Berita Solo Terbaru

Harga BBM Naik, Empon-empon Justru Ramai-ramai Turun Harga, Ketakutan Ditinggal Pembeli Jadi Faktor

Harga empon-empon justru terjun bebas. Harganya seolah tak terdampak kenaikan harga kenaikan BBM seperti beberapa bahan pokok lainnya

Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin
Parmi (59), salah satu pedagang empon-empon saat melayani pembeli di Pasar Legi Solo, Kamis (22/9/2022). Harga empon-empon justru semakin menurun di tengah kenaikan harga BBM. 

Daging ayam sendiri saat ini berada di kisaran Rp33.000 per kilogram.

Harga relatif stabil tanpa terpengaruh kenaikan BBM.

Sayur Tak Terpengaruh, Cabai Naik Tapi Bukan Gara-gara BBM

Kenaikan harga BBM ternyata tidak membawa pengaruh besar terhadap harga bahan pokok, khususnya di Kota Solo.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pasar Legi Nur Ahmadi, saat ditemui Kamis (22/9/2022).

Bahan pokok yang dipasok oleh petani lokal tidak membuat ongkos transportasi membengkak.

"Naiknya tidak berdampak ke transportasi. Misal pasokan sayur hanya lokal Karanganyar, Boyolali, Wonosobo. Pakai mobil naiknya 30 ribu tidak begitu signifikan," terangnya.

Baca juga: Muncul Aduan di Ulas Solo, Siswa SD Tendang Teman hingga Kencing Berdarah, Begini Penjelasan Dinas 

Baca juga: Cara SMAN 4 Solo Cegah Perundungan ke Sesama Siswa, Latih Toleransi Sejak Dini di Lingkungan Sekolah

Per 22 September 2022 pihaknya mencatat bawang merah berada di kisaran Rp25.000, sementara bawang putih Rp22.000.

Salah satu pedagang, Sugiyem (70) mengaku menjual bawang merah Rp24.000.

Bahkan, beberapa komoditas tercatat mengalami penurunan.

Seperti telur ayam yang sempat mengalami kenaikan sampai Rp33.000 kini turun di angka Rp24.000 per kilogram.

Sedangkan cabai saat ini memang mengalami kenaikan mencapai Rp50.000.

Namun, hal ini ditengarai bukan karena naiknya harga BBM, melainkan karena pasokan yang minim.

Baca juga: Gegara Petani Lebih Pilih Tanam Tembakau, Harga Cabai Rawit Merah di Boyolali Tembus Rp 60 Ribu/Kg

Baca juga: Viral Petani Rusak Tanaman Sendiri karena Harga Sayur Anjlok, dari Rp3.000 per Kg Jadi Rp200 per Kg

"Cabai pengaruhnya dari pasokan. Hasil panen minim, kebutuhan banyak yang punya hajatan, itu pasti ada kenaikan. Fluktuasi dari dulu seperti itu," jelas Nur.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved