Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Misteri Apa di Karanganom Klaten : Sudah 14 Sumur Ambles Beruntun,Tapi Belum Terpecahkan Penyebabnya

BPBD telah mengirimkan surat ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG yang berada di Bandung.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Kondisi sumur yang tak bisa dipakai lagi karena ambles tiba-tiba penuh dengan misteri di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Kamis (18/2/2021). 

Saat ini warga sudah mengurug sumur ambles tersebut dengan tanah.

"Itu dilakukan warga secara swadaya," papar dia.

Haris mengatakan, dampak dari amblesnya sumur itu, warga menjadi kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Ia mengatakan, jika kejadian sumur ambles itu di Klaten baru pertama kali terjadi.

Baca juga: Kronologi Amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya

"Untuk sementara warga mendapatkan air dari tetangganya," katanya.

Ia pun mengimbau warga untuk tetap waspada selama masuknya musim penghujan di Klaten.

Musim penghujan ini akan diprediksi berakhir hingga Maret 2021.

Kerjasama dengan Asing

Pemkab Sragen melalui Perusahaan Minum Air Daerah (PDAM) Tirto Negoro menargetkan 19 kecamatan teraliri air bersih.

Guna merealisasikan hal itu, Pemkab Sragen menjalin kerjasama dengan perusahaan penyedia air minum asal Belanda PT Oasen VN.

"Kami sudah bekerja sama dengan PT Oasen VN sejak 2017 kemarin," tutur Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada TribunSolo.com, Sabtu (13/2/2021).

Pada tahun lalu, pihaknya mendapat bantuan berupa hibah jaringan pipa untuk di Kecamatan Jenar.

"Kalau dirupiahkan nilai jaringan pipanya sebesar Rp 850 juta," ucapnya.

Total 59 Rumah yang Kebanjiran di Sragen, Mulai dari Miri, Karangmalang hingga Kalijambe

Warga Sebut Banjir di Jalan Solo-Purwodadi Sragen Karena Drainase: Sudah Jadi Langganan Banjir

Sementara untuk tahun ini, pipanisasi dari Jenar sampai di Kecamatan Tangen.

"PT Oasen menghibahkan jaringan pipa ke Jenar senilai 1.500 euro atau setara Rp 2,5 miliar," jelas dia.

Yuni menyatakan, Sragen menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang mendapat bantuan hibah pipa.

"Alasannya karena kami berkomitmen untuk mengurai masalah kekeringan yang ada di sini."

"Itu melakukan itu butuh komitmen, sebab kalau kami tidak menunjukkan komitmen yang serius pasti tidak akan mendapat hibah lagi," ujarnya.

Tidak hanya mendapat hibah jaringan pipa, PDAM Tirto Negoro juga mendapat pendampingan technical assistance serta customer satisfaction.

Sekadar diketahui, Oasen VN merupakan perusahaan penyedia air minum di Belanda yang sudah berdiri sejak 3 Desember 1883. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved