Berita Sragen Terbaru
Hasil Pencarian TKW Berpaspor Sragen yang Meninggal di Malaysia, Pejabat Desa Sudah Menyisir 10 Hari
Seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Kuala Lumpur Malaysia dikabarkan meninggal pada November 2020.
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Kuala Lumpur Malaysia dikabarkan meninggal pada November 2020.
Dari yang bersangkutan ditemukan sejumlah identitas salah satunya paspor.
Dalam identitas tersebut tertulis nama Ellen Kusuma Wahyuni dengan domisili di Dusun Ngaringrejo, Desa Newung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen.
Saat dikonfirmasi mengenai sosok tersebut, Kepala Desa Newung, Sutrisno tidak tahu menahu bahwa ada warganya yang bernama Ellen dan bekerja sebagai TKI di Negeri Jiran itu.
Baca juga: PSBB Hari Pertama, Solo dan Sragen Kompak Tak Ada Penyekatan, Tapi Sanksi Pelanggar Tetap Ditegakkan
Baca juga: Viral Jenazah TKW Asal Sragen 2 Bulan Ini Terlantar di Malaysia, Begini Kata Sumber KBRI & Disnaker
"Kalau dengar dari namanya itu seperti warga keturunan Tionghoa," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (11/1/2021).
Walaupun demikian, Sutrisno tetap melakukan pencarian dengan mengerahkan jajaran dibawahnya untuk mencari sang pemilik nama dan keluarganya.
"Sudah kami cari, dan saya suruh Ketua RT dan RW untuk melakukan laporan," terangnya.
Hingga puncaknya dirinya bersama warga juga membawa masalah itu ke musyawarah desa.
Hasilnya lanjut dia, tidak ditemukan keberadaan sang ahli waris yang diharapkan dapat memudahkan proses membawa jenazah dari rumah sakit di Malaysia.
"Saya sudah meminta Polses Sukodono untuk membantu mencarikan tapi tetap tidak ada hasil,"ucapnya.
Dirinya menduga data dari yang bersangkutan merupakan hasil pemalsuan dokumen demi melancarkan proses administrasi untuk menjadi TKI dan berangkat ke Malaysia.
"Saya kita ada PJTKI( Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) yang mengatasnamakan dokumen di desa ini," jelasnya.
Setelah 10 hari masa pencarian, Sutrisno menandatangani surat yang menyatakan bahwa Ellen Kusuma Wahyuni bukan warga desanya.
"Sudah saya tanda tanagani surat pernyataan dan dikirim ke Disnaker Sragen," imbuhnya.
Viral di Medsos
Jepretan buku paspor milik Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Malaysia asal Kabupaten Sragen viral di pesan berantai WhatsApp (WA).
Dari foto yang diterima TribunSolo.com, jepretan bagian identitas paspor menyebut atas nama Ellen Kusuma Wahyuni itu memiliki masa berlaku sejak 18 Juli 2017 hingga 18 Juli 2022.
Terlihat juga foto TKW yang bersangkutan tersebut dengan jelas dan berjilbab.
Dalam pesan berantai di antaranya WA itu, selain membubuhkan foto juga pesan :
"Tolong infokanini sdri dr Sragen jd TKW di Malsyesia .sdh 2 bulan meninggal blm ada pihak keluarga yg dihubungi.Yg punya group di Sragen tolong sebarkan.mksh."
TribunSolo.com mencoba menelusuri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia.
Baca juga: Status WA Terakhir TKW Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan di Malaysia:Aku Akan Dipinang Malaikat Maut
Baca juga: Kisah Anak TKI asal Tulungagung 2 Kali Terpilih Jadi Paskibraka di Istana Negara, Berkat Doa Ibu
Seorang pegawai KBRI Malaysia yang enggan disebutkan namanya, membenarkan beredarnya foto itu dan sang pemilik paspor memang telah meninggal pada akhir November 2020 lalu.
"Yang bersangkutan sudah meninggal dan hingga saat ini kami masih mencari ahli waris beliau," kata pegawai kepada TribunSolo.com, Senin (11/1/2021).
Dirinya juga menjelaskan bahwa pihak KBRI juga telah menghubungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sragen, sesuai dengan yang tertulis di alamat paspor.
"Kita sudah meneruskannya," aku dia.
Bahkan pihak KBRI juga mengeluarkan rilis bahwasanya, Ellen telah bekerja di Malaysia selama lebih dari 10 tahun.
Hal tersebut dibuktikan dari catatan KBRI Kuala Lumpur mengenai perpanjangan paspornya pada tahun 2012 dan 2017.
"Almarhumah yang bekerja di sebuah perusahaan di Sentul Kuala Lumpur tersebut juga tidak memiliki banyak catatan pribadi karena sering berpindah perusahaan di sana," jelasnya.
Hanya saja soal kematiannya, belum terjawab karena apa.
Kepala Seksi Informasi Pasar Kerja Dalam dan Luar Negeri, Disnaker Sragen, Ernawan menerangkan, yang bersangkutan sudah dicari hingga sesuai dengan alamat identitasnya.
Alamatnya terletak di Dusun Ngaringrejo, Desa Newung, Kecamatan Sukodono, Sragen.
"Kami sudah mintakan kepada ketua RT hingga lurah setempat dan kami juga minta dibuatkan surat keterangan bahwa yang bersangkutan juga bukan warga setempat," ungkap dia.
Hingga berita ini ditulis, jasad dari Ellen masih tersimpan di salah satu rumah sakit di Kuala Lumpur Malaysia.
Baca juga: Diduga Sakit, TKW asal Sumedang Meninggal di Saudi Arabia
Baca juga: Siksa TKW asal Indonesia, Jenny Chan tetap Dapat Keringanan Hukuman di Pengadilan Singapura
TKW Sragen Disekap di Arab
Kisah pilu dialami Surani (45), seorang tenaga kerja wanita ( TKW) asal Dukuh Ngembat, Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen, Jawa Tengah.
Pasalnya ia mendapat perlakuan yang tidak baik dari majikannya di Arab Saudi.
• 206 Tugu PSHT Mau Diluluhlantakkan, Para Pesilat di Masaran Sragen Berontak, Begini Sikapnya
Surani tidak diperbolehkan pulang oleh majikannya.
Tak hanya itu, ia sering disekap dengan cara dikunci di dalam kamar dan tidak dikasih makan.
Kasi Penempatan dan Informasi Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen, Ernawan mengatakan, sudah menindaklanjuti adanya TKW Desa Mojorejo yang mendapat perlakuan tidak baik oleh majikan dengan melaporkan ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Jakarta.
Menurut Ernawan, laporannya tersebut langsung ditindaklajuti oleh BP2MI ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.
"KJRI Jeddah langsung menindaklanjuti. Paginya membentuk tim langsung ke lapangan klarifikasi itu. Informasi (penyekapan TKW Desa Mojorejo) itu benar dan TKW itu diambil langsung oleh KJRI," ungkap dia.
• Haji 2020 Batal Imbas Corona, Dana Tabungan Rp 1,8 Miliar Dibuat Bikin Kantor Haji & Umroh di Sragen
Sedang majikan yang diduga melakukan tidakan penyekapan terhadap TKW tersebut sudah dilaporkan ke kepolisian setempat oleh KJRI Jeddah.
Saat ini, kata Ernawan, TKW itu masih berada di shelter KJRI Jeddah sambil menunggu haknya diberikan.
Setelah prosesnya selesai, TKW tersebut selanjutkan akan dipulangkan ke Indonesia.
Ernawan mengungkap, awalnya TKW tersebut berangkat ke Arab Saudi melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).
"Setelah itu pulang. Tahun 2002 dia kembali lagi berangkat ke Arab Saudi secara mandiri sampai sekarang," ungkap Ernawan.
"Dari informasi dari keluarga, 2002 sampai 2016 majikannya baik. Setelah majikannya meninggal itu diambil ke adiknya. Setelah 2016 sampai sekarang sering mendapat perlakukan tidak baik. Disekap di dalam kamar dengan makanan kurang, katanya," sambung dia.
Ernawan mengatanan sudah menyampaikan kepada pemerindah desa setempat dan keluarganya di Desa Mojorejo bahwa TKW tersebut sudah dibawa ke shelter KJRI Jeddah untuk mendapatkan hak-haknya.
Setelah semuanya selesai, TKW tersebut selanjutkan akan dipulangkan ke daerah asal, yakni Desa Mojorejo, Sragen.
"Kemarin (Senin) kami sudah menemui keluarganya untuk menginformasikan bahwa yang bersangkutan sudah aman di KJRI dan sekarang dalam proses untuk mendapatkan hak-haknya," kata Ernawan.
(Kompas)
Artikel ini telah tayang di Kompas dengan judul 18 Tahun Tak Pulang, TKW Asal Sragen Disekap Majikan di Arab Saudi, Terbongkar dari Medsos