Sengketa Tanah Sriwedari

Sriwedari Bakal Dieksekusi, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo: Masjid Bukan Dibangun di Tanah Sengketa

Masjid Taman Sriwedari Solo dibangun di tanah Sriwedari dipastikan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo tidak berada di tanah sengketa.

TribunSolo.com/Adi Surya
Masjid Taman Sriwedari senilai Rp 165 miliar yang dibangun di tanah Sriwedari di Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Masjid Taman Sriwedari Solo dibangun di tanah Sriwedari yang rencananya akan dieksekusi paksa Pengadilan Negeri (PN) Solo.

Pengosongan dilakukan berdasar Surat Penetapan Eksekusi Pengosongan No: 10/PEN.PDT/EKS/2015/PN.Skt. Jo No:31/Pdt.G/2011/PN SKA Jo No: 87/Pdt/2012/PT.Smg Jo No: 3249-K/Pdt/2012 tanggal 21 Februari 2020.

Namun Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyebutkan masjid yang menelan anggaran Rp 165 miliar itu didirikan bukan di tanah sengketa.

Rudy sapaan akrabnya menekankan, proses pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo masih bisa dirampungkan.

7 FAKTA Sengketa Tanah Sriwedari Antara Ahli Waris dengan Pemkot Solo yang Diminta Segera Dieksekusi

"Tetap dibangun, tetap sah, membangun masjid sah, masjid bukan dibangun di tanah sengketa," tutur Rudy kepada TribunSolo.com, Kamis (5/3/2020).

"Sudah punya sertifikat yang sah jadi bisa mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB), itu juga sudah ada," imbuhnya membeberkan.

Terlebih lagi, Pemkot Solo mengklaim telah mengantongi sertifikat Hak Pakai (HP) 40 dan 41 atas tanah Sriwedari.

"Dirunut dari prosesnya, Pemkot tidak serta merta begitu saja, dilalui sejak tahun 1983 sampai 2016," jelas Rudy.

"Kita lakukan lagi segala proses yang ada sehingga keluar sertifikat Badan Pertanahan Nasional (BPN) asli bukan palsu," tambahnya.

Jokowi Juga Pernah Dihantam Sengketa Tanah Sriwedari, Sampai Datangkan Pakar Hukum UNS

Sertifikat tersebut dikeluarkan atas dasar perintah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mensertifikatkan lahan Sriwedari.

Pasalnya, putusan Mahkamah Agung (MA) dianggap melampaui tuntutan ahli waris RMT Wirjodiningrat yang hanya mencakup sebagian lahan tersebut seluas 3,8 hektar.

Lahan Sriwedari Bakal Dieksekusi Paksa, Begini Reaksi Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo

MA memutuskan lahan yang berada di jantung Kota Solo dengan luasan 10 hektar itu milik ahli waris.

"Dalam bahasa hukum itu namanya ultra petita, kekhilafan hakim ada disitu, yang ditutut 3,8 hektar tapi yang dikabulkan 10 hektar," jelas Rudy.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved