Berita Klaten Terbaru

Cegah Penularan Corona Varian Delta, Menko Perekonomian Minta Warga Isolasi 5 Hari

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja Kecamatan Jatinom, Klaten, pada Sabtu (19/6/2021).

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Agil Trisetiawan
TribunSolo.com/Rahmat Jiwandono
Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menaiki kendaraan pengangkut sampah yang diberikan untuk Kecamatan Jatinom, Klaten, Sabtu (19/6/2021). 

Ia kemudian mencari-cari informasi soal modal usaha.

Itu dilakukannya, salah satunya melalui media sosial instagram.

Baca juga: Hanya di Colomadu Karanganyar, Rumah Dipasangi Stiker Merah Putih : Tandanya Masih Isolasi Mandiri

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 17 Telah Ditutup, Catat Pengumuman & Cara Mengecek Lolosnya

Tahun 2020, didapatinya informasi tentang program Pra Kerja yang dicetuskan Presiden Jokowi.

Dimana para pendaftar mendapat insentif Rp 2,4 juta sebagai modal usaha.

Ikutlah ia mendaftar. Anisa harus menguras keringatnya.

"Saya tertarik ingin menambah pengetahuan dan membangun ekonomi keluarga," kata Anisa kepada TribunSolo.com saat acara dialog Menko Perekonimian Airlangga dengan Penerima Kartu Prakerja di Alila Hotel Solo, Jumat (18/6/2021).

Ia menyisihkan waktunya setelah bekerja untuk mendaftar belum juga masalah jaringan yang kadang ada kadang tenggelam.

Itupun tidak sekali jadi. Tiga kali Anisa harus mendapat penolakan. Namun, itu tidak menggoyahkan niatnya.

Dicobalah pendaftaran pra kerja gelombang ke-empat dan mimpi Anisa untuk mendapat modal usaha tercapai.

Empat pelatihan diikutinya di antaranya, cara berjualan melalui media sosial, cara membuat kopi, cara untuk membuat foto produk, dan tutorial make up dasar.

"Sore hari setelah pulang kerja, saya langsung cari spot internet yang bagus supaya bisa ikut pelatihan," kata Anisa.

Pelatihan itu memberikan tantangan bagi Anisa. Ia harus mencari cara agar dirinya bisa memahami penjelasan pembicara.

"Awalnya agak kebingungan, kemudian menggunakan aplikasi mengubah suara jadi teks supaya bisa memahami," tutur dia.

"Selain itu juga membaca gerak bibir," tambahnya.

Baca juga: Curhatan Warga Boyolali Terdampak Tol Solo-Jogja : Proyek Berjalan, Tapi Kini Belum Dapat Ganti Rugi

Baca juga: Hercules Remote Made In Boyolali Bikin Kagum : Dibuat 2 Pria Lulusan SMA, Dibanderol Rp 5 Juta

Meski begitu, Anisa tetap menghadapi tantangan.

Penjelasan yang terlalu cepat narasumber menjadi satu diantaranya.

"Penjelasan terlalu cepat, aplikasi kadang tidak bisa mengimbangi. Harus lihat prosesnya secara visual," ucapnya.

Bila dirinya kebingungan dengan penjelasan. Anisa memanfaatkan fitur chat yang ada di aplikasi.

"Untuk bisa lebih memahami, biasanya coba untuk praktik sendiri," ujarnya.

Anisa berharap ke depan ada fasilitas subtitle supaya Sahabat Tuli bisa optimal dalam pelatihan.

"Sebenarnya lebih baik ada substitle. Semisal tidak ada penerjemah bahasa isyarat, masih bisa mengikuti dengan melihat langsung di monitor," ucapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved