Berita Solo Terbaru
Harga Cabai Rawit di Pasar Legi Solo Anjlok, Kini Rp 55 Ribu Per Kilogram
Harga cabai rawit di Pasar Legi Solo mulai turun dibandingkan beberapa waktu lalu.Saat ini harga cabai rawit per kilogram Rp 55 ribu.
Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Ryantono Puji Santoso
Pedagang, Sarmini (57) menyampaikan, kenaikan harga cabai rawit merah terjadi sejak pekan lalu. Kondisi tersebut tak ayal membuat konsumen mengurangi jumlah pembelian.
"Harga cabai rawit merah hari ini Rp 105 ribu, minggu kemarin itu kisaran 80 ribu-Rp 85 ribu. Harga cabai merah besar Rp 40 Kg, harga cabai merah keriting Ro 40 ribu," katanya kepada Tribunjateng,com, Selasa (2/3/2021).
Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit merah paling signifikan terjadi pada bulan ini sejak awal tahun. Sarmini menyetok 5 Kg cabai rawit merah setiap harinya.
"Kadang habis kadang tidak. Kadang dua-tiga hari baru habis. Yang beli biasanya 1 Kg, sekarang jadi seperempat kilo," ungkapnya.
Sementara Kasi Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Eko Supriyadi menuturkan,cabai yang dijual di wilayah Karanganyar selain berasal dari petani lokal juga berasal dari wilayah sekitar seperti Magetan dan Boyolali.
"Faktor kenaikan harga lebih karena faktor supply and demand," jelasnya.
Semprot Cabai Menggunakan Pewarna Kimia
Sebelumnya, petani berinisial BN (35) asal Nampirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, nekat mewarnai cabai dengan cat semprot merah.
Akibat perbuatannya, pelaku meringkuk di sel tahanan polisi.
Sebelum mengecat dengan cat semprot, pelaku pernah mewarnai cabai tersebut dengan cengkeh, namun gagal.
Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry mengungkapkan, sebelum mewarnai cabai dengan cat semprot ternyata pelaku sempat menguji coba dengan bahan pewarna lain.
Baca juga: Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 80 Ribu per Kg, Pemkab Sukoharjo Sebut Siklus Tahunan
"Keterangan pelaku dia pertama kali, sebelum mengecat pakai Pilox (cat semprot) sudah pernah mencoba dengan cairan cengkih," kata Berry saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (4/1/2021).
Namun uji coba mewarnai dengan cairan cengkih itu, kata Berry, tidak berhasil. Pewarna tidak dapat menempel ke cabai.
"Akhirnya dia berinisiatif pakai pilox, dan hasilnya sama persis. Kalau dilihat sama persis, cabai rawit merah yang asli kalau digosok warnanya tetap, tapi kalau yang dicat mengelupas," jelas Berry.
Baca juga: Viral Cabai Rawit Dicat Merah yang Tak Bisa Larut, BPOM: Mirip Cat Kayu, Jelas Bukan Pewarna Makanan
Berry mengatakan, cabai rawit yang dicat semprot itu didistribusikan hingga Kabupaten Banyumas melalui seorang pengepul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/sulawi-penjual-cabai-di-pasar-legi.jpg)