TOPIK
Fenomena Gerhana Matahari Cincin
-
"Ibaratnya kalau kena sinar las terus menerus, mata bisa nyeri, berair, merah, pandangan menjadi kabur, dan untuk membuka mata susah," imbuhnya.
-
Polres Sragen meminta kepada masyarakat untuk tidak berkerumun saat terjadi fenomena gerhana matahari cincin.
-
Gerhana matahari cincin yang bakal melalui Kabupaten Sragen, Minggu (21/6/2020) menjadi fenomena alam langka yang muncul ratusan tahun sekali.
-
Selain pakai kacama khusus atau hitam, masyarakat juga bisa menggunakan air yang disimpan di dalam ember.
-
Gerhana yang terjadi pada Minggu (21/6/2020) pukul 15.14 hingga 15.23 WIB itu, hanya bisa dilihat di Kabupaten Sragen.
-
Tidak hanya sekedar menyaksikan kebesaran dari Sang Pecipta, tetapi bagi umat Islam dianjurkan shalat gerhana atau shalat kusuf.
-
"Kalau lewat lokasi yang sama, sekitar 370 tahun sekali, tahun 2023 akan ada lagi, lewat Indonesia Timur, Papua misalnya," ungkapnya astronom.
-
Di wilayah Solo Raya, hanya di Kabupaten Sragen yang bisa melihat fenomena gerhana matahari cincin.
-
Kali ini Kabupaten Sragen menjadi spesial karena satu-satunya daerah di Solo Raya yang masuk lintasan gerhana matahari cincin Minggu, 21 juni 2020.
-
Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko tidak semua wilayah di Jateng dapat melihat fenomena langka itu.