Bullying Pelajar di Sambungmacan Sragen
Perilaku Bullying Pelajar di Sragen : Tak Hanya Ditendang, Korban Dapat Ancaman Bila Tak Kasih Uang
S tidak hanya menerima kekerasan fisik berupa pemukulan dan tendangan saat mendapat aksi dugaan bullying atau perundungan yang dilakukan A.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
"Kalau ada seperti itu, tolong, kamu punya Bapak disini, lapor Pak Teguh, nanti Pak Teguh yang menindak, Pak Teguh yang akan menangani, korban bilang nggih Pak," jelasnya.
Sementara itu, Teguh mengungkap remaja perempuan pelaku bully ini memiliki permasalahan sosial.
Dimana, saat masih sekolah saja, pelaku sering tidak masuk sekolah.
Baca juga: SOSOK Terduga Pelaku Bullying Pelajar di Sragen : Tidak Sekolah, Mengundurkan Diri Sejak Kelas 2 SMP
Pihak sekolah sempat membujuk dan menasihati pelaku agar bisa sekolah seperti anak-anak lainnya.
Namun, akhirnya pelaku memutuskan untuk mengundurkan diri dari sekolah tersebut.
Jika masih bersekolah, pelaku saat ini masih duduk di bangku kelas IX SMP, satu angkatan dengan korban.
"Memang A itu dari dulu memang bermasalah, tidak pernah masuk sekolah, guru BK sudah kesana, saya kesana, jam 08.00 WIB itu saya bangunkan ya baru bangun," ungkapnya.
"Sudah DO, dalam arti ada surat pernyataan pengunduran dirinya, ditandatangani di atas materai," pungkasnya.
(*)
Respons Dinas Pendidikan Sragen soal Bullying Pelajar di Sambungmacan : Sosialisasi Anti Bullying |
![]() |
---|
SIKAP Siswi Kelas 3 SMP, Korban Bullying Pelajar di Sambungmacan Sragen : Tidak Perpanjang Masalah |
![]() |
---|
Perilaku Bullying Yang Diterima Siswi Kelas 3 SMP di Sragen : Korban Dirundung 3 Kali, Pelaku Sama |
![]() |
---|
MOTIF Aksi Bullying Pelajar di Sragen : Dari Lirikan Mata Hingga Kasih Uang Rp 10 Ribu ke Pelaku |
![]() |
---|
KONDISI Siswi Kelas 3 SMP, Korban Bullying Pelajar di Sragen: Tidak Trauma, Bersekolah Seperti Biasa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.