Kontroversi Limbah PT RUM

Datangkan Alat Pengolahan Limbah Baru dari Tiongkok, PT RUM Minta Waktu 12 Bulan, Ini Bentuknya

Manajemen PT RUM meminta waktu 12 bulan untuk mendatangkan alat pengolahan limbah barunya yang diberi nama H2SO4 Recovery dari China.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Agil Tri
Sekertaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro saat menunjukan desain H2So4 Recovery. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO -- Manajemen PT Rayon Utama Makmur (RUM) meminta waktu 12 bulan untuk mendatangkan alat pengolahan limbah barunya yang diberi nama H2SO4 Recovery dari China.

Mengingat selama ini, ada protes soal limbah bau busuk yang dikeluhkan oleh warga di Sukoharjo dan Wonogiri.

Sekertaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro, H2SO4 Recovery sudah masuk tahap desain, namun masih membutuhkan waktu 12 bulan lagi.

Estimasi waktu ini lebih lama, dari pada pengerjaan alat pengolahan limbah PT RUM saat ini bernama Wet Scrubber yang membutuhkan pengerjaan selama 6 bulan.

"Alatnya ini sangat besar, kita siapkan lahan seluas 2 hektare untuk alat pengolahan limbah yang baru ini," katanya kepada TribunSolo.com, Minggu (15/12/2019).

Bahkan lanjut Bintoro, Direktur PT RUM, Pramono belum lama ini juga sudah meninjau pembuatan alat pengolahan limbah itu di China.

"Rencananya bertahap, kita lakukan uji coba selama 2 tahun ini untuk mereport, 1 ton produksi menghasilkan H2S 2kg, data itu kami butuhkan," terangnya.

Saat Demo di Depan PT RUM Sukoharjo Warga Cium Bau Busuk Limbah, Demonstran Pun Bunyikan Kentongan

Polres Sukoharjo Ungkap Ada 327 Personel Gabungan yang Dikerahkan Kawal Demo di Depan Pabrik PT RUM

Dikatakan, PT RUM menginvestasikan sekitar USD 40 juta untuk pembuatan H2SO4 Recovery ini.

Selagi menunggu alat pengolahan limbahnya datang, perbaikan juga terus dilakukan oleh PT RUM.

"Sementara kita tambahkan blower, untuk menyedot udara H2S yang keluar," imbuh Bintoro.

Di kesempatan itu, dia juga menyampaikan jika limbah cair yang dikeluhkan masyarakat yang ada di kali Gupit dan sungai Bengawan Solo bukan berasal PT RUM.

Ini Tiga Tuntutan Warga yang Akan Disampaikan saat Aksi Demo di Depan PT RUM Siang Ini

Tanggapi Aksi Demo Warga Terdampak Limbah, Manajemen PT RUM Akui Bersedia Terima Keluhan

Dia mengklaim jika IPAL yang dimiliki PT RUM, merupakan IPAL terbaik, sehingga pembuangan limbah cair selalu sesuai baku mutu.

"Limbah air warna hitam kita gak ada, kita 24 jam monitoring trus, kita juga monitor ujung pipa pembuangan di sungai Bengawan Solo.'

"Kita juga bekerjasama dengan DLH dan KLH, setiap bulan kita laporkan terus hasilnya," jelasnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved