Berita Boyolali Terbaru

Jokowi Sebut Dua Minggu Lagi Harga Telur Turun, Pedagang di Boyolali : Semoga Kembali Normal

Hargatelur ayam negeri di Kabupaten Boyolali masih menembus Rp 30 ribu/kg. Harga itu tertinggi sepanjang sejarah.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Ilustrasi : Harga telur di Kabupaten Boyolali terus melejit. 

Dia yang semula mendapat pasokan telur dari 3 distributor, saat ini hanya dipasok oleh satu distributor saja.

Itupun dibatasi, hanya 2-3 kotak per harinya.

“Permintaan telur kan saat ini stabil. Apalagi beberapa hari lagi, pasti permintaannya meledak. Karena bulan Suro (kalender jawa) sudah selesai,” jelasnya.

Dia pun memperkirakan harga telur masih akan terus naik, seiring semakin tingginya permintaan.

Baca juga: Pedagang Sapi Dapat Angin Segar, Pasar Hewan Jelok Boyolali Bakal Dibuka

Baca juga: Nasib Sopir Truk Pasir di Jalan Jatinom-Boyolali : Dilempar Batu oleh Rombongan Pemotor, Kaca Retak

Eko, pedagang di teras, mengungkapkan hal senada.

“Kemarin saja sudah Rp31 ribu. Kemungkinan juga masih akan terus naik,” jelasnya.

Erfak, salah satu peternak, mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar.

Sebab, produksi telur berkurang akibat populasi ayam yang dikurangi saat puncak Pandemi Covid-19.

“Kalau dulu sebelum pandemi, sehari bisa 50 kotak. Kalau sekarang tinggal 30 kotak,” pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved