Info Kesehatan

Kesalahpahaman Seputar Obesitas yang Tak Perlu Dipercaya Lagi, Apa Saja?

Obesitas adalah salah satu kondisi yang ditakuti beberapa orang karena bisa mengganggu kesehatan tubuh.

Editor: Reza Dwi Wijayanti
Tribunnews
Obesitas 

TRIBUNSOLO.COM - Memiliki berat badan berlebih atau sering disebut obesitas adalah kondisi yang kerap ditakuti banyak orang. 

Hal ini karena akan membuat tubuh menjadi besar dan terlihat tidak ideal, obesitas juga sering disertai dengan berbagai konsekuensi medis.

Sehinggatak jarang, ketakutan ini menimbulkan berbagai kesalahpaham mengenai kondisi tersebut.

Kesalahpahaman ini menimbulkan banyak stigma sosial bagi orang-orang dengan obesitas.

Walaupun masih banyak hal yang belum diketahui mengenai obesitas, ada beberapa kesalahpahaman yang memperburuk masalah-masalah terkait obesitas.

Baca juga: Benarkah Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Peluang Obesitas? Simak Penjelasannya

Baca juga: Kenali Efek Buruk Makan di Tengah Malam Bagi Tubuh, Termasuk Bisa Picu Obesitas hingga GERD

Sebuah penelitian, yang dipublikasikan di Wiley Online Library, menyatakan adanya "hubungan yang lebih kuat antara stigma berat badan dan penurunan kesehatan mental dengan peningkatan indeks massa tubuh."

Berikut ini adalah salah paham yang memperburuk masalah terkait obesitas:

1. Obesitas disebabkan oleh gaya hidup yang buruk

Sebagian besar program menurunkan berat badan menyalahkan pemilihan diet yang salah dan juga kurang olahraga.

Cukup mudah menemukan pernyataan orang dengan obesitas adalah orang malas atau orang kurang motivasi.

Faktanya, obesitas sering bersifat multifaktor atau disebabkan oleh lebih dari satu faktor. Program diet dan kurang olahraga memang berperan meningkatkan berat badan tapi bukan berarti itulah faktor satu-satunya.

Kenyataannya, ada orang-orang yang tidak melakukan olahraga atau aktivitas fisik tapi memiliki berat badan sehat.

2. Menurunkan berat badan adalah satu-satunya solusi obesitas

Menurunkan berat badan melibatkan berbagai varian sistem tubuh manusia yang menyimpan energi.

Tindakan tersebut memang memiliki efek positif, seperti penurunan risiko penyakit jantung. Akan tetapi, program diet ekstrem juga menyebabkan gangguan sistem energi tubuh.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved