Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Kondisi Kantor Pengadilan Agama Klaten Seusai 9 Pegawai Positif Corona: Pintu Tertutup Rapat

Kondisi kantor Pengadilan Agama (PA) Klaten terlihat sepi hari ini, Rabu (17/3/2021). Pantauan TribunSolo.com di lapangan, gerbang kantor tertutup.

TribunSolo.com/Mardon
Suasa kantor PA Klaten Ditutup sementara karena pegawainya terpapar Covid-19, Rabu(17/3/2021). 

Staff Sekretariat Kebendaharaan Kecamatan Klaten Selatan, John membenarkan kantornya ditutup sementara selama 3 hari.

Baca juga: Ini Pesan Tingalan Jumenengan Dalem ke-32 Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Tengah Pandemi Corona

"Ada ASN berinisial JH yang terkonfirmasi positif Covid-19 sementara kantor ditutup selama 3 hari," kata John.

John mengatakan, selama 3 hari kantornya ditutup akan dilakukan sterilisasi.

Selain itu, ia menambahkan akan dilakukan swab test massal untuk seluruh pegawai di Kecamatan Klaten Selatan.

"Selama 3 hari kantor ini di steril, dan nantinya seluruh pegawai kecamatan akan di swab di puskesmas Klaten Selatan," terangnya.

Pedagang Pasar Jambangan Swab Test

Belasan pedagang Pasar Jambangan asal Desa Pereng di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar jalani swab test, Selasa (9/3/2021).

Kepala Desa Pereng, Sriyanto, mengatakan bahwa pedagang Pasar Jambangan mendapatkan prioritas swab test karena lokasi pasar secara geografis berada di desanya.

"Kebetulan Pasar Jambangan ada di Desa Pereng," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

Selain itu dua dari lima pedagang yang meninggal merupakan warga Desa Pereng.

"Dua warga kami meninggal akibat Covid-19," terangnya.

Baca juga: Kisah Seorang PNS Takut Disuntik, Tetap Saja Pingsan Meski Divaksin Covid-19 oleh Istri Sendiri

Baca juga: Buntut 5 Pedagang Meninggal karena Corona, Pasar Jambangan Lockdown, Petugas Semprot Disinfektan

Sebelumnya sejumlah pedagang asal Desa Pereng juga telah diuji swab test.

"Mereka yang memiliki penyakit dan harus menjalani perawatan beberapa sudah di swab, namun secara jumlah tidak tahu karena tidak dilakukan serentak" ujarnya.

Ke depannya akan ada swab test susulan yang melibatkan 59 pedagang.

"Akan dilakukan Senin (15/3/2021) besok," ucapnya.

"Hasil swab test semuanya akan dibawa ke Rumah Sakit Dr Moewardi," jelas dia menekankan.

Kronologi Meninggal Dunia

Dalam rentang dua minggu lima pedagang Pasar Jambangan meninggal dunia akibat Covid 19.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) Karanganyar, Martadi kepada TribunSolo.com pada Senin (8/3/2021).

"Mereka meninggal dalam jarak yang berdekatan rentang dua minggu," ujarnya.

TribunSolo berhasil mengonfirmasi lima pedagang tersebut kepada Camat Mojogedang, Eko Joko Iswanto.

Baca juga: Lima Orang Meninggal di Pasar Jambangan, Petugas Periksa Puluhan Pedagang, Hasilnya 2 Orang Positif

Baca juga: Dampak Lockdown, 581 Pedagang Pasar Jambangan Karanganyar Tutup Lapak Dua Hari

Adapun nama-namanya antara lain :

1. SMO (Pedagang Buah)
2. SPI (Pedagang Ayam Potong)
3. ST (Penjual Mainan)
4. SPO (Penjual Kelapa)
5. CS (Penjual Grabatan)

Dari kelima nama tersebut Joko menyebutkan bahwa ada dua nama yang bukan berasal dari wilayahnya.

"Yang beirnisial SPO berasal dari Kecamatan Kerjo dan CS dari Jumapolo," terangnya.

"Semuanya memiliki gejala komorbid seperti sesak nafas saat sebelum dinyatakan positif Covid 19," terangnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa kelima orang tersebut dimakamkan dengan protokol Covid 19.

"Kami makamkan sesuai dengan protokol Covid 19," ungkapnya.

Tracing Pedagang

Lima pedagang di Pasar Jambangan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar meninggal dunia akibat positif Covid-19.

Puskesmas Mojogedang II langsung bertindak cepat dengan melakukan tracing kepada kontak erat dengan kelima pedagang.

Kepala Puskesmas Mojogedang II, Kristuto Catur mengungkapkan bahwa ada 581 pedagang di Pasar Mojogedang.

Namun hanya sebagian kecil dari mereka yang akan ditracing.

"Yang memiliki kontak erat ada 51 orang," katanya kepada TribunSolo.com, pada Senin (8/3/2021).

Baca juga: Dampak Lockdown, 581 Pedagang Pasar Jambangan Karanganyar Tutup Lapak Dua Hari

Baca juga: Buntut 5 Pedagang Meninggal karena Corona, Pasar Jambangan Lockdown, Petugas Semprot Disinfektan

"Kami saat ini prioritaskan untuk warga Karanganyar terlebih dahulu, selain itu biar menjadi kebijakan masing-masing kabupaten," imbuhnya.

Hingga saat ini sesuai hasil tracing ada dua pedagang yang dinyatakan positif Covid-19.

"Mereka dalam kondisi baik dan saat ini istirahat isolasi mandiri di rumah," terangnya.

Disemprot Disinfektan

Buntut lima pedagang meninggal dunia akibat corona, Pasar Jambangan yang ada di Kecamatan Mojogedang, Karanganyar lockdown.

Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, dan Koperasi (Disdagnakerkop) Karanganyar memutuskan menutup kegiatan pasar tersebut pada Senin-Selasa (8-9/3/2021).

Saat ini pasar tersebut disemprot disinfektan dan disterilkan oleh pihak BPBD. 

Baca juga: Ini Pesan Tingalan Jumenengan Dalem ke-32 Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Tengah Pandemi Corona

Baca juga: Bisakah Indonesia Bebas Corona pada 17 Agustus 2021? Ini Pandangan Pakar Epidemiologi UGM

Hal itu dilakukan setelah ada 5 pedagang yang meninggal dunia dengan diagnosa Covid- 19. 

Pantauan TribunSolo.com, seluruh lapak Pasar Jambangan telah ditutup, hanya beberapa pedagang kaki lima di luar area pasar yang masih buka. 

Penyemprotan dilakukan di seluruh area dari pelataran depan hingga area lapak bagian dalam. 

Menurut Kepala Disdagnakerkop Karanganyar, Martadi, penyemprotan akan dilakukan dalam dua tahap. 

"Hari ini kami kerjasama bersama BPBD, dan besok kami lakukan sendiri," katanya kepada TribunSolo pada Senin (8/3/2021). 

Baca juga: Positif Corona, 3 Anggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP Sempat Foto dengan Gibran-Teguh saat Pelantikan

"Setelah dua kali penyemprotan akan kami buka kembali," ungkapnya. 

Dirinya juga menekankan kepada para pedagang untuk selalu taat protokol Covid-19 meski area tersebut sudah dibersihkan.

"Tidak perlu berlama-lama asal sudah bersih dan steril, diharapkan pedagang bisa langsung berdagang," harapnya.

400 Pedagang Gigit Jari

Sejumlah pedagang Pasar Jambangan di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar dinyatakan positif Corona.

Imbasnya, pasar di-lockdown atau ditutup total sejak Senin-Selasa (8-9/3/2021).

Menurut Kepala Disdagnakerkop Karanganyar, Martadi, jumlah pedagang yang dinyatakan Covid-19 ada lima orang.

"Pertimbangan Covid 19 dan ini cukup serius sehingga perlu tindakan yaitu penutupan pasar," ujarnya kepada TribunSolo.com, Minggu (7/3/2021).

Oleh karenanya pihak Disdagnakerkop bekerjasama dengan pengelola Pasar Jambangan akan menutup pasar selama dua hari.

Baca juga: Buntut 2 Pedagang Pasar Jaten Positif Corona, Pasar Tutup, Hari Ini Disemprot Disinfektan

Baca juga: Unik di Pasar Ciplukan Karanganyar, Mau Beli Tukarkan Dulu Uang dengan Koin Kayu Mirip Tempo Dulu

"Besok dua hari Senin-Selasa (8-9/3/2021) akan kami tutup," imbuhnya.

Martadi juga menuturkan bahwa akan ada 400 pedagang yang terdampak akibat penutupan warungnya tersebut.

"Itu semua pedagang luar dan dalam cukup terdampak," terangnya.

Dirinya meyakinkan isolasi pasar selama dua hari cukup untuk menetralisir dan membersihkan pasar dari Covid-19.

"Hari ini kegiatan normal karena perdagangan cukup ramai, kemudian kami minta waktu dua hari ini kami bersihkan," terangnya.

Secara terpisah Kepala Puskemas Mojogedang II, menuturkan sudah melakukan tracing kepada sejumlah kontak erat pedagang pasar.

"Ada 51 kontak erat yang kami swab," ungkapnya.

Pasar Jaten Tutup

Sebelumnya, pengelola Pasar Jaten, Karanganyar hari ini melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan pasar tersebut, Minggu (7/2/2021). 

Hal ini setelah ditemukan dua pedagang yang positif Covid-19.

Kepala Desa Jaten, Harga Satata menuturkan, dengan penyemprotan disinfektan ini kegiatan jual beli dapat aktif kembali. 

Vaksinasi Corona Tahap II di Sragen Segera Dimulai, Tapi Sabar, Belum Sasar Masyarakat pada Umumnya

Warga Sukoharjo yang Terinfeksi Covid-19 Tembus 4.045 Kasus, Pemkab Perpanjang Lagi Masa KLB Corona

"Kami rencana besok Senin (8/2/2021) sudah buka, jadi supaya aman dan tidak menimbulkan kekhawatiran kami bersihkan dahulu," ungkapnya. 

Pasar Jaten sendiri hingga kini masih diliburkan sehingga suasana baik dalam maupun luar pasar nampak lengang. 

"Kami liburkan dua hari, dan momentumnya pas bertepatan dengan program Jateng di Rumah Saja," jelasnya.

Adapun pedagang yang dinyatakan positif Covid-19 berjumlah 2 orang. 

"Mereka ada yang berasal dari Mojogedang dan satunya dari Sukoharjo," terangnya. 

Diterjang Corona dan Cuaca Buruk, PKL di Karanganyar Minta Keringanan Biaya Retribusi

"Disini pedagang yang berasal dari Jaten hanya 25 persen," imbuhnya. 

Dalam pelaksanaan pembersihan ini, pihak Desa Jaten menuturkan mereka menyemprotkan disinfektan dengan cara manual dan satu mobil tanki. 

"Ini semua inventaris milik relawan desa," ujarnya.

Pemerintah Bagikan Vaksin

Vaksin Covid-19 Sinovac baru saja tiba perdana di Kabupaten Karanganyar, Sabtu (23/1/2021).

Dari pantauan TribunSolo.com, vaksin yang diambil dari Pemprov Jateng tiba di RS TNI AU Solo di Kecamatan Colomadu menjelang malam.

Sementara baru tiba di RSUD Karanganyar di pusat kota sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat itu tampak mobil khusus berpendingan yang membawa vaksin buatan China tersebut.

Bahkan dikawal ketat polisi bersenjata lengkap.

Baca juga: Bukan Hari Ini, Vaksin Covid-19 Tiba di Sukoharjo Besok Minggu, Tapi Vaksinasi Dijadwalkan Februari

Baca juga: Tunggu Hasil PCR Keluar, Begini Aktivitas 20 Santri di Ponpes Colomadu Karanganyar

Sementara untuk jumlah total belum disampaikan kepada media.

Tetapi ada ribuan dosis yang baru datang untuk tenaga kesehatan tersebut.

Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar, Purwati, vaksin tersebut langsung diantar ke masing-masing puskemas di sepanjang perjalanan. 

Adapun peletakan sesuai dengan rute yang dilewati seperti RS TNI AU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo, Puskesmas Colomadu 1 hingga berakhir di RSUD Karanganyar. 

"Nanti untuk sisanya akan diletakkan di Dinkes Karanganyar," katanya kepada TribunSolo.com.

Adapun untuk fasilitas kesehatan lainnya diharuskan segera mengambil vaksin tersebut pada besok Hari Minggu (24/1/2021).

"Besok hari Minggu harus sudah diambil dari Dinkes," ujarnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved