Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Klaten Terbaru

Jadi Pelanggan Sate Kambing Tali Roso Klaten, Ganjar Sempat Telepon Pemilik saat Tak Bisa Mampir

Ganjar Pranowo ternyata merupakan pelanggan tetap di Warung Sate Kambing Tali Roso. Ketika tak sempat mampir, Ganjar bahkan menghubungi sang pemilik

Istimewa
Tri Sumarno, pemilik Warung Sate Kambing Tali Roso saat berfoto dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Warung Sate Kambing Tali Roso menjadi salah satu kuliner legendaris di Klaten.

Sang pemilik, Tri Sumarno diketahui telah berpulang Senin (11/7) sore.

Selain rasanya yang enak, pembeda Warung Sate Kambing Tali Roso adalah ukuran dagingnya yang jumbo.

Ditambah dengan cara memasaknya tidak menggunakan tusuk sate dari bambu, melainkan dari jeruji sepeda ontel.

Baca juga: Bupati Klaten Harapkan Warung Sate Kambing Legendaris Tali Roso Diteruskan Pihak Keluarga

Baca juga: Disdik Klaten Soal Laporan Jual Beli Seragam di Sekolah: Itu Tawaran, Tak Ada Paksaan untuk Membeli

Penikmat kuliner ini tidak hanya dari dalam kota Klaten, namun pembeli juga hadir dari luar Klaten.

Selain itu, pembeli juga datang dari berbagai kalangan.

Diantaranya adalah istri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X GKR Hemas; mantan Bupati Klaten Sri Hartini; Bupati Klaten Sri Mulyani hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Adik ipar Tri Sumarso, yakni Jumali (53) mengungkapkan Ganjar merupakan pelanggan tetap.

"Iya Pak Ganjar itu kalau ke Klaten sering mampir buat jajan kesini," ungkap Jumali, kepada TribunSolo.com, Selasa (12/7/2022).

Namun dirinya lupa kapan terakhir Ganjar mampir ke warung.

"Kalau terakhir ke warung saya lupa, tapi itu udah tahun lalu," jelasnya.

Baca juga: Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 12 Juli 2022, Simak Keberangkatan dan Kedatangan di Stasiun Klaten

Baca juga: Kuliner Enak Klaten, Lesehan Pakne Agus: Sambal Terasinya Legendaris, Sudah 28 Tahun Berdiri 

"Cuma belum lama, kemarin waktu beliau ada agenda kesini (Klaten) sempat telpon almarhum kalau enggak bisa mampir karena agenda saat itu cukup padat," ujarnya.

Menurut Jumali, kedekatan Gubernur Jawa Tengah dengan almarhum bukan hal yang asing.

Lantaran keduanya terkadang memang melakukan komunikasi melalui telepon.

Di sisi lain, Jumali mengatakan pengunjung warung sate Tali Roso tidak hanya dari Pulau Jawa saja.

"Pelanggan warung sate ini enggak cuma dari Klaten saja, Jakarta, Bekasi juga ada," terangnya.

"Kemarin sempat dari Bali juga telepon dulu beberapa hari sebelum mampir, pakai motor gede," tambahnya.

Sementara itu Wahyu Hadi Setyawan (29) anak pertama Tri Sumarno mengungkapkan untuk saat ini warung akan tutup beberapa saat lantaran suasana masih berkabung.

Namun dirinya berjanji, kedepannya akan meneruskan kuliner tersebut.

"Insyaa allah nanti akan diteruskan oleh semua keluarga," kata Wahyu.

"Namun untuk kapan bukanya kita masih belum mikir (kapan buka)," pungkasnya.

Bupati Minta Keluarga Teruskan Warung Sate Kambing Tali Roso

Bupati Klaten, Sri Mulyani datang melayat ke rumah duka Tri Sumarno, pemilik Warung Sate Kambing Tali Roso Klaten, Selasa (12/7/2022).

Sri Mulyani berniat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Diketahui, Bupati Klaten tiba di Dukuh Honggojayan, RT 07 RW 03, Desa Titang, Kecamatan Jogonalan, Klaten, sekitar pukul 11.45 WIB.

Kedatangannya disambut hangat oleh keluarga almarhum.

Baca juga: Sate Kambing Tali Roso Klaten Jujugan Pejabat Hingga Ratu Jogja: Ibu Iriana Jokowi Sudah 3 Kali

Baca juga: Tak Akan Jual Motor Pemberian Pemilik Warung Sate Kambing Legendaris Tali Roso,Ini Alasan Adik Ipar

Nampak Sri Mulyani berbincang dengan ayah, istri dan adik ipar Tri Sumarno.

Dalam suasana duka itu, Sri Mulyani berusaha menghibur kesedihan keluarga.

Beberapa kali pelukan diberikannya kepada pihak keluarga.

Kepada TribunSolo.com, Sri Mulyani mengucapkan bela sungkawa yang mendalam untuk keluarga Tri Sumarno.

"Saya ikut berduka cita yang mendalam atas kepergian almarhum," katanya.

"Saya ikut berdoa semoga almarhum Pak Tri husnul khotimah. Untuk keluarga yang ditinggal agar diberi kesabaran dan keikhlasan, agar nantinya tetap bisa melanjutkan cita-cita Almarhum," tambah Sri Mulyani.

Berdasarkan cerita istri almarhum, diketahui almarhum meninggal dengan tak menunjukkan tanda sakit apapun.

"Menurut cerita dari istrinya, almarhum sedo (meninggal) dalam kondisi baik dan sama sekali tidak ada tanda-tanda sakit, malah sempat motong hewan kurban untuk dimasak dan dibagi-bagikan ke saudara dan tetangga," jelasnya.

Baca juga: Sate Kambing Tali Roso Klaten : Sate Raksasa yang Viral, Ini Alasan Kenapa Harus Pakai Tusuk Besi

Baca juga: 23 Sekolah di Klaten Kekurangan Siswa, SMPN 3 Karanganom Hanya Dapat 19 Siswa Baru

Sri Mulyani mengatakan sebelum berpulang, almarhum sempat menyampaikan harapan untuk masa depan putri keduanya.

"Permintaan dari almarhum untuk putrinya, agar segera lulus dan (agar segera) bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang S2," tutur Sri Mulyani.

Bupati Kota Bersinar itu sangat memuji olahan makanan dari tangan almarhum Tri Sumarno.

"Kalau masakannya enak, dengan porsi besar dan rasa masakannya juga khas," akunya.

Meski kini almarhum telah tiada, Sri Mulyani berharap agar kuliner legendaris itu tetap berlanjut, agar warisan yang ada tetap masih bisa dirasakan oleh banyak orang.

"Harapan saya, agar kuliner Sate Tali Roso khas Klaten tetap berlanjut," harapnya.

Sosok yang Suka Menolong

Tri Sumarno, pemilik Warung Makan Sate Kambing Tali Roso Klaten tutup usia di umur 55 tahun, Senin (11/7/2022), sekitar pukul 18.00 WIB. 

Almarhum saat ini disemayamkan di rumah masa kecilnya dulu.

Tepatnya di Dukuh Honggojayan, RT 07 RW 03, Desa Titang, Kecamatan Jogonalan, Klaten

Saat bertandang ke rumah duka, TribunSolo.com ditemui langsung oleh Wahyu Hadi Setyawan (29) yakni anak pertama Almarhum.

Baca juga: Kabar Duka: Tri Sumarno Pemilik Warung Sate Kambing Legendaris Tali Roso Klaten Tutup Usia 

Baca juga: Warga Tumplek Blek Ikuti Takbir Keliling di Prambanan Klaten : Konvoi hingga Bawa Pengeras Suara

"Saat itu saya posisi baru di rumah satunya, saya ditelpon adik. Adik ngasih tahu kalau bapak jatuh, dengar kabar itu langsung saya cepet-cepet kesana," ungkapnya dengan nada lembut. 

"Waktu saya sampai, mobil udah keadaan nyala. Karena waktu itu bapak rencananya mau setor kulit kambing. Tapi saya enggak pedulikan itu, langsung bapak saya bawa masuk dan dibawa ke rumah sakit," tambahnya. 

Saat itu Wahyu tidak mengetahui pasti keadaan ayahnya, yang dia pikirkan hanya memacu kendaraannya agar segera tiba di rumah sakit. 

"Alhamdulilah jalan kemarin lancar, Saya cuma butuh waktu 7 menit untuk sampai lokasi. Tapi saya enggak tahu keadaan pasti bapak masih ada atau enggak," ungkapnya. 

Wahyu mengatakan, sesaat tiba di RSJD Dr RM Soedjarwadi, Klaten, ayahnya dinyatakan meninggal dunia. 

Hingga kini Wahyu dan keluarga mengaku masih terpukul dengan kepergian ayahanda. 

Lantaran sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, tak ada riwayat penyakit serius yang diidap oleh ayahnya. 

Baca juga: Total Hewan Kurban di Klaten 40.925 Ekor : DKPP Terjunkan 15 Dokter dan 45 Mantri untuk Memeriksanya

Baca juga: Kuliner Enak Klaten, Lesehan Pakne Agus: Sambal Terasinya Legendaris, Sudah 28 Tahun Berdiri 

"Bapak enggak ada sakit, beliau sehat terus," jelasnya. 

Dirinya mengungkapkan jika ayahnya adalah suri tauladan di rumah. 

Sosok pemimpin yang tegas namun suka bercanda, selain itu Almarhum dikenal sebagai sosok yang santun dan suka menolong baik dengan keluarga ataupun tetangga. 

"Bapak itu hobinya ngobrol, ketemu sama temen-temen. Rumah itu malah dijadikan basecamp untuk ngumpul. Bapak sering tidur malam hanya karena ngobrol. Tapi Bapak suka dengan kegiatan itu," ungkapnya.

"Bahkan kalau sendiri di rumah kadang suka keluar cuma untuk nyari temen ngobrol," tambahnya. 

Menurutnya almarhum adalah panutan bagi dirinya dan keluarga, sosoknya membanggakan dan tak tergantikan.

Tak banyak kata yang diucapkan oleh Wahyu, namun ada diantara yang sangat membekas.

"Enggak harus jadi seperti bapak, tapi jadi diri kamu sendiri. Saya bangga dengan bapak," ucapnya sambil menyeka air matanya.

Dirinya juga mengatakan sangat berterima kasih kepada warganet atas doa dan dukungan yang diberikan untuk keluarganya. 

"Terimakasih untuk warganet yang sudah mendoakan, saya sangat berterima kasih," pungkasnya. 

Rencananya almarhum akan dimakamnya di Makam Dukuh Saman, Desa Titang, Kecamatan Jogonalan, Klaten pada pukul 13.00 WIB.

Beri Adik Ipar Sepeda Motor

Tri Sumarno, pemilik Warung Makan Sate Kambing Tali Roso meninggal dunia, Senin (11/7/2022) kemarin.

Meski sudah berpulang, kenangan terhadap sosoknya terus terngiang dalam pikiran keluarga, sanak saudara, dan kerabat.

Tak terkecuali Jumali (53), adik ipar Tri Sumarno.

Baca juga: Sosok Mendiang Tri Sumarno, Pemilik Warung Sate Kambing Legendaris Tali Roso Klaten: Suka Menolong

Baca juga: Disdik Klaten Soal Laporan Jual Beli Seragam di Sekolah: Itu Tawaran, Tak Ada Paksaan untuk Membeli

Jumali mengaku teringat perjuangan almarhum dalam membangun warung sate kambing Tali Roso yang kini sudah dikenal khalayak luas. 

"Sebelum dapat lokasi yang sekarang itu, sempat beberapa kali pindah tempat, tapi lokasinya masih di sekitar situ juga," ujarnya, kepada TribunSolo.com, Selasa (12/7/2022). 

Menurutnya, Tri Sumarno adalah sosok pejuang sedari kecil.

Bukan berasal dari keluarga yang kaya raya, almarhum tumbuh menjadi pribadi yang baik dan perhatian dengan keluarga. 

"Dari kecil hingga besar, beliau itu dibesarkan dengan keterbatasan," ungkapnya.

"Tapi saat sudah (sukses) seperti sekarang ini dengan usaha yang sukses tetap tidak lupa dengan keluarga dan tetangga," tambahnya. 

Baca juga: Uniknya Purna Bakti 21 Anggota Polres Klaten, Diarak Keliling Pakai Becak Hias: Simbol Penghormatan

Baca juga: Tugas Terakhir Rohmadi Jadi Panitia Kurban di Klaten : Meninggal Usai Menarik Tali dan Robohkan Sapi

Kenangan lain yang masih melekat di benak Jumali adalah sepeda motor pemberian almarhum.

Almarhum dikatakan Jumali memberikan sepeda motor yang digunakan selama merintis usaha warung makan itu kepada dirinya. 

"Dulu punya motor yamaha 75, sekarang saya simpan. Meskipun motor itu udah enggak saya pakai, tapi enggak boleh dijual," ujarnya.

"Karena itu jadi saksi beliau saat saat berjuang membangun usaha (warung makan)," kata dia. 

Jumali menambahkan sosok Tri Sumarno juga dikenal suka membantu saat orang lain membutuhkan bantuan. 

"Dia itu orangnya entengan (suka menolong), enggak cuma tenaga saja, tapi juga dermawan. Kalau ada kegiatan apapun, saat beliau diminta tolong pasti mau bantu," tegas Jumali. 

"Apalagi kalau ada keluarga yang kesulitan, pasti dibantu," pungkasnya. 

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved