Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali Terbaru

Banyak Sapi Terpapar PMK, Mentan : Kebutuhan 1,7 Juta Ekor untuk Idul Adha Dipastikan Tak Terganggu

Jelang hari raya kurban, sapi-sapi Indonesia malah kena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Tri Widodo
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melihat langsung kondisi sapi yang terpapar PMK di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Jumat (13/5/2022) 

Terbukti, dari 15 sapi ini seluruhnya sudah membaik lagi dan saat ini dalam proses pemulihan.

Syahrul juga meminta agar dilakukan validasi dan faktualisasi data, apakah ternak yang mati dikarenakan PMK.

Menurutnya, data ternak terpapar di Jawa Timur mencapai 2 ribuan sapi dan 33 mati.

“Ternyata setelah diverifikasi tidak semua sapi yang mati dikarenakan PMK,” pungkasnya.

Sapi Boyolali Kena PMK

Sebagian besar hasil uji laboratorium terhadap 15 ekor sapi dari Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Boyolali sudah keluar.

Uji laboraturium itu dilakukan setelah 15 ekor sapi itu mengalami gejala klinis Penyakit Mulut dan kuku (PMK).

Kepala Disnakkan Boyolali, Lusia Dyah Suciati menyatakan berdasarkan hasil uji laboraturim di Balai Besar (BB) Veteriner Wates terhadap 15 ekor sapi, 10 ekor sapi dipastikan terpapar PMK.

Baca juga: Penyakit Mulut dan Kuku Teror Belasan Sapi di Boyolali, Apa Itu Virus PMK? Simak Gejalanya

Baca juga: Di Karanganyar, Menko PMK Muhadjir Effendy Ungkap Alasan Hapus Cuti Bersama Nataru

Namun, lima sapi lainnya diduga juga terkena PMK karena gejalanya sama.

“Yaitu, suhu tubuh tinggi, nafsu makan berkurang, keluar lendir terus menerus dari mulut dan ada luka di bagian lidah,” kata Lusia, Rabu (11/5/2022).

Untuk itu, pihaknya mengingatkan para peternak lainnya agar lebih waspada.

Jika mengetahui sapi miliknya memiliki gejala seperti disebutkan tadi, maka peternak diharapkan segera menemui dokter hewan terdekat untuk memeriksa sapinya.

Baca juga: Antisipasi Masuknya Virus Antraks di Klaten, 6.000 Dosis Vaksin Disuntikkan ke Hewan Ternak

Selain itu, pihaknya bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Boyolali melakukan sosialisasi terhadap para pedagang sapi baik lewat medsos maupun secara langsung ke Pasar Hewan.

“Kami sudah lakukan sosialisasi di Pasar Hewan Karanggede. Untuk sementara para pedagang tidak mengambil ternak sapi dari wilayah Jawa Timur. Pasalnya, di wilayah tersebut awal mula munculnya PMK pada ternak sapi,” tambahnya.

Sementara itu, untuk kondisi 15 ekor sapi juga sudah membaik.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved