Berita Sukoharjo Terbaru
Pasca Kasus Pembunuhan Siswi SMP 'Open BO', Polres Sukoharjo Beri Penyuluhan ke Siswa-siswi SMP
Bermula dari sosial media yang luput dari pengawasan orang tua dan arahan dari sekolahan, siswi SMP di Sukoharjo tewas gegara open BO
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Polres Sukoharjo menggelar penyuluhan kenakalan remaja dan penyalahgunaan media sosial bagi pelajar SMP di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (9/2/2023).
Penyuluhan tersebut dihadiri oleh kepala SMP, Waka Kesiswaan dan guru BK se-Kabupaten Sukoharjo.
Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan bahwa kenakalan remaja saat ini meningkat secara signifikan.
"Bermula hanya kenakalan biasa seperti bolos waktu pelajaran, tidur di kelas bahkan hingga sulit diatur ketika di kelas," ucap Wahyu, kepada TribunSolo.com.
Dikarenakan berawal dari kenakalan biasa di sekolah.
Saat ini banyak sekali siswa-siswi SMP melakukan kenakalan hingga melanggar hukum.
"Ya banyak sekarang kenakalan siswi SMP melanggar hukum, seperti tawuran, membawa senjata sajam, balapan liar dan knalpot tidak standar (bronng)," jelasnya.
Baca juga: Gambaran Prarekonstruksi Pembunuhan Siswi SMP di Sukoharjo: Korban Sempat Melawan, Cakar Pipi Nanang
Baca juga: Open BO Berujung Maut di Sukoharjo, Polisi Dalami Potensi Jaringan Prostitusi di Kalangan Remaja
Selain itu pelanggaran lalu lintas usia SMP sangat banyak dijumpai di Kabupaten Sukoharjo.
"Minggu ini ada 4 orang siswi di Sukoharjo yang meninggal dunia dikarenakan laka lantas," kata Wahyu.
"Sebenarnya usia SMP tidak diperboleh membawa motor, dikarenakan syarat mempunyai SIM dan mempunyai SIM harus mempunyai KTP dengan umur 17 tahun," imbuhnya.
Terbaru, kenakalan remaja hingga membuat siswi SMP di Sukoharjo tewas.
Bermula dari sosial media yang luput dari pengawasan orang tua dan arahan dari sekolahan.
"Kita tahu beberapa pekan ini Sukoharjo digegerkan dengan pembunuhan yang berawal dari Booking Online (BO) melalui aplikasi sosial media," jelasnya.
Dengan banyaknya fenomena-fenomana tersebut, Wahyu memberikan pesan kepada orang tua untuk selalu menjaga para anak-anaknya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.