Berita Sragen Terbaru
Kondisi Jalan Perbatasan Sragen - Ngawi Sepi H-2 Lebaran, Ini Potretnya
Kondisi jalan perbatasan Sragen - Ngawi, Jawa Timur terpantau sepi H-2 Lebaran ini, Selasa (11/5/2021).
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Dia mengatakan, Boyolali mengikuti aturan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Tengah terkait larangan mudik.
Baca juga: Klaster Imam-Takmir di Sragen Meninggal Akibat Corona, Total 13 Orang Tertular, Semua Tanpa Gejala
Baca juga: Belasan Pemudik Diturunkan dari Bus di Exit Tol Boyolali, Jalani Swab Test Antigen
"Kami melarang masyarakat perantau asal Boyolali untuk mudik di tahun ini," kata Said kepada TribunSolo.com, Selasa (4/5/2021).
Said mengatakan, pelarangan mudik bagi perantau juga demi kesehatan seluruh pihak.
Kemudian dia meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan.
"Saran kami untuk saudara yang berada di luar kabupaten Boyolali, untuk tidak mudik," ujar Said.
"Ini bukanlah menolak, tetapi kami menyanyangi seluruh masyarakat Boyolali maupaun perantau asal Boyolali," imbaunya.
Belasan Pemudik Pulang
Sebanyak 12 pemudik terjaring penyekatan Polres Boyolali di Pintu Exit Tol Boyolali, Selasa (4/5/2021).
Mereka diminta turun dari bus dan langung jalani swab test antigen di tempat.
Wakapolres Boyolali Kompol Afrian Satya Permadi mengatakan, langkah tersebut untuk memutus penyebaran Covid-19.
Baca juga: Selain Penyekatan, Polisi Klaten Sosialisasi Larangan Mudik dengan Bagikan Masker ke Pengendara
Baca juga: Meski Bawa Surat Sehat, Pemudik Nekat Pulang ke Sragen Tak Bisa Lega, Tetap Wajib Swab Test Ulang
"Kami menurunkan 12 penumpang yang bertujuan ke Boyolali untuk dilakukan tes swab antigen dan bus yang mereka tumpangi untuk putar balik menuju pintu masuk tol," ucap Afrian, kepada TribunSolo.com, Selasa (4/5/2021).
Afrian mengatakan, dari operasi tersebut terdapat 3 bus dan 1 mobil travel yang diminta putar balik.
Hasil swab test antigen acak ke- 12 penumpang tersebut dinyatakan negatif.
"Setelah dinyatakan negatif, mereka diperbolehkan pulang dan kami minta untuk menelepon keluarganya di rumah," pungkasnya.
Sementara itu, salah satu pemudik dari Jakarta bernama Nitto mengatakan, ia berniat pulang kampung ke Mojosongo, Boyolali lebih awal sebelum larangan mudik Lebaran resmi diberlakukan pada 6-17 Mei 2021.
Baca juga: Senyap, Seribu Lebih Pemudik Curi Start Sudah di Rumah, Tiba di Sukoharjo Hindari Larangan 6-13 Mei
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/suasana-jalan-di-depan-pospam.jpg)