Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo Terbaru

Kisah Halima, Bos Bubur Ayam Jakarta H5 Kawasan UMS: 10 Tahun Berjuang, Sekolahkan Anak Jadi Dokter

Dibalik kelezatan Bubur Ayam Jakarta H5 yang terletak di kawasan kampus 4 UMS menyimpan banyak kisah pemiliknya yang menginspirasi.

Penulis: Iqbal Fathurrizky | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Iqbal Fathurrizky
Bubur Ayam H5 di Jalan Garuda Mas no 24 Ruko 5 kawasan kampus 4 UMS, Kelurahan Karangasem Laweyan, Kota Solo, Senin (9/8/2021) 

Masyarakat Kota Solo tentu tidak asing dengan bagi-bagi bubur samin saat ramadan seperti ini. 

Namun, warga sepertinya harus tetap bersabar menahan kangen mencicipi rasa bubur samin.

Sebab, tahun ini Takmir Masjid Darussalam Jayengan, Solo tidak membagikan bubur samin yang legendaris itu.

Ketua Takmir Masjid Darussalam Jayengan, Muhammad Rosidi Muhdo mengatakan, tahun ini mereka tidak membagikan bubur terlebih dahulu.

Baca juga: Hari Pertama Puasa, Warga Berebut Bubur Samin Khas Banjarmasin di Masjid Darussalam Jayengan Solo

Baca juga: BERITA FOTO - Pembagian Bubur Samin di Masjid Darussalam Jayengan

Hal ini sama seperti Ramadan tahun lalu, saat pandemi corona.

Dia mengatakan, bubur khas masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan sudah ada dari tahun 80an.

Biasanya puluhan warga akan terlihat memenuhi halaman Masjid Darussalam di Jalan Gatot Subroto, Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo

Namun, tahun ini berdasarkan konsultasi dengan pihak kepolisian, tidak mengadakan bagi-bagi lagi seperti tahun kemarin.

"Disarankan untuk tidak dilakukan dulu (tahun ini)," ungkap Muhammad Rosidi Muhdo dikonfirmasi TribunSolo.com pada Minggu (11/4/2021) lalu.

Baca juga: Setiap Hari Masjid Darussalam Sediakan 1.000 Porsi Bubur Samin Sebagai Sajian Berbuka Puasa

Padahal, pada ramadan sebelum pandemi corona, panitia bisa menghabiskan 50 kilogram beras setiap harinya.

Itu dimasak menjadi 1200 porsi bubur.

Yang dibagi 200 porsi untuk takjil buka bersama di Masjid Darussalam.

Sedangkan 1000 porsi untuk dibagikan kepada masyarakat umum.

"Pembagian bubur itu karena pada 1965, langgar dirobohkan dan diganti dengan bangunan masjid ini," ungkapnya.

"Kemudian di 1985 panitia takmir masjid berikrar akan memberikan bubur samin ini dengan gratis kepada masyarakat umum sebagai rasa syukur," lanjutnya.

Baca juga: VIDEO - Wakil Wali Kota Solo Menyayangkan Keberadaan Bubur Samin, Kenapa?

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved