Berita Wonogiri Terbaru
Meresahkannya Branjang Apung Ilegal di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Dikhawatirkan Rusak Ekosistem
Keberadaan branjang apung ilegal semakin marak di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri belakangan ini. Dikhawatirkan keberadaannya bakal merusak ekosistem
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Sementara itu, salah satu pemancing yang enggan disebut namanya mengakui kondisi WGM saat ini jauh berbeda dengan kondisi beberapa tahun lalu.
Namun dia mengaku tidak terlalu merasa dirugikan dengan keberadaan beranjang apung, menurutnya nelayan kecil yang lebih dirugikan.
"Dulu kita nggak perlu sewa perahu cuma mancing di pinggiran WGM sudah dapat banyak. Sekarang, enam bulan belakangan sudah beberapa kali saya sewa perahu itu pun susah," kata dia.
Branjang Ternyata Mampu Raup Cuan
Mungkin cara ini bisa jadi rekomendasi untuk mendapatkan uang.
Caranya adalah berburu ikan dengan alat bernama branjang.
Seperti yang dilakukan sejumlah orang di Waduk Kedung Ombo (WKO) Boyolali.
Branjang ini merupakan sebuah jaring yang dibentangkan membentuk persegi dengan sebilah bambu.
Bambu yang disilangkan untuk membentuk persegi jaring itu kemudian dikaitkan dengan bambu sebagai tiang yang bisa menarik ulur jaring.
Jaring persegi itu lalu diulur dari jembatan ke tengah-tengah air sungai yang mengalir ke WKO.
Secara terus menerus branjang ini ditarik dalam air ke permukaan.
Itu seperti yang dilakukan Ucil.
Warga Desa/Kecamatan Kemusu ini mengaku dengan alat yang simpel dan murah ini cukup efektif untuk menangkap ikan.
Ikan yang kebetulan melintas tepat atas nranjang akan terperangkap.
Baca juga: Modalnya Cuma Aki Bekas, Pria Boyolali Ini Bisa Dapat 2 Kg Belut Liar Per Hari Seharga Rp 80 Ribu
Baca juga: Geger Sungai di Desa Tulas Karangdowo Klaten Berbusa hingga Ikan Mati Mendadak, Ini Penyebabnya
"Jadi pas ada ikan yang lewat, branjang pas saya angkat langsung tertangkap," kata dia saat berbincang dengan TribunSolo.com, Selasa (26/7/2022).