Berita Solo Terbaru

BREAKING NEWS : Pasar Gede Solo Ditutup karena Kasus Corona, Dawet Langganan Jokowi Pun Ikut Tutup

Setidaknya ada 11 pedagang Pasar Gede yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

TribunSolo.com/Adi Surya
Pasar Gede di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Senin (30/11/2020). 

"Kalau hari libur bisa banyak, kemarin bisa laku 400 an porsi," tandasnya.

Kendati demikian, ia merasakan simalakama dengan ramainya pembeli yang datang.

Mengingat keadaan pandemi di Kota Solo masih belum usai.

"Pasti khawatir, kalau tidak jualan gimana kalau jualan juga gimana," aku dia.

"Yang penting protokol kesehatan," tutupnya.

Pelancong Membludak Mampir 

Memasuki long weekend hari kedua, dawet selasih langganan Presiden Joko Widodo di Pasar Gede Solo diserbu pembeli.

Minuman tradisional tersebut yakni Dawet Bu Dermi yang berada di sudut Pasar Gede, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Solo.

Dari pantauan TribunSolo.com, Kamis (29/10/2020) banyak pembeli sampai rela mengantre.

Bahkan antrean mengular sehingga jalanan di tengah pasar cukup padat.

Baca juga: Tawangmangu Lengang saat Hari Pertama Libur Panjang, Imbas Kabar Adanya Rapid Test Secara Acak?

Baca juga: Hari Pertama Libur Naik 10 Persen, Pengelola Terminal Tirtonadi Solo Antisipasi Membludaknya Pemudik

Banyak di antaranya memilih dibungkus, meski tak jarang ada yang langsung menyantapnya di tempat.

Tak hanya dari dalam kota, banyak pembeli dari luar Solo pun terlihat ikut mengantre.

Salah satunya Sandra, seorang pelancong asal Semarang yang memesan beberapa porsi di Es Dawet Bu Dermi.

Tiap ke Solo, ia mengaku selalu menyempatkan datang ke Es Dawet Bu Dermi.

"Di sini selalu langganan," katanya sembari antre.

Sementara itu, pemilik Es Dawet Bu Dermi Rut Tulus Subekti tak menampik selama liburan panjang ini banyak pembeli dari luar kota yang datang.

Dawet miliknya selama ini juga dikenal menjadi langganan pejabat, di antaranya Presiden Jokowi.

Adapu dawet telasih yang berisi butiran dawet, santan, ketan hitam, tape ketan, bubur sumsum, dan biji leasih itu cukup populer di Solo.

"Banyak, dari Sabtu 24 Oktober 2020 kemarin sudah mulai banyak," ujarnya.

"Ini semakin banyak," tambahnya.

Baca juga: Libur Panjang, Pemudik ke Solo Bakal kena Uji Swab? Wali Kota : Demi Tekan Angka Penyebaran Covid-19

Baca juga: Libur Panjang, Pemudik ke Solo Bakal kena Uji Swab? Wali Kota : Demi Tekan Angka Penyebaran Covid-19

Bu Utit, sapaan akrabnya merasakan simalakama dengan ramainya pembeli yang datang.

Mengingat keadaan pandemi di Kota Solo masih belum usai.

"Pasti khawatir, kalau tidak jualan gimana kalau jualan juga gimana," aku dia.

"Yang penting protokol kesehatan," jelasnya membeberkan.

Dijaga Ratusan Polisi

Sejumlah lokasi di Kota Solo bakal mendapat pengamanan personel Polresta Solo.

Itu sebagai bentuk antisipasi libur panjang mulai 28 Oktober 2020 - 1 November 2020.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan sentra perekononian menjadi satu diantaranya.

"Polresta Solo telah menyiapkan rencana pengamanan dengan sasaran, diantaranya sentra perekonomian/mall, lokasi wisata, tempat wisata kuliner," kata Ade kepada TribunSolo.com, Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: Saat Terjadinya Pembunuhan Yulia, Mertua Eko Sebut Kala Itu Mantunya Pamit Pasang Wifi

Baca juga: Antisipasi Libur Panjang, Dishub Solo Perketat Patroli Kota & Intervensi Lalu Lintas via Lampu Merah

"Kemudian di lokasi penjualan oleh-oleh, dan tempat hiburan," tambahnya.

Sebanyak dua raturan personel akan diterjunkan untuk mengamatan lokasi tersebut selama libur panjang.

Mereka berasal dari Babhinkamtibnas, Dalmas, dan Brimob Polresta Solo.

"Seluruhnya ada 256 personel yang dikerahkan," tuturnya.

Selain itu, Ade menyampaikan Polresta Solo bersama TNI, Satpol PP, dan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo tetap akan mengefektifkan kegiatan pendisiplinan kepatuhan protokol kesehatan.

"Pendisplinan masyarakat terhadap kepatuhan menjalankan protokol Covid-19 dan termasuk Gakkum protokol kesehatan," ujar dia.

"Salah satunya melalui pelaksanaan operasi yustisi di tempat atau lokasi yang telah ditentukan," tambahnya.

Ade menegaskan pelaksanaan 'Tiada Hari Tanpa Razia' tetap dilakukan di pintu-pintu masuk Kota Solo.

"Kemudian juga ada patroli gabungan TNI-Polri dalam skala besar dan operasi penyakit masyarakat," tandasnya.

Antisipasi Dishub Solo

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo tengah menyiapkan sejumlah antisipasi jelang pelaksanaan libur panjang dan cuti bersama akhir Oktober 2020.

Seperti diketahui, libur panjang tersebut dimulai 28 Oktober - 1 November 2020.

Kepala Bidang Lalu Lintas, Ari Wibowo mengatakan patroli kota menjadi satu yang dilakukan.

Itu akan terbagi dalam 2 shift tiap harinya, yakni pukul 07.00 - 15.00 dan 15.00 - 21.00 WIB.

Petugas yang diterjunkan untuk patroli kota sebanyak 8 orang per shift.

Baca juga: Cerita Warga Tak Tahu Apa-apa Tapi Halamannya Jadi TKP Pembakaran Jasad Yulia, Kerja Jadi Tak Fokus

Baca juga: Libur Panjang Oktober, Wali Kota Solo Minta Warga Tak Mudik : Demi Kepentingan Bersama

"Kami juga akan melakukan pantuan dan intervensi APILL dari CC Room," kata Ari kepada TribunSolo.com, Sabtu (24/10/2020).

Patroli prasarana lalu, lanjut Ari, juga bakal dilakukan mulai dari pantauan rambu, marka, barikade, dan water barier.

Selain itu, sosialisai keselamatan jalan di lapangan dan sosialisasi pantauan CCTV melalui medsos Dishub.

Ari mengatakan pihaknya sementara ini belum berencana menerapkan rekayasa lalu lintas kala libur panjang.

Pelaksanaan rekayasa itu dengan melihat situasi di lapangan.

"Sementara belum. Itu situasional nanti bila ada perkembangan, karena ada kondisi pandemi," tutur Ari.

Menurutnya, peningkatanan arus lalu lintas libur panjang diprediksi tidak terlalu tinggi.

"Kemungkinan arus lalu lintas mudik alami peningkatan tapi tidak terlalu tinggi karena pandemi Covid-19," ucap Ari.

Imbauan Wali Kota

Sejumlah daerah kini tengah bersiap menghadapi pelaksanaan libur panjang dan cuti bersama pada akhir Oktober 2020.

Lebih tepatnya, pelaksanaan hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 29 Oktober 2020 dan cuti bersana 28 dan 30 Oktober 2020.

Baca juga: Kepala BNPB Imbau Masyarakat Tak Liburan Jelang Libur Panjang, Ingatkan Kasus saat Idul Adha

Kendati demikian, masyarakat tetap harus ingat bahwasanya libur panjang dan cuti bersama itu dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

Wali Kota Solo, Fx Hadi Rudyatmo mengimbau perantau untuk menunda rencana pulang kampung. Itu supaya tidak memicu lonjakan kasus Covid-19.

"Kami sangat berharap dalam rangka untuk cuti bersama bulan Oktober, masing-masing warga masyarakat yang mau pulang kampung atau mudik mohon untuk ditunda dulu," kata Rudy, Kamis (22/10/2020).

Para perantau harus menahan lebih lama lagi untuk pulang kampung, khususnya ke Solo. Setidaknya pandemi Covid-19 benar-benar bisa dikendalikan.

"Jangan sampai yang mau ke Solo awalnya tidak membawa virus, namun kena virus di Solo. Atau yang dari luar masuk ke Solo membawa virus," tutur Rudy.

Baca juga: Libur Panjang, Bupati Karanganyar Juliyatmono Ingatkan Wisatawan hingga Kunjungan Dibatasi Durasi

Menurut Rudy, imbauan untuk menunda pulang kampung tidak hanya ditujukan kepada para perantau namun juga warga Kota Solo.

Itu disampaikan demi kepentingan bersama dalam memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus Corona.

"Sehingga nanti kalau pandemi Covid-19 sudah bisa terkendali, reda, dan menurunnya tajam, kami persilahkan bertemu dengan keluarga," ujarnya.

Namun, Pemerintah Kota Solo tetap mengantisipasi gelombang perantau yang masuk. Pengoptimalan Jogo Tonggo menjadi satu diantaranya.

"Kita optimalkan Jogo Tonggo untuk memberikan laporan kepada Satgas sehingga kita lebih mudah untuk monitoring," ucap Rudy. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved