Berita Karanganyar Terbaru

Pekerjaan Linmas di Karanganyar Kurang Diminati Anak Muda, Satpol PP : Dianggap Tak Ada Prospek 

Sebanyak 80 persen dari ribuan Satuan Perlindungan (Linmas) Masyarakat di Kabupaten Karanganyar masuk kategori warga lanjut usia

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
ILUSTRASI : Para anggota Linmas Kabupaten Karanganyar, Jateng. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Sebanyak 80 persen dari ribuan Satuan Perlindungan (Linmas) Masyarakat di Kabupaten Karanganyar masuk kategori warga lanjut usia (lansia), dan nyaris tak ada muda mudi yang mau bergabung. 

Minimnya kategori muda-mudi di Linmas Kabupaten Karanganyar, karena dianggap tiada prospek pekerjaan itu yang membuatnya minim diminati.

Kasi Linmas Satpol PP Karanganyar, Toni Setiawan minimnya muda-mudi bergabung ke dalam Linmas karena tidak ada honor standar dan bersifat sukarela.

"Enggak ada honor standar, bahkan saat bergabung, sudah diberitahu bahwa ini pengabdian masyarakat, secara sukarela, anak muda sekarang mana mau kerja begini," kata Toni kepada TribunSolo.com, Jumat (17/6/2022).

Baca juga: Senangnya Ari Jadi Linmas Diangkat Gibran, Usai Viral Tukar Sepatu Demi Susu Anak, Segini Gajinya

Baca juga: Akhir Cerita Bayi Dibuang di Karanganyar : Kini di Pelukan Ibunya, 50 Orang yang Antre Batal Adopsi

Toni mengatakan anggota Linmas direkrut desa/kelurahan.

Dia menjelaskan Satpol PP sekadar melakukan pembinaan satuan. 

"Artinya, seluruh hak dan kewajiban anggota langsung berurusan dengan kepala di kantor desa/kelurahan tempatnya dipekerjakan," ucap Toni.

Dia mengatakan tiada prospek masa depan pada pekerjaan ini dilihat dari honor minim. 

Bahkan jauh di bawah upah minimum kabupaten (UMK). 

Sebagian anggota yang tanpa diupah, mengerjakan tugasnya secara sukarela.

“Sebenarnya Linmas itu garda terdepan di wilayah, mereka rajin patroli malam, membantu pengamanan saat hajatan warga dan juga mengamankan lingkungan,” tutur Toni.

Tiada honor tetap bagi anggota Linmas, lanjut dia, tidak berlaku di daerah lain. Ia menyebut Kota Surakarta yang dipimpin Gibran Rakabuming Raka, menggaji anggota Linmas secara layak.

“Di Solo saja, yang saya tahu, anggaran di Bidang Linmas itu sampai Rp20 miliar. Padahal jumlah anggota Linmasnya hanya 800 orang,” katanya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved