Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Wonogiri Terbaru

Meresahkannya Branjang Apung Ilegal di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Dikhawatirkan Rusak Ekosistem 

Keberadaan branjang apung ilegal semakin marak di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri belakangan ini. Dikhawatirkan keberadaannya bakal merusak ekosistem

Istimewa
Branjang apung ilegal yang berada di perairan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Keberadaan branjang apung yang semakin marak itu dikhawatirkan dapat mengganggu dan merusak ekosistem di perairan tersebut. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti 

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Keberadaan branjang apung ikan ilegal di wilayah perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri dikhawatirkan bisa merusak ekosistem yang ada disana. 

Pasalnya alat penangkap ikan yang terbuat dari rangkaian bambu dengan jaring berukuran kecil itu sebenarnya dilarang digunakan.

Sebab ikan kecil bakal ikut terjaring di branjang sehingga populasi bisa terganggu. 

Maraknya keberadaan branjang apung di perairan WGM itu mendapat perhatian dari Komunitas Peduli dan Lindungi WGM, salah satunya Gunawan.

Baca juga: Catat! Ada Wonogiri Summer Camp di Watu Cenik : Bayar Rp75 Ribu, Bisa Naik Paralayang hingga Outbond

Baca juga: Sulit Akses Air Bersih Saat Kemarau, Pengeboran Sumur Diharap Jadi Solusi Warga Giritontro Wonogiri 

Menurut dia, pemerintah pernah menertibkan dan membongkar branjang-branjang ikan yang bertebaran di waduk beberapa tahun lalu.

Namun, alat tangkap ilegal tersebut kini banyak dijumpai di perairan sekitar Kalimati Betal Lawas, Kecamatan Nguntoronadi juga sekitar Kecamatan Baturetno dan Wuryantoro. 

"Jumlahnya banyak sekali. Sampai-sampai, di satu titik lokasi bisa penuh branjang," kata Gunawan, kepada TribunSolo.com. 

Menurutnya, keberadaan branjang itu sangat dirasakan dampaknya dari segi populasi ikan yang dirasakan menurun drastis beberapa tahun ini. 

"Tiga tahun lalu, mancing di pinggir waduk sudah dapat ikan. Sekarang, sewa perahu ke tengah waduk sekalipun sulit dapat ikan," imbuh dia. 

Pihaknya mengkhawatirkan apabila kondisi tersebut terus berlangsung lama. Populasi ikan yang terus menurun dinilai bisa menurunkan minat pemancing untuk datang memancing kesana. 

Dampaknya, kata dia, perekonomian masyarakat sekitar juga menurun, seperti pemilik warung, persewaan perahu, toko pakan dan alat pancing, parkir dan sebagainya.

Selain itu, nelayan-nelayam kecil yang menggantungkan hidupnya di waduk juga terdampak karena pendapatan menurun seiring turunnya populasi ikan. 

Baca juga: Nasib Pelajar asal Wonogiri : Niat Menyalip Kendaraan Lain, Malah Tertabrak Toyota Innova di Nguter

Baca juga: Bawa 24 Pemain Berkompetisi di Liga 3, Skuad Persiwi Wonogiri Janji Bakal Berusaha Maksimal

"Kalau ekosistemnya seperti dulu lagi, pemancing bakal banyak lagi. Efeknya pelaku ekonomi di sekitar WGM juga bisa manfaatnya dari itu. Nelayan tidak dirugikan, komunitas pemancing juga senang," jelasnya. 

Dia mengatakan, apabila keberadaan branjang apung tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, setidaknya bisa ditata dengan aturan misalnya ukuran jaring yang lebih besar. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved