Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Ini Pak Tono,Tukang Tambal Ban Asal Boyolali yang 2 Tahun Batal Berangkat Haji, Akui Tetap Bersyukur

Di Kabupaten Boyolali ada seorang bapak yang menjadi tukang tambal ban akan menunaikan rukun Islam ke lima, tetapi ditunda.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
Tribunsolo.com/Mardon Widiyanto
Anantono bin Mangun Sujud (51) yang merupakan warga Dukuh Kembangsari RT 2, RW 1 Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali menjadi calon haji, Jumat (4/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Tukang bubur naik haji biasa kita mendengarnya, bahkan ada di berbagai daerah.

Tapi di Kabupaten Boyolali, ada seorang bapak yang menjadi tukang tambal ban akan menunaikan rukun Islam ke lima.

Dia bernama Anantono bin Mangun Sujud (51), warga Dukuh Kembangsari RT 2, RW 1 Desa Nepen, Kecamatan Teras.

Namun harapan untuk memeluk ka'bah terpaksa tertunda lagi, karena Kementerian Agama (Kemenag) meniadakan haji 2021.

Lantas bagaimana cerita perjuangan naik haji dari sosok si tambal ban itu?

Baca juga: Kisah Tukang Tambal Ban Asal Boyolali, Nabung untuk Haji dari Tahun 1998, Kini Batal karena Pandemi

Baca juga: Ibadah Haji 2021 Dibatalkan, 753 Jemaah di Boyolali Batal Berangkat Meski Sudah Daftar 9 Tahun Lalu

Ya, ternyata perjalanan untuk menuju Mekkah Al Mukaromah tidak mudah.

"Keinginan naik haji, mulai nabung tahun 1998, saat itu masih sopir truk pelabuhan," kata dia mengawali cerita dengan TribunSolo.com di rumahnya, Jumat (4/6/2021).

Ternyata keinginan lama-kelamaan terealisasi saat 2002 ia berhenti dari sopir truk kemudian banting setir menjadi tukang tambal ban.

Nah selama bertahun-tahun ia menabung untuk naik haji, ada rintangan ternyata tahun 2009 isterinya mengalami kecelakaan, sehingga menunda pendaftaran pada 2010.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved