Fenomena Gerhana Matahari Cincin

Melihat Langsung Gerhana Matahari Cincin? Awas, Sinar UV Bisa Rusak Retina Mata, Ini Penjelasannya

"Ibaratnya kalau kena sinar las terus menerus, mata bisa nyeri, berair, merah, pandangan menjadi kabur, dan untuk membuka mata susah," imbuhnya.

NASA
Ilustrasi: Gerhana Matahari Cincin. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUSOLO.COM, SOLO - Gerhana matahari cincin melintasi sejumlah daerah di Jawa Tengah, tak terkecuali Sragen, Minggu (21/6/2020).

Adapun masyarakat yang ingin melihat fenomena alam tersebut diharapkan tidak melihat secara langsung.

Dokter spesialis mata, Senyum Indrakila mengatakan, gerhana matahari cincin memiliki radiasi sinar ultraviolet yang berbahaya bagi mata bila dilihat secara langsung dan dalam durasi yang lama.

Gara-gara Anak Gadisnya Jatuh Cinta pada Pria Lebih Tua, Ayah Ini Aniaya Anak hingga Tewas

Manfaat Masker Oatmeal untuk Kecantikan: Mengatasi Jerawat, Kulit Berminyak hingga Kulit Kering

"Meski fenomena alam tersebut indah, tetap saja ada radiasi sinar ultraviolet yang kuat dan sangat berbahaya bagi sel-sel retina mata," kata Senyum kepada TribunSolo.com, Minggu (21/6/2020).

Senyum menjelaskan, masyarakat bisa menggunakan kacamata khusus apabila ingin melihat gerhana matahari cincin.

Itupun juga tidak boleh terlalu lama.

"Paling aman, ya, melihat melalui siaran yang disiarkan resmi BMKG, atau menggunakan kacamata khusus," jelas dia.

"Prinsipnya sekedarnya saja, sesaat berpaling lagi, jangan terus menerus melihat fenomena itu," tambahnya.

Sinar ultraviolet, lanjut Senyum, yang diterima mata mampu mengeluarkan oksidan radikal bebas yang berbahaya.

"Sinar ultraviolet begitu kena retina akan mengeluarkan oksidan radikal bebas, itu bisa merusak retina," terang dia.

"Ibaratnya kalau kena sinar las terus menerus, mata bisa nyeri, berair, merah, pandangan menjadi kabur, dan untuk membuka mata susah," imbuhnya.

Senyum mengatakan apabila itu terjadi, masyarakat bisa konsultasi ke dokter mata untuk penanganan lebih lanjut.

"Sebaiknya sesegera mungkin memeriksakan ke dokter," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved