Berita Boyolali Terbaru

Pengungsi Merapi di Desa Tlogolele Boyolali Dipulangkan Hari Ini, Diantar Mobil Pikap Milik Relawan

Pengungsi Gunung Merapi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali dipulangkan hari ini, Minggu (31/1/2021).Hal ini melihat kondisi terkini.

Tribunnews/Setya Krisna Sumarga
Gunung Merapi mengalami erupsi besar pada Rabu (27/1/2021). Mengeluarkan guguran dan letusan awan panas. 

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. 

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. 

Kubah Lava Menurun

BPPTKG Yogyakarta juga  mencatat, volume kubah lava Gunung Merapi mencapai 158.000 m3 pada 25 Januari 2021. 

Berikutnya, pada 28 Januari 2021 volume kubah lava menurun menjadi sebesar 62.000 m3.

Hal itu dikarenakan terjadi awan panas guguran yang cukup intens, yakni sebanyak 52 kali pada 27 Januari 2021.

"Karena lava yang keluar langsung menjadi guguran dan tidak sempat lagi membentuk kubah," ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, dalam Siaran Informasi BPPTKG, Jumat (29/1/2021). 

Dengan peristiwa itu, Hanik melanjutkan, potensi bahaya Gunung Merapi ke depan secara umum berkurang.

Namun, yang masih perlu terus diperhatikan adalah adanya suplai magma dari dalam.

"Ini yang kita tidak pernah tahu. Namun, potensi awan panas ke depan bisa dibilang menurun," imbuhnya. 

Selain itu, dilaporkan pula data pemantauan seismik, deformasi, dan gas Gunung Merapi masih mengalami penurunan.

Tidak ada tekanan magma berlebih yang mencerminkan tambahan suplai magma.

Berdasarkan pengamatan visual Gunung Merapi pada Rabu (27/1/2021), terjadi awan panas guguran sebanyak 52 kali, amplitudo maksimal 77 mm, durasi 317,8 detik, estimasi jarak maksimum 3.000 m ke arah barat daya (hulu Kali Krasak dan Kali Boyong), tinggi kolom teramati tersapu angin kencang dari barat ke timur rata puncak. 

Hari berikutnya, ungkap Hanik, BPPTKG mencoba untuk mengambil gambar di lapangan.

Pada Kamis (28/1/2021), BPPTKG mengonfirmasi sejauh mana awan panas guguran yang terjadi pada sehari sebelumnya. 

"Dari sini ternyata dari pengamatan drone kami, awan panas yang terjadi untuk jarak maps 3.200 m dan untuk jarak miring 3.500 m, jadi ini titik terakhir awan panas. Jarak awan panas ini masih cukup jauh dari pemukiman yang berjarak 6,5 km," beber Hanik.

Baca juga: 2 Pesawat Tujuan Semarang Mendarat Darurat di Solo, Begini Nasib 113 Penumpangnya

Baca juga: Heboh Batu Diduga Meteor Jatuh Timpa Rumah Warga, Pemilik Rumah : Waktu Saya Ambil Masih Hangat

Ditanya mengenai dampak spesifik awan panas guguran tersebut, Hanik menjelaskan, pada area yang terlampaui oleh awan panas guguran, maka terbakar hangus dan terjadi kerusakan. 

"Area yang terlampaui oleh awan panas tentunya terbakar, rusak, itu sudah hangus. Ini merupakan ciri atau bahaya awan panas suatu erupsi gunung api," terangnya. 

Per Jumat (29/1/2021), distribusi probabilitas erupsi Gunung Merapi dominan ke arah erupsi efusif (43 persen).

Potensi erupsi eksplosif dan kubah-dalam pun diprediksi menurun signifikan.

Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Hanik menyampaikan, daerah di luar potensi daerah bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas sehari-hari. 

"Diharapkan dapat berlangsung seterusnya. Namun, jika terjadi perkembangan erupsi yang mengarah ke daerah tersebut setidaknya masyarakat sudah memanfaatkan waktu yang ada dengan baik. Hal ini sesuai dengan konsep living harmony dengan Merapi," tambahnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Laporan Aktivitas Gunung Merapi : 230 Kali Keluarkan Lava Pijar dan 71 Kali Guguran Awan Panas,

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Muhammad Fatoni

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved