Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Kondisi Kantor PAN Sukoharjo Pasca Amien Rais Deklarasikan Partai Ummat : Masih Normal Seperti Biasa

Kondisi kantor DPD Partai PAN Sukoharjo dalam keadaan tertutup, dan tak ada penjagaan.

TribunSolo.com/Agil Tri
Kondisi kantor DPD PAN Sukoharjo yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (1/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kondisi kantor DPD Partai PAN Sukoharjo dalam keadaan tertutup, dan tak ada penjagaan.

Meskipun begitu, kantor yang berada di Jalan Jenderal Sudirman itu terlihat tak mengalami perubahan meski saat ini baru muncul Partai Ummat.

Menurut LO DPD PAN Sukoharjo Lukman Hakim, akitivitas di kantornya hanya dilakukan untuk kegiatan kepartaian.

"Aktivitas seperti rapat di kantor masih dilakukan," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (1/5/2021).

"Kalau tidak, ya paling saya yang jaga di sana," imbuhnya.

Dia menuturkan, aktivitas PAN selama ini masih berjalan normal meski ada pandemi Covid-19.

Baca juga: Ada Amien Rais di Balik Partai Ummat, PAN Karanganyar Yakin Tak Ada Perpecahan & Pembelotan Kadernya

Baca juga: Puji Amien Rais Setinggi Langit, Tokoh Asal Solo Mudrick Sangidu : Partai Ummat Ancam Perpecahan PAN

"Ya kalau ada kegiatan kepartaian, kita tetap terapkan protokol kesehatan," ujarnya.

"Pada intinya situasi pandemi tidak mengurangi aktivitas kepartaian PAN," imbuhnya.

Saat disinggung apakah ada penjagaan khusus saat munculnya partai Ummat, Lukman mengatakan tidak ada.

"Aktivitas di kantor masih normal, dan seperti biasa," jelas dia.

Tak Khawatir

Sementara itu Ketua DPD PAN Sukoharjo, Sunoto yakin kadernya tidak akan menyebrang ke Partai Ummat yang dikomando Amien Rais. 

"Kami menyolidkan kader tidak hanya saat ada partai baru saja, termasuk Partai Ummat," kata dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (1/5/2021).

"Kami sudah melakukan mensolidkan kader secara terus menerus, dalam waktu yang lama," aku dia.

"Jadi tidak mendadak," ujarnya menekankan.

Baca juga: Respons Waketum PAN Terkait Munculnya Partai Ummat: Kami Tidak Gelisah Galau Merana

Baca juga: Ini Ridho Rahmadi : Meski Menantu Amien Rais, yang Usul Jadi Ketum Partai Ummat Ternyata Orang Lain

Hingga saat ini, dia meyakini kader-kadernya di PAN Sukoharjo hingga pengurus ditingkat ranting masih solid sehingga tidak tergiur Partai Ummat.

Berbagai cara dilakukan PAN untuk tetap mensolidikan kader dan pengurus PAN Sukoharjo.

Seperti melakukan kegiatan yang positif, menjaga silahturahmi, dan sebagainya.

"Kemarin kami sudah lakukan Musda, dan tidak ada permasalahan," ucapnya.

"Insya Allah kami semua solid," imbuhnya.

Dia tak memungkiri jika Partai Ummat dengan PAN memiliki segmentasi yang sama, baik ideologi partai maupun basis pemilihnya.

Oleh karena itu, PAN Sukoharjo tetap melakukan manuver politik agar mereka tidak kehilangan suara.

"Dengan bertambahnya partai baru berbasis Islam, bisa saja menggerus partai Islam yang sudah ada," jelasnya.

"Ini tugas kita untuk menjaga kepercayaan dari masyarakat," ujarnya.

Dia meminta seluruh kader dan pengurus PAN untuk tetap setia dan konsisten untuk berjuang.

"Ya di bawah arahan PAN," harap dia.

Baca juga: Puji Amien Rais Setinggi Langit, Tokoh Asal Solo Mudrick Sangidu : Partai Ummat Ancam Perpecahan PAN

Baca juga: Respons Waketum PAN Terkait Munculnya Partai Ummat: Kami Tidak Gelisah Galau Merana

Puji Amien Rais

Tokoh Mega Bintang Mudrick SM Sangidu memuji Amien Rais yang berani mendeklarasikan Partai Ummat.

Mudrick yang juga Eks Koordinator Relawan Prabowo-Sandi Solo Raya mengaku, menilai berdirinya Partai Ummat ini lahir dari inisiasi tokoh hebat.

“Amien Rais adalah tokoh yang sangat luar biasa dan inisiator berpengaruh dengan inisiasi mengusung partai baru ini,” kata dia kepada TribunSolo.com (1/5/2021).

Bahkan dia memprediksi hadirnya Partai Ummat yang dibuat mantan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, akan menggoyah partai lain karena bakal besar dengan orang-orang berpengaruh di dalamnya.

Rhido Rahmadi yang ditunjuk sebagai Ketum Partai Ummat saat deklarasi Kamis 29 April 2021 bersama pendiri Partai Ummat ada Amien Rais.
Rhido Rahmadi yang ditunjuk sebagai Ketum Partai Ummat saat deklarasi Kamis 29 April 2021 bersama pendiri Partai Ummat ada Amien Rais. (TribunSolo.com/Istimewa)

Sebut saja selain Amien Rais, ada Neno Warisman, MS Kaban hingga Ustaz Ansufri Idrus Sambo yang selama ini dikenal dekat dengan kubu Prabowo saat Pilpres 2019.

"Besar kemungkinan dan pasti ada perpecahan (PAN)," terang dia.

Menurutnya melihat dari dari prinsip gebrakan yang dilakukan Amien Rais banyak yang mendukung dan menjadikan kiblat untuk melawan kedzoliman.

Mengingat lanjut dia, banyak partai pokitik yang beroposisi dan pro kepada pemerintah, sehingga Amien menginisiasi partai baru.

“Saya rasa umat Islam kritis dan mulai tertarik, bagus juga ya," aku dia.

Baca juga: Tak Gusar Amien Rais Resmi Dirikan Partai Ummat, PAN Sragen Sambut Sukacita, Sebut Bisa Kolaborasi

Baca juga: Ada Amien Rais di Balik Partai Ummat, PAN Karanganyar Yakin Tak Ada Perpecahan & Pembelotan Kadernya

Ke Muhammadiyah Berlabuh?

Disamping itu Mudrick melihat potensi dengan berdirinya partai anyar ini akan membuat gusar simpatisan dan kader partai lainnya yang satu ideologi.

“Mungkin dari pihak simpatisan, kader atau warga Muhammadiyah banyak yang pro dan mendukung inisiatif Amein Rais,  termasuk politisinya," papar dia.

“Ke depan saya prediksi partai ini akan membesar dan saya bertaruh banyak pengikut sebelumnya dari Partai PAN mengikuti jejak Amein Rais,” ujarnya.

Terlebih selain menjadi tokoh reformasi dan salah satu pendiri PAN, Amien Rais menurut dia salah satu tokoh muslim dan pernah jadi orang nomor satu di Muhammadiyah.

“Masa Muhammadiyah kan banyak, misal Partai PPP (P3) ada umat Nahdiyin, pasti banyak nanti ke depan yang turut mengembangkan lahirnya partai ini,” katanya.

Akhir kata, Mudrick mengaku mengucapkan selamat kepada Amien Rais dengan partai barunya dan tetap memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Bukan hanya mendukung, saya mengucapkan selamat kepada Partai Ummat, semoga sukses terus,” harap dia.

Ketua Umum Partai Ummat

Ridho Rahmadi menjadi sosok muda yang disorot kamera karena jabatan barunya sebagai Ketua Umum Partai Ummat.

Namanya terus meyeruak pasca deklarasi yang dipimpin Amien Rais.

Lantas siapakah Ridho Rahmadi?

Rhido merupakan ahli IT kelahiran 13 April 1985 yang merupakan menantu Amien Rais sendiri.

Amien dikenal sebagai pendiri sekaligus aktor deklarasikan Partai Ummat.

Sosok Ridho Rahmadi begitu ramah dan murah senyum.

Pria bergelar doktor dari Radboud University, Nijmegen, Netherlands itu mengaku siap menakhodai partai berlambang perisai bintang itu.

Rhido Rahmadi yang ditunjuk sebagai Ketum Partai Ummat saat deklarasi Kamis 29 April 2021 bersama pendiri Partai Ummat ada Amien Rais.
Rhido Rahmadi yang ditunjuk sebagai Ketum Partai Ummat saat deklarasi Kamis 29 April 2021 bersama pendiri Partai Ummat ada Amien Rais. (TribunSolo.com/Istimewa)

Baca juga: Partai Ummat Solo: Kantornya Belum Terlacak di Google, Adanya Akun Twitter

Baca juga: Amien Rais Deklarasi Partai Ummat, Reaksi PAN Solo : Bukan Pecahan PAN, Kita Nasionalis Bukan Agamis

Tribun Jogja mendapat kesempatan mewawancarai pria berusia 36 tahun tersebut secara eksklusif di ruang kerjanya, yakni Lompleks Pendopo Amien Rais Jalan Pandean Sari, Condongcatur, Kabupaten Sleman.

Senyum ramah Ridho menyambut tim redaksi Tribun Jogja pada Jumat (30/4/2021) siang.

Meski menjadi Ketum Parpol termuda di Indonesia, Ridho begitu sapaan akrabnya sangat percaya diri menjawab satu persatu pertanyaan dari Tribun Jogja.

Berikut petikan wawancara wartawan Tribun Jogja, Miftahul Huda dengan Ketua umum Partai Ummat Ridho Rahmadi:

Bagaimana proses penunjukan Anda menjadi Ketua Umum Partai Ummat?

Ketika partai ini mau dibangun, saya sudah niat mau mebantu Bapak (Amien Rais). Sempat pulang study (dari luar negeri) itu saya ikuti Bapak. Saya lalu bikin platform digital yang servernya milik kami sendiri, aplikasi polling berbasis IT, dan aplikasi survei saya sudah bikin untuk internal partai.

Lalu selanjutnya?

Waktu makin dekat perlu kepengurusan definitif. Muncul masukan dari Majelis Syuro Ustaz Ansufri Idrus Sambo yang mengusulkan nama saya ke forum Majelis.

Saat itu, apakah ada negosiasi kebatinan yang panjang untuk menerima penunjukan sebagai Ketua Umum Partai Ummat?

Beliau menyodorkan nama saya tidak ada negosiasi. Batin dan jasmani saya juga kaget. Sempat syok karena saya ditugaskan di IT dan ditunjuk jadi Ketum. Tapi saya niatkan Bismillah...saya siap.

Baca juga: Ada Partai Ummat, PAN Solo Siapkan Pemecatan Anggotanya yang Pilih Bergabung

Baca juga: Amien Rais akan Bertemu Habib Rizieq dalam Waktu Dekat, Ada Agenda Lobi Minta Dukung Partai Ummat?

Bagaimana respons orang-orang dekat, termasuk kawan di luar negeri setelah tahu saat ini sebagai Ketum Partai Ummat?

Mereka tidak ada masalah, semuanya positif. Bahkan teman SMP yang dulu jarang komunikasi sekarang mulai sambung lagi.

Bagaimana Anda akan membawa Partai Ummat?

Saya fokus dua hal ini, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Pertama terminologi investasi politik. Jadi itu terkait masuknya generasi muda ke kancah politik. Generasi muda ini sebagian Generasi Z.

Kemudian saya berangkat dari keprihatinan, karena kebanyakan anak muda makin ke sini, semakin tidak peduli dengan situasi bangsa.

Fokus yang kedua, terminologi investasi IT. Dan Artificial Intelligence (AI) kebetulan ini bidang yang saya dalami beberapa tahun lalu.

Saat ini negara telah mengintegrasikan pembangunan berkonsep IT. Akan tetapi pembangunan tersebut hanya sekedar sebagai pusat informasi saja.

Jika integrasi IT yang dikombinasikan dengan AI, bukan tidak mungkin jika hal itu mampu mendongkrak perekonomian bangsa.

Lebih jauh lagi bahkan bisa kami arahkan ke sistem pertahanan kelas dunia. Dan nyambung kapal selam KRI Nanggala 402 belum lama tenggelam. Sehingga secara konteks global negara kita bisa jadi referensi global.

Bagaimana pembentukan kepengurusan Partai Ummat di daerah-daerah?

Pemilu terdekat 2024, apabila sesuai jadwal yakni pada April. Artinya Partai Ummat masih memiliki waktu 2 tahun 6 bulan.

Itu artinya tahun ini kira-kira Oktober pendaftaran parpol menjadi badan hukum. Jadi kami bergegas untuk submit ke Kemenkumham bulan depan.

Strategi mengarungi pesta demokrasi bagaimana?

Overall optimis. Papua Barat melaporkan hampir 100 persen kabupaten sudah siap. Tentu strateginya percepat komunikasi pembentukan DPW ke bawah, kelengkapan dokumen begitu ready langsung bergerak.

Sudah berapa persen persiapannya?

Yang jelas sangat cepat, khususnya DIY cepat, Papua juga. Paling cepat DIY.

Target suara 2024 setelah SK Kemenkumham turun dan kiprah di pesta domokrasi pertama seperti apa?

"Kalau SK Menkumham sudah, daftar pemilu masuk dengan jarak dua tahun dengan proyeksi program-program riil Bismillah (hasil pemiliu) dua digit (persen). Itu optimisme sekaligus target kami.

Untuk menepis adanya isu persaingan dari partai terdahulu yang didirikan Amien Rais yakni PAN, bagaimana?

Saya pribadi tidak melihat itu sebagai isu. Saya melihat itu bukan masalah. Silakan bersaing sehat, konsep, dan berlomba mencari kebaikan. Dan Bapak itu orangngya begitu lembaran lama ditutup ya sudah, fokusnya lembaran yang baru.

Baca juga: Istana Bereaksi soal Isu Jokowi Presiden 3 Periode, Sebut Amien Rais Cuma Lontarkan Teori Konspirasi

Baca juga: 2 Pekan Jelang Lebaran, Perbatasan Karanganyar-Magetan Sepi, Wisatawan Swafoto di Jembatan Bancolono

Bagaimana meyakinkan para kader agar tidak terjebak pada fokus persaingan dengan PAN?

Kemarin kami tidak boleh sibuk mencari kesalahan pihak lain. Kami harus sibuk mencari konsep dan relefansi untuk ke depan.

Apakah Partai Ummat membidik kalangan muda?

Saya pikir fondasi religius ini makna secara luas. Memang demografinya ada kalangan anak muda, dan jika digabungkan dengan yang berpengalaman akan menjadi sebuah energi yang besar.

Konsolidasi pengurus di tengah pandemi bagaimana?

Selama ini intens komunikasi via zoom. Meski saat ini butuh bukti fisik untuk pengurusan administrasi di Menkumham. Tapi bisa diatasi.

Satu kata untuk Partai Ummat?

IT adalah salah satu faktor penciriannya. Tapi saya berharap lebih. Saya harap dengan IT bisa lebih mudah diterima Generasi Z.

Cara menggaet generasi milenial masuk ke Partai Ummat bagaimana?

Saya terbayang sosmed menjadi media terbesar. Dan paling besar masyarakat Indonesia main di YouTube. Ada 80 juta sekian. Saya akan berangkat lewat konten hukum berupa Podcast Rakyat.

Seperti apa konsepnya?

Jika kemenkumham lancar saya akan konsolidasi internal menyapa akar rumput tulang punggung partai. Mungkin akan memulai dari Papua. Itu membahas isu masyarakat dari sumbernya, dan background langsung di mana itu sumbernya.

Selain DIY, Papua termasuk wilayah diunggulkan Partai Ummat. Bagaimana ceritanya?

Bapak sangat konsern dengan Papua. Dan jangan salah konten beliau selalu memasukkan Papua, termasuk di buku terakhir yang beliau tulis ada satu bab tersendiri yang membahas soal Papua. Saya pikir masyarakat di sana (Papua) tahu persis figur Bapak.

Jadi saya pikir jika ada orang yang menilai kepemimpinan Bapak telah usang kok kurang tepat. Karena dari deklarasi kemarin mereka datang berjuang karena Bapak.

Sebagai penegasan, kapan target pengurusan partai beres?

Ini sekaligus mohon doa, kami mentrgetkan Insya Allah akhir Mei atau awal Juni. Tapi kan yang menilai dokumen itu bukan kami. Itu hanya target submit dari kami.

Deklarasi Partai Ummat

Partai Ummat besutan Amien Rais akhirnya secara resmi telah dideklarasikan, Kamis (29/4/2021).

Acara tersebut ditayangkan di akun YouTube Amien Rais Official pukul 13.00 WIB. 

Tampak dari tayangan itu, Amien Rais beserta tokoh-tokoh yang hadir menyanyikan Indonesia Raya sebagai pembukaan acara. 

Dalam kesempatan itu, Tribunnews.com melihat kehadiran dari Neno Warisman, Ridho Rahmadi, Tasniem Rais hingga Ustaz Ansufri Idrus Sambo. 

Deklarasi dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Amien Rais pun memberikan sambutan berkaitan dengan Partai Ummat, partai terbarunya setelah ia tidak lagi berada di kapal Partai Amanat Nasional (PAN).

“Partai Ummat bersama anak bangsa lainnya akan bekerja, berjuang dan berkorban apa saja untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan di Indonesia,” ungkap Amien.

Baca juga: DPD PAN Solo Yakin Para Kadernya Tidak Akan Menyeberang ke Partai Ummat Buatan Amien Rais

Baca juga: Elite PAN Tak Yakin Akan Ada Bedol Desa Kadernya ke Partai Ummat Bentukan Amien Rais

Dalam deklarasi, Amien dan sejumlah anggota partai terlihat mengenakan kemeja dan jas berwarna hitam lengkap dengan aksen garis berwarna kuning keemasan.

Untuk anggota perempuan, mereka memadukan jas hitam itu dengan hijab warna kuning keemasan juga.

Di jas masing-masing anggota, terdapat lambang Partai Ummat berupa bintang yang berada di dalam kontak.

“Kami sadar, menegakkan kebajikan dan memberantas keburukan, memobilisasi dan menegakkan keadilan serta menumpas kezaliman butuh ketekunan dan ketangguhan,” katanya.

Ia juga menekankan, bahwa setiap ibadah yang dilakukan setiap anggota Partai Ummat didedikasikan hanya untuk Allah SWT.

“Kami yakin, semua mekanisme demokrasi dan konstitusi kita lebih dari cukup untuk melakukan kebaikan dan perbaikan nasional. Sehingga, kita tidak perlu cara ekstra parlementer dan ekstra konstitusional,” tandasnya.

Susunan Pengurus

Dalam kepengurusan, Amien Rais mengemban jabatan Ketua Majelis Syuro.

Selain Amien, di Dewan Majelis Syuro, ada juga MS Kaban sebagai Wakil Ketua I, Habib Thalib Segaf Adjufri menjadi Wakil Ketua II dan Ansufri Idrus Sambo sebagai Sekretaris.

Di Dewan Pengurus Pusat, politisi muda Ridho Rahmadi ditunjuk menjadi Ketua Umum.

Dia didampingi oleh Sekretaris Jenderal yang diisi oleh Ahmad Muhajir Sodruddin.

Sementara, untuk Bendahara Umum Partai Ummat adalah Benny Suharto.

Kursi Wakil Ketua Umum (Waketum) I diduduki oleh Agung Mozin, Waketum II adalah Sugeng dan Waketum II

Ketiganya merupakan politisi senior di Indonesia yang sebelumnya pernah berada di kapal Partai Amanat Nasional (PAN).

Baca juga: Partai Ummat Tak Jamin Bikin Eksodus Kader PAN, Pengamat Politik UNS : InI Bukan Zamannya Amien Rais

Baca juga: Respons PPP terhadap Partai Ummat Besutan Amien Rais: Ujiannya di Pemilu, Apakah Laku atau Tidak?

Dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Jogja, Agung Mozin mengatakan acara deklarasi Partai Ummat ini juga dilaksanakan di daerah.

“Yang mengharukan, kader partai di daerah urunan untuk membiayai acara mereka masing-masing. Mereka bantingan untuk bikin spanduk, seragam partai, kaus sampai makanan buka puasa,” katanya.

Ia mengaku optimis Partai Ummat memiliki masa depan yang baik di tengah kondisi politik yang tidak menentu saat ini.

Agung juga mengklaim elektabilitas Partai Ummat mencapai 1,5 persen sebelum dideklarasikan.

Dalam acara deklarasi, terlihat Buni Yani yang merupakan korban UU ITE beberapa waktu lalu terlihat ikut bergabung dengan Partai Ummat.

Selain Buni, tampak juga Neno Warisman, aktris tahun 1980-an yang kini aktif menjadi aktivis keadilan.

Cerita penunjukan Ridho

Agung Mozin membeberkan cerita dibalik penunjukkan Ridho Rahmadi sebagai ketua umum Partai Ummat. 

Agung menceritakan bahwa Ridho ditunjuk ketika mengikuti pertemuan di Hotel Grand Keisha Yogyakarta.

Ridho disebut tak bisa menolak panggilan itu meski selama ini fokus untuk berkhidmat dalam bidang teknologi informasi.

“Tetapi pangggilan mulia untuk berjuang melawan kezaliman dan menegakkan keadilan ini tidak bisa saya tolak,“ kata Ridho yang diceritakan oleh Agung, dalam keterangannya, Kamis (29/4/2021). 

Agung mengungkap pula latar belakang Ridho. Ridho disebutnya mendapatkan dua gelar master dalam bidang artificial intelligence (kecerdasan buatan) dari Czech Technical University di Praha, Republik Ceko dan Johannes Kepler University di Austria.

Setelah menyelesaikan PhD-nya di Belanda, Ridho sempat menjadi peneliti tamu di Carnegie Mellon University, AS.

Ridho aktif mengajar di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta sebelum bergabung dengan Partai Ummat. 

Namun sekarang dia mengundurkan diri untuk memenuhi peraturan yang berlaku.

Baca juga: Amien Rais Deklarasikan Partai Ummat dengan Tiga Kali Pekik Takbir

Di sisi lain, Agung mengatakan ditunjuknya ahli teknologi informasi Ridho Rahmadi adalah keputusan yang sangat tepat dari Majelis Syuro. 

Sebab, kata dia, partai politik sekarang memerlukan kepakaran dalam bidang ini untuk bisa bersaing dengan partai lain.

“Kita harapkan Mas Ridho membuatkan kita beberapa aplikasi yang berguna untuk pemenangan Partai Ummat,“ kata Agung.

Tidak cuma itu, Agung menambahkan usia Ridho yang masih milenial merupakan daya tarik tersendiri yang menjadi pertimbangan.

“Insya Allah Mas Ridho akan mampu menggaet sesama milenial untuk masuk Partai Ummat. Mereka mempunyai aspirasi, keinginan dan cita-cita yang sama. Mas Ridho sangat pas,“ kata Agung.

Dalam politik, kata Agung, integritas dan kapabiliitas saja tidak cukup. 

“Namun lebih dari itu, loyalitas kepada partai juga sangat penting. Insya Allah semua kriteria di atas sudah ada pada Mas Ridho," tandasnya. 

Majelis Syuro Partai Ummat

Ketua: Muhammad Amien Rais

Wakil Ketua I: MS Kaban

Wakil Ketua II: Thalib Aldjufri

Sekretaris: Ansufri Idrus Sambo

Dewan Pengurus Pusat Partai Ummat

Ketua Umum: Ridho Rahmadi

Wakil Ketua Umum I: Agung Mozin

Wakil Ketua Umum II: Sugeng

Wakil Ketua Umum III: Chandra Tirta Wijaya

Sekretaris Jenderal: Ahmad Muhadjir Sodruddin

Bendahara Umum: Benny Suharto (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Susunan Pengurus Partai Ummat: Amien Rais Ketua Majelis Syuro, Menantunya Jadi Ketua Umum

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Ketum Partai Ummat Ridho Rahmadi Siap Gandeng Anak Muda via Sosmed

Penulis: Agil Tri
Editor: Mardon Widiyanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved