak yakni sawah dengan persentase 73,91 persen.

Ditargetkan, proyek jalan tol tersebut bisa dimulai pada 2020.

Sementara, pintu keluar tol atau exit tol bakal berada di tiga wilayah yakni Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Desa/Kecamatan Ngawen, serta desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved