Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Kondisi Rumah Satiman di Klaten, Tampak Reyot dan Tak Terurus, Berharap Kambingnya Kembali

Kondisi rumah Satiman (50) warga RT 01 RW 06, Kwaren, Ngawen, Klaten nampak tidak terurus.Bagian depan rumah tersebut terlihat sebuah kursi reyot.

tribunsolo.com/mardon
Penampakan rumah Satiman (50) warga RT 01 RW 06, Kwaren, Ngawen, Klaten nampak tak layak dihuni, Rabu (31/3/2021). 

Namun, Satiman masih berharap agar pelaku mau sadar dan mengakui kesalahannya.

"Semoga malingnya sadar dan mau mengembalikan kambing saya," papar dia ditemui TribunSolo.com, Rabu (31/3/2021).

Namun, bila pelaku tidak mengembalikan, dia juga pasrah.

Terpisah, Kapolsek Klaten Utara, AKP Sugeng Handoko mengaku belum mendapat laporan terkait kasus hilangan 3 kambing milik Satiman.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan segera laporkan jika ada kejadian perkara.

"Kami belum ada laporan itu, tetap waspada tingkatkan kehati-hatian, segera laporkan bila ada kejadian," pungkasnya.

5 Fakta Pencurian Kambing di Klaten

Satiman (50) warga Dukuh Jagoan RT 01 RW 06 Desa/Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten harus menerima nasib kambingnya digondol maling.

Padahal, ada harapan besar pada tiga kambing yang selama ini dipelihara Satiman.

Rencananya kambing yang dicuri tersebut akan digunakan untuk biaya anaknya kuliah.

Berikut TribunSolo.com rangkum fakta - fakta soal pencurian kambing di Klaten:

1. Rencana untuk Bayar Kuliah Anak

Kambing milik warga di Desa/Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten raib dicuri maling.

Dia adalah Satiman (50) warga Dukuh Jagoan RT 01 RW 06.

Tak hanya soal kambing yang raib, tetapi pria tersebut terancam tak bisa kuliahkan anaknya.

2. Aksi Pencurian saat Malam Hari

Ia kehilangan 3 ekor kambing sekaligus pada Sabtu (27/3/2021) malam sekitar pukul 23.00 WIB

"Kambing saya hilang dari kandang 3 hari yang lalu," kata dia kepada TribunSolo.com, Selasa (30/3/2021).

Satiman mengaku, ia memelihara 7 kambing di dalam kandang tersebut.

Baca juga: Bengkak, APBD Sragen Hanya Rp 2 Triliun, Usulan Program Pembangunan Ternyata Tembus Rp 3 Triliun

Baca juga: Aksi Maling di Warung Gudeg Laksmi UMS Terekam CCTV, Pelaku Pura-pura Beli Kopi, Ternyata Curi HP

Dikatakan, sebelum hilangnya kambing-kambibg tersebut, ia sempat mengecek kandang saat sekitar pukul 19.00 WIB.

"Sebelum kejadian saya cek kambing-kambing tersebut masih ada," kata dia.

3. Terungkap saat Istri Membersihkan Kandang

Kemudian ia mengaku baru mengetahui kambing yang ia pelihara ada yang hilang dari istrinya yang membersihkan kadang tersebut.

"Saat itu, usai kerja bakti, saya ditanya istri soal saya sudah menjual 3 kambing, saya jawab belum," ujar dia.

Mendengar 3 kambing hilang, lantas ia mengaku bergegas ke kandang tersebut.

"Saya cek kandang, benar kambing saya hilang, saya coba sekitar, tidak ada tanda kaki pencuri," akunya.

4. Semua Kambing Jantan

Ia menjelaskan 3 kambing yang hilang tersebut semuanya jantan..

"Satu kambing ini sempat ditawar pembeli sekitar Rp 2 juta, namun sudah keburu hilang," ujarnya.

Satiman mengaku, jika kambing tersebut terjual, uang tersebut akan ditabung untuk pendidikan anaknya.

5. Minta Pelaku Kembalikan

Anak Satiman saat ini memasuki kelas 12 SMA dan berencana masuk perguruan tinggi.

"Ya saya hanya pasrah dan ikhlas saja, semoga pelaku sadar, jika belum dijual, mohon dikembalikan," harapnya.

Maling saat Subuhan

Polisi melakukan pengejaran pelaku pencurian berinisial AN (30) warga Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

AN bersama temannya berinisial DK (23) melakukan pencurian dua rumah di Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (4/2/2021) lalu.

Mereka memafaatkan kelengahan korbannya yang tidak mengunci pintu saat pemilik rumah pergi ke masjid untuk sholat subuh.

Menurut Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Muhammad Alfan, saat ini pihaknya baru berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial DK.

"Satu tersangka baru kita tangkap. AN masih dalam pencarian," kata dia kepada TribunSolo.com, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Sambut Ramadhan, Smartfren Regional Jateng-DIY Perluas Jaringan 4G di Daerah Pinggiran Jogja

Baca juga: Kagetnya Warga Weru, Pulang Sholat Subuh di Masjid, Harta Benda di Rumahnya Ludes Dikuras Maling

Penangkapan DK berlangsung pada hari Selasa (9/3/2021) di sebuah kost di belakang Terminal Ngadirojo, Wonogiri.

Dari tangan DK, polisi juga menyita sejumlah barangbukti, seperti HP curian dan motor Honda Beat warna biru putih Nopol AD 2781 AIG.

Motor tersebut diketahui digunakan kedua pelaku dalam melancarkan aksi pencuriannya di kawasan Weru, Sukoharjo.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun.

"Saat ini, tersangka sudah berada di sel tahanan Polres Sukoharjo," akunya.

Saat Sholat Subuh

Pencuri asal Kabupaten Wonogiri sungguh tega karena beraksi saat pemilik rumah menjalankan sholat subuh.

Kejadian terjadi di Dukuh Margorejo, Desa Jatingarang, dan Dukuh Kersan, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Sukoharjo.

Adapun maling yang berjumlah dua orang yang merupakan pasangan berinisial DK (23) warga Kecamatan Nguntoronadi, dan AN (30) warga Kecamatan Ngadirojo.

Menurut Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Muhammad Alfan rumah itu milik dua orang warga di Desa Karanganyar, Kecamatan Weru.

Baca juga: Iwan Bule Blak-blakan Minta Liga 1 & Liga 2 Diberi Izin, saat Kapolri Meninjau Piala Menpora di Solo

Baca juga: Viral Rumah Mewah Dibongkar Maling, Perabotan Hingga Keramik Dikuras Habis, Begini Kondisinya

"Kedua tersangka memanfaatkan kelengahan pemilik rumah, yang saat itu rumah tidak dikunci karena ditinggal salat subuh ke Masjid," kata di kepada TribunSolo.com, Rabu (24/3/2021).

Aksi tersangka memulai aksinya sekira pukul 03.30 WIB, dengan mencari rumah yang akan dijadikan sasaran pencurian.

Mereka berkeliling dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna biru putih Nopol AD-2781-AIG.

Awalnya, kedua tersangka ini mendatangi rumah korban di Dukuh Margorejo, Desa Jatingarang yang saat itu kondisi rumah sedang kosong dan tidak terkunci lantaran ditinggal pergi sholat subuh.

"Di rumah korban pertama, kedua tersangka mengambil dua buah handphone merk OPPO A1K dan OPPO A37," jelasnya.

Setelah berhasil mengambil barang di rumah korban pertama, kedua tersangka kembali mencari target selanjutnya.

Hingga menyasar rumah warga di Dukuh Kersan, Desa Karanganyar, yang saat itu kondisi rumah juga tidak terkunci.

"Di rumah korban kedua, kedua tersangka mengambil uang Rp 200 ribu di dalam tas, dompet korban yang berisi uang Rp 1,7 juta," aku dia.

"Kemudian uang dalam laci toko sebesar Rp 1 juta serta satu buah Handphone merk Vivo Y20," terangnya.

Atas kejadian tersebut, kedua korban kemudian melaporkan ke Polsek Weru.

Satu pelaku berinisial DK berhasil diamankan jajaran Polres Sukoharjo.

Terekam CCTV

Sebuah video pencurian jajanan pasar di Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo viral. 

Video tersebut diunggah akun @yanita_purwaningrum pada Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Cerita Sandiaga Uno Jadi Korban Pencurian Uang, Temukan Pelaku Berkat Pengalaman Kerja di Bank

Baca juga: Residivis Pencurian Ternak, Coba Kabur Saat Hendak Ditangkap, Ditembak Polisi

Dalam keterangan video tersebut tertulis:

Penyolongan Duniawi, kejadian di Warung Ibu saya Makamhaji samping kampus STIES @jajanpasar_solo.

Sebenarnya g seberapa brg yg diambil, cm udah sering kejadiannya.

Bagi mbake motor beat putih biru jilbab abu2 maaph ye wajahmu terpampang nyata, seberapapun nilai barang yg diambil, itu tetap perbuatan yang salah.

Kasihan org2 yg udah dibela2in begadang bikin jajanan itu, eh besoknya malah di colong.

Tolong bantu viralkan ya krna kejadian udah bolak balik nih.

Dalam video tersebut, terlihat pelaku dengan santai berhenti dan mengambil jajanan pasar di atas meja.

Baca juga: 5 Tips Mencegah Rumah Dibobol Maling saat Liburan Akhir Tahun, Waspada Rawan Pencurian Tanaman Hias

Dia juga sempat menukar jajanan setelah melihat isinya, kemudian kabur.

Pemilik Tenongan yang dicuri, Is (60) warga Pajang, Sukoharjo mengatakan, kejadian tersebut benar terjadi di warung miliknya.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (19/3/2021) pukul 04.30 WIB.

Dia mengatakan, kejadian seperti itu, tidak hanya sekali terjadi, bahkan sudah puluhan kali.

"Terakhir jajanan pasar jenang dan nasi bakar dicuri," papar dia, Rabu (24/3/2021).

Dia memaparkan, bahkan pada rekaman CCTV ada tiga orang berbeda yang melakukan aksi pencurian. 

"Kalau yang terekam tidak hanya pelaku perempuan, ada pelaku lain," kata dia.

Baca juga: Kronologi Pencurian Laptop di Tegal, Berawal dari Seseorang yang Pura-pura Mencari Kamar Kos

"Pencurian sudah 20 kali ada," kata dia.

Pencurian terakhir Jumat lalu yang hilang adalah makanan jenang dan nasi bakar.

Aksi pencurian ini terbongkar saat ada pedagang yang menanyakan daganganya.

"Siangnya yang jual minta uang, tapi kita engak nerima barang, jadi kita cek cctv ternyata di curi," ungkap Is.

Dia mengatakan tidak melaporkan kejadian ini ke polisi, sebab kasihan pelaku. Namun, karena sudah beberapa kali terjadi akhirnya video pencurian itu diunggah ke medsos. 

Aksi pencurian lain yang terekam CCTV juga terjadi di daerah lain, seorang satpam kafe di Bandar Lampung menggagalkan aksi pencurian sepeda motor (curanmor).

Aksi heroik tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV.

Satpam tersebut berhasil menggagalkan percobaan pencurian kendaraan bermotor di parkiran sebuah kafe di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Rawa Laut, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung.

Percobaan pencurian kendaraan bermotor tersebut dilakukan dua pelaku yang mengendarai sepeda motor, Minggu (14/2/2021) sekira pukul 09.30 WIB.

Baca juga: Viral Kampung Miliader Dadakan di Tuban : Warga Sedesa Borongi Mobil, Ternyata Ini Durian Runtuhnya

Dalam rekaman video, tampak salah satu pelaku turun menghampiri motor yang menjadi target.

Namun tak lama kemudian, seorang satpam kafe menyambangi pelaku.Aksi dipergoki satpam, pelaku langsung melarikan diri.

Meski sempat dikejar, akhirnya kedua pelaku berhasil kabur.

Satpam benama Heri (53) itu menuturkan, saat kejadian ia sedang bertugas.

Baca juga: Insiden Mengerikan di Depan Bandara Solo : RX King Hantam Mobilio, Pengendara Bersimbah Darah

Mengetahui kedatangan dua orang dengan gelagat mencurigakan, Heri pun mendatanginya.

"Mereka mau ngambil motor Beat merah.

Milik karyawan sini juga," kata Heri, Selasa (16/2/2021).

Menurut Heri, saat itu pelaku mengintimidasinya secara verbal.

Heri mengungkapkan, satu pelaku sempat melontarkan ancaman.

"Saya tembak kamu, saya tembak," kata Heri, menirukan ucapan pelaku.

Meski begitu, Heri tak gentar.

"Cuma bilang gitu.

Kalau pistolnya saya gak lihat," kata Heri.

Baca juga: Potret FX Rudy Copoti Lukisan Bung Karno hingga Megawati, Jelang Pensiun Jadi Wali Kota Solo

Heri menjelaskan, posisi motor yang disasar pelaku berada di parkiran depan kafe.

Saat itu kondisi parkiran motor belum begitu ramai.

Hanya ada tiga unit sepeda motor yang terparkir pada pagi tersebut.

"Yang mau diambil motornya parkir agak pinggir," kata Heri.

Heri menyatakan, pemilik motor tidak melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.

"Karena gak jadi hilang, makanya dia (pemilik motor) tidak buat laporan," imbuh Heri.

Baca juga: Viral Ibu Datangi Wisuda Anak Tanpa Alas Kaki, Reaksi Putranya Tersenyum Bangga Jadi Sorotan

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana mengimbau masyarakat untuk selalu waspada.

Menurut dia, tugas seorang satpam di tempat usaha cukup efektif menekan kasus pencurian sepeda motor.

"Saat ini kami juga sedang berupaya untuk melakukan ungkap kasus curanmor berdasarkan dari laporan korban yang kami terima," kata Resky. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Satpam Kafe Ini Tak Gentar meski Diancam Akan Ditembak, Pencuri Motor pun Kabur,

https://jateng.tribunnews.com/2021/02/17/satpam-kafe-ini-tak-gentar-meski-diancam-akan-ditembak-pencuri-motor-pun-kabur?page=all

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved