Berita Solo Terbaru
Ada Aksi Dukung Palestina di Gladak Solo Hari Ini, Massa Bakar Bendera Israel
Himpunan Masyarakat Solo (Hamas) menggelar aksi dukungan untuk Palestina di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Gladak, Jumat (21/5/2021).
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Himpunan Masyarakat Solo (Hamas) menggelar aksi dukungan untuk Palestina di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Gladak, Jumat (21/5/2021).
Humas Hamas, Endro Sudarsono mengatakan, aksi tersebut dalam bentuk tausiah dan penggalangan dana untuk Palestina.
"Kami mendukung Pemerintah Indonesia melaksanakan kewajiban konstitusional yaitu berkaitan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan," kata Endro.
Baca juga: DPRD Karanganyar Kritik Bupati Juliyatmono Soal SE Galang Dana untuk Palestina: Perlu Dievaluasi
Baca juga: Bupati Karanganyar Terbitkan SE Bantu Palestina, Wakil Ketua DPRD dari PKB : Saya Rasa Kurang Tepat
Endro berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan lobi bilateral untuk menghentikan aksi Israel terhadap Palestina.
"Kami mengutuk penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina," kata Endro.
Dari pantauan TribunSolo.com, massa aksi tiba di lokasi Gladag sekira pukul 13.30 WIB.
Sejumlah mobil bertoa dan kertas-kertas dukungan Palestina dibentangkan. Orasi-orasi disampaikan.
Baca juga: Sebanyak 163 Negara Dukung Palestina, Ini Daftar 15 Negara Lain yang Tak Mau Mengakui Kedaulatan
"Kami sudah izin kepolisian. Massa 50 sampai 60 peserta. Kami tetap menjalankan protokol kesehatan mengingat Solo masih dalam masa pandemi Covid-19," ucapnya.
Massa sempat melakukan teatrikal saat aksi mendukung Palestina di Gladak.
"Ada aksi orasi dan teatrikal terhadap bendera Israel. Dibakar," ujarnya.
Bupati Karanganyar Keluarkan SE Galang Dana Palestina
Serangan tak manusiawi Israel kepada warga Palestina menyentuh hati masyarakat Indonesia.
Tak terkecuali Bupati Karanganyar, Juliyatmono.
Bahkan orang nomor satu di Bumi Intanpari itu, menyerukan kepada warga terutama kepada ASN untuk memberikan dukungan kepada Palestina.
Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk moril saja, namun juga penggalangan dana secara nyata.
Wujud penggalangan dana juga diwujudkan dalam bentuk surat edaran yang diberikan kepada segenap jajarannya.
"Ayo kita gotong royong bantu Palestina, tidak hanya masyarakat Karanganyar tapi juga Indonesia," katanya kepada TribunSolo.com, pada Selasa (18/5/2021).
“Saat ini kebutuhan pokok bagi rakyat Palestina sangat terganggu. Untuk itu, kita akan galang dana dan kita sumbangkan kepada rakyat Palestina," harapnya.
Juliyatmono mengungkapkan bahwa seruannya untuk membantu Palestina sudah sesuai dengan jalur konstitusi UUD 1945.
"Ini amanat dalam pembukaan undang-undang 1945, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan," tegasnya.
Baca juga: Punya Bos Kaesang, Persis Solo Tempati Mess Mewah di Hotel Berbintang, Fasilitas Lengkap Wifi & Spa
Baca juga: Viral Pengorbanan Pria Asal Klaten Jual Rumah Demi Bantu Palestina, Ternyata Begini Kisah Dibaliknya
Dirinya juga mengimbau, bahwa Indonesia sebagai negara non blok tidak boleh terprovokasi dengan invasi Israel tersebut sehingga melakukan tindakan yang di luar kendali.
"Tidak boleh terprovokasi, dan jangan mudah terpancing amarah, tunjukkan bahwa Indonesia negara aman damai dan santun," jelasnya.
Bahkan seruannya dilakukan saat apel hari pertama masuk ASN pasca libur lebaran hiingga kini viral di posting di banyak medsos.
Jual untuk Palestina
Kisah seorang warga asal Klaten yang hendak menjual rumah demi membantu kondisi masyarakat Palestina viral di media sosial.
Sosok pria ini adalah Trianto, warga Indonesia yang rela jual rumah demi bantu Palestina.
Baca juga: Pengakuan Trianto yang Jual Rumah Demi Bantu Palestina: Saya Tak Paham Politik dan Zionis
Pria berusia 47 tahun itu berencana menjual rumahnya yang ada di Banyuwangi, Jatim, untuk membantu warga Palestina.
Trianto jujur alasannya hanya karena kasihan dengan korban kekejaman Israel.
Dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com, Trianto adalah warga asal Klaten, Jawa Tengah.
Trianto mengatakan, yang dilakukannya murni karena kemanusiaan.
Trianto tergugah karena anak-anak dan warga sipil menjadi korban akibat konflik Israel dan Palestina yang berkepanjangan.
Dia menegaskan bahwa yang dilakukan tidak ada hubungannya dengan politik.
"Ini murni rasa kemanusiaan. Saya tak paham politik, zionis, dan lain-lain. Jadi kemanusian karena ada anak-anak menjadi korban konflik, saya kasihan," kata dia, saat dihubungi, Minggu (16/5/2021).
Uang yang akan disumbangkan yakni 50 persen dari hasil penjualan setelah dipotong pajak, fee mediator, dan tanggungan saat pembangunan sebesar Rp 100 juta.
Baca juga: Kisah Pria di Banyuwangi Jual Rumah Seharga Rp 750 Juta, Hasilnya akan Disumbangkan untuk Palestina
Rumah adat Osing Banyuwangi
Rumah miliknya berkonsep rumah adat Osing Banyuwangi dengan luas tanah 230 meter persegi.
"Rumah induknya sederhana dengan konsep rumah adat suku adat Osing di Kemiren. Ada teras, ruang tamu, meja makan, dan tempat tidur," kata dia.
Rumah tersebut sempat ia huni pada 2018 sebelum pindah tugas kerja ke Malang, Jawa Timur.
Saat dia pindah ke Malang, rumah itu disewakan kepada wisatawan.
Ditawar Trianto mengatakan, harga tersebut masih bisa turun tergantung kesepakatan dengan pembeli.
Dia mengaku sudah dihubungi seorang pembeli yang menawar seharga Rp 500 juta.
"Untuk menanyakan perihal rumah sudah banyak dan sudah ada yang menawar Rp 500 juta," kata dia.
Baca juga: Cerita Pak Beo 29 Tahun Menjual Kue Putu di Sragen, Mulai Jual Pikulan Sampai Bisa Beli Mobil
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar Christina Aryani sangat menyayangkan meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Palestina yang berujung pada jatuhnya korban terutama dari masyarakat sipil.
Menurutnya, penting bagi kedua belah pihak untuk menahan diri guna mencegah eskalasi konflik meningkat menjadi perang terbuka.
"Kami mengapresiasi langkah Pemerintah yang mengupayakan dorongan penyelesaian melalui berbagai lini, termasuk melalui Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestines (CEIRPP) dimana Indonesia adalah wakil ketuanya, melalui Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan juga Gerakan Non Blok," ujar Christina, kepada wartawan, Minggu (16/5/2021).
"Dorongan upaya penyelesaian ini perlu terus dilakukan dengan maksimal guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban di kedua belah pihak," imbuhnya, dikutip TribunJatim.com dari Tribunnews.
Selain itu, Christina menyoroti kondisi dimana Israel saat ini juga tengah mengalami permasalahan internal, dimana pasca pemilu Maret lalu, Perdana Menteri Netanyahu gagal membentuk koalisi pemerintahan.
Presiden Reuven Rivlin telah menunjuk legislator Yair Lapid, ketua Partai Yesh Atid (Future Party) untuk membentuk koalisi pemerintahan dalam rentang waktu kurang dari 28 hari.
Christina menilai hal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri akibat fragmentasi partai politik di parlemen.
"Kegagalan membentuk koalisi pemerintahan akan memaksa Israel kembali melaksanakan pemilu legislatif kelima sejak tahun 2019. Sejauh yang kami pahami, Lapid mendukung dilakukannya negosiasi dengan Palestina serta akan solusi dua negara (two-state solution) yang kami juga percaya menjadi satu-satunya jalan mengakhiri konflik kedua negara," jelas Christina.
Lebih lanjut, Christina juga menerima kabar dari KBRI Amman yang mencatat terdapat total 11 WNI di Palestina dimana 9 orang berada di Jalur Gaza dan 2 orang di Tepi Barat.
"Mereka dalam kondisi baik, meski tetap selalu waspada terhadap perkembangan situasi keamanan, mematuhi himbauan bepergian kecuali untuk kepentingan mendesak, serta senantiasa menjalin komunikasi dengan KBRI kita," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Pengorbanan Trianto Jual Rumah Demi Bantu Palestina, Jujur Tak Paham Zionis, 'Murni', Banjir Tawaran,
Himpunan Masyarakat Solo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/massa-aksi-dukungan-palestina.jpg)