Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Awas Jalan Utama Ngargoyoso Karanganyar Sering Banjir, Hingga Buat Pengendara Motor Jatuh

Kejadian banjir dari luapan air drainase, sering terjadi di Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Menurut warga sekitar, Parni

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Agil Tri
Istimewa
Pengendara motor terjatuh saat melintas Jalan Karangpandan-Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (21/11/2020) 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kejadian banjir dari luapan air drainase, sering terjadi di Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Terlebih, saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Seperti banjir yang menggenang jalan Karangpandan-Ngargoyoso siang tadi, Sabtu (21/11/2020).

Menurut warga sekitar, Parni (35) peristiwa ini bukanlah yang pertama kali.

"Sudah sering setiap musim hujan, tapi yang paling parah ya ini," kata Parni kepada TribunSolo.

Baca juga: Sejumlah Pengendara Motor Jatuh, Akibat Jalan di Ngargoyoso Karanganyar Terendam Air dan Lumpur

Baca juga: Gencarkan Tracing, Puskesmas di Karanganyar Disiapkan 300 Kuota Swab Test per Minggu

Baca juga: Perangkat Desa Koripan Karanganyar Positif Covid-19, Ada 28 Kontak Erat, dan Tak Tutup Balai Desa

Baca juga: Terkendala Penganggaran, Buper Sekipan akan Dikembalikan Pemkab Karanganyar ke Perhutani

Dirinya juga menjelaskan sebelumnya sering terjadi luapan air tanpa ada lumpur dan tekanannya tidak terlalu deras.

"Biasanya cuma meluap saja, motor dan kendaraan lainnya masih bisa lewat," ujar Parni.

Namun pada luapan siang tadi, luapan air disertai dengan lumpur dan batu kerikil, sehingga membuat jalan licin.

Akibat air dari saluran irigasi yang meluber, warung kelontong milik Parni sempat dipenuhi lumpur.

"Saya juga harus segera bersih-bersih dan sekat lumpur, kalau nggak bisa masuk rumah lebih dalam," jelasnya.

Guna mengantisipasi adanya peristiwa serupa, Kepala Desa Puntukrejo, Suparno, akan menggalakkan ronda di setiap hari di musim hujan.

"Kami minta seluruh warga terutama yang tinggal di sekitar jalan raya dan saluran irigasi untuk terus memantau supaya kita bisa bergerak cepat," terang Suparno.

Sejumlah relawan dari warga bekerjasama dengan kepolisian untuk membersihkan jalan serta mengatur lalu lintas di Jalan Ngargoyoso-Karangpandan pada Sabtu (21/11/2020)
Sejumlah relawan dari warga bekerjasama dengan kepolisian untuk membersihkan jalan serta mengatur lalu lintas di Jalan Ngargoyoso-Karangpandan pada Sabtu (21/11/2020) (TribunSolo.com/Muhammad Irfan Al Amin)

Pengendara Motor Jatuh

Sejumlah pengendara motor yang melintas di jalan Karangpandan-Ngargoyoso di wilayah Desa Puntukharjo Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar banyak terjatuh.

Hal tersebut menyusul lincinnya jalan akibat ada luapan air, lumpur, dan kerikil ke tengah jalan.

Hal ini terjadi setelah terjadi hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, Sabtu (21/11/2020).

Menurut Kepala Desa Puntukharjo, Suparno, hujan lebat mengguyur desanya pada pukul 10 pagi.

"Hujan deras tadi pagi dan saluran irigasi tidak bisa menampung arus air," kata Suparno kepada TribunSolo.

Baca juga: Kamar Isolasi Covid-19 di Banyumas Tetiba Penuh, Bukan Karena Ledakan Kasus, Ternyata Disebabkan Ini

Baca juga: Pangdam Jaya Copoti Baliho Rizieq, PA 212 Jateng Protes & Buat Surat untuk Panglima TNI, Ini Isinya

Baca juga: Hujan Lebat Iringi Prosesi Pemakaman Ricky Yacobi, Para Peziarah Tetap Khusuk Panjatkan Doa

Baca juga: Ini Jawaban One & ABY Ditanya Sri Mulyani : Cara Membuat Anak Berkembang di Era Digital saat Pendemi

Luapan air yang deras tersebut juga membawa pasir dan kerikil yang menyebabkan jalanan menjadi becek penuh lumpur.

Selain itu, jalanan juga menjadi licin, sehingga pengendara kendaraan kendaraan harus ekstra hati-hati.

"Jalanan macet panjang, namun bisa segera kembali normal, setelah dibantu oleh relawan dan pihak kepolisian," ujarnya.

Akibat dari derasnya aliran lumpur sejumlah kendaraan bermotor sempat terjatuh tidak kuat menahan arus.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, cuma pada jatuh saja," jelasnya.

Beruntung sejumlah relawan dan pihak kepolisian segera datang menerjunkan personel bantuan sehingga akses jalan sudah bisa kembali dibuka.

"Tadi tim relawan langsung melakukan pembersihan jalan dan polisi membantu mengatur lalu lintas," katanya.

Kedepannya Suparno akan berkonsultasi dengan pengembang proyek dan Dinas PUPR guna memperbaiki saluran irigasi yang sudah tak lagi memadai.

"Saluran irigasi sudah tidak mampu menampung aliran air, karena tercampur limbah dari rumah tangga dan bekas irigasi sawah," ucapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved