Breaking News:

Solo KLB Corona

Potret Tol Solo-Ngawi Tak Ada Arus Mudik Lebaran : Dulu 29.000 Mobil Lewat, Kini Cuma 4.500 Per Hari

Keadaan pandemi Corona yang masih terjadi membuat arus mudik dan balik Lebaran tahun ini terasa berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya.

TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Kondisi lengang tanpa pengendara di saat arus balik Lebaran di Tol Solo-Ngawi di Ngemplak, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Rabu (27/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Keadaan pandemi Corona yang masih terjadi membuat arus mudik dan balik Lebaran tahun ini terasa berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya.

Adalah perasaan 'pil pahit' yang salah satunya diterima jasa tol, karena momen seperti itu ajang mendapatkan pundi-pundi berlipat.

Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), Ari Wibowo mengatakan, pandemi Corona membuat penurunan yang signifikan dalam urusan traffic kendaraan meskipun arus mudik dan balik Lebaran.

Potret Hotel Solo saat Lebaran di Tengah Corona, Biasanya Bisa Tolak Tamu, Kini 10 Persen Beruntung

Hari Pertama PSBB Jatim, Volume Kendaraan di Tol Solo-Ngawi Melorot, Kini Hanya 4.000 Mobil Per Hari

Diungkapkan olehnya, penurunan traffic tersebut bahkan mencapai 84 persen.

"Terjadi penurunan, untuk tahun ini sekitar 4.500 kendaraan per hari," tutur Ari kepada TribunSolo.com, Rabu (27/5/2020).

"Untuk tahun lalu dikisaran bisa mencapai 29.000 per hari," tambahnya.

Ari menerangkan penurunan terjadi sejak diberlakukan penyekatan di tiap ruas tol, termasuk Tol Solo-Ngawi yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Maka para pelanggan tol mengalami kemerosotan, terlebih saat arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

"Bahkan Lebaran ini bisa dikatakan paling rendah," kata Ari.

Update Corona Klaten Per Rabu 27 Mei 2020 : Tidak Ada Tambahan Positif Selama 3 Hari Sejak Lebaran

UPDATE Corona Jawa Tengah, Rabu 27 Mei 2020: Ada 11 Kasus Baru, Total 1.326 Positif

Penyekatan sendiri intens dilakukan oleh pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan selama 24 jam.

Dipaparkan olehnya, jika penyekatan tak memandang momentum, termasuk urusan arus mudik dan balik Lebaran.

"Memang sebelum Lebaran masyarakat ada keinginan untuk mudik, tapi mereka terhalang penyekatan yang terus dilakukan selama 24 jam," paparnya. (*)

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved