Berita Sragen Terbaru
Kesaksian Tetangga Warsidin Sragen : 20 Tahun Hidup Berdampingan dengan Buaya, Antara Takut & Tidak
Tetangga Warsidin, pria yang memelihara buaya sejak 20 tahun silam hingga berubah menjadi besar tak pernah berkeluh kesah.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Tetangga Warsidin, pria yang memelihara buaya sejak 20 tahun silam hingga berubah menjadi besar tak pernah berkeluh kesah.
Meski bertahun-tahun hidup bertentangga dengan buaya di lingkungan Desa/Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
Salah satunya dirasakan Mehdi.
Rumahnya hanya berjarak belasan meter dari lokasi buaya dipelihara.
"Antara takut dan tidak, tidaknya karena puluhan tahun tidak mengganggu orang," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (25/6/2021).
Diakui Mehdi, kadang merasa was-was jika sewaktu-waktu buaya yang kini seberat 3 kuintal tersebut keluar dari kandangnya.
"Takutnya, kalau tiba-tiba lepas dari kandang," singkatnya.
Mehdi sewaktu kecil, sering menengok buaya yang dipelihara pensiunan tentara tersebut.
Baca juga: Kisah Petugas Pemakaman Jenazah Terinfeksi Covid-19 di Wonogiri, Susuri Sungai Bopong Peti 140 Kg
Baca juga: Cerita Kapten Warsidin dan Buaya Kesayangannya di Sragen : 20 Tahun Bersama, Kini Harus Berpisah
"Dulu waktu saya masih kecil, sering menengok buayanya, tapi sekarang sudah nggak," jelasnya.
Bahkan Mehdi mengaku terkejut, lantaran ukuran buaya saat ini sudah sangat besar.
"Dulu masih kecil banget, kemarin lihat sekarang sudah gede banget," kata dia
Menurutnya, buaya tersebut tak banyak bertingkah, baik saat kecil hingga sekarang.
"(Buayanya) nggak ganas sih," aku dia.
Diserahkan ke BKSDA