Breaking News:

Daripada Kenakan PPN Pada Sembako, Pengamat Ekonomi UNS Lebih Sarankan Optimalisasi BUMN

Pengamat ekonomi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Retno Tanding mengatakan pemerintah bisa mengoptimalkan Badan Usaha Milik Negara (BUM

Editor: Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Endarti, salah satu pedagang kebutuhan pokok di Pasar Gede, Solo, Senin (17/4/2017) 

TRIBUNSOLO.COM - Sejumlah pihak keberatan dengan rencana pemerintah yang akan memberikan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sembako.

Pasalnya, pemerintah dinilai masih bisa mencari solusi lain untuk meningkatkan pendapatan negara ketimbang mengenakan PPN pada sembako.

Hal itu diungkapkan pengamat ekonomi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Retno Tanding.

Retno menyebut, pemerintah bisa mengoptimalkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menambah pendapatan negara.

BUMN, jelas Retno, merupakan satu dari tiga pilar ekonomi yang termaktub dalam konstitusi UUD 1945.

"Keberadaan BUMN seharusnya menjadi salah satu penguat, menjadi pilar ekonomi Indonesia," ungkap Retno dalam program diskusi Panggung Demokrasi Tribunnews, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Geger Wacana Pajak Sembako, Ekonom Kwik Kian Gie : Kenapa Tidak Fokus ke Pandemi Dulu ?

Baca juga: Heboh Kabar Sembako Bakal Kena Pajak, Ditjen Pajak Akhirnya Ungkap Alasan Pemerintah Lakukan Ini

Baca juga: Geger Wacana Sembako Bakal Kena Pajak, Dahlan Iskan: Untung Dokumen PPN Sembako Ini Bocor

Retno menyebut, harus diakui dari sekian banyak BUMN, belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi Indonesia.

"Kalau kita bicara jumlah dan penyertaan modal yang ada di dalamnya, kalau kita bicara beberapa saat yang lalu, sempat muncul berita tentang ketidakelokan pengelolaan BUMN-BUMN di Indonesia," ungkap Retno.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin AK.

Amin menyebut seharusnya pemerintah bisa mencari sumber pendapatan lain di luar PPN dari sembako dan pendidikan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved