Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Daerah

Longsor dan Banjir Bandang di Humbang Hasundutan Timbulkan Korban Jiwa, Dua Korban Sudah Dievakuasi

Terjadi longsor bebatuan dengan banjir bandang di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Jum;at (2/12/2023).

Penulis: Tribun Network | Editor: Mardon Widiyanto
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Suasana evakuasi korban longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas, Senin (4/12/2023). Hingga saat ini, proses evakuasi dan pembersihan material masih berlangsung. 

TRIBUNSOLO.COM - Terjadi longsor bebatuan dengan banjir bandang di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Jum;at (2/12/2023).

Akibat kejadian tersebut, terdapat korban jiwa dan kini tengah dilakukan pencarian.

Baca juga: Remaja Putri Tewas Tersengat Listrik di GOR Sudiang Makassar Saat Hujan Deras

Setelah menemukan seorang korban pada Minggu (3/12/2023) atas nama Lia boru Lubis (19), pada hari ini, Senin (4/12/2023), petugas menemukan seorang korban lagi atas nama Oppung Eva Sinambela (78).

Wakil Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan menjelaskan soal penemuan mayat seorang nenek tersebut yang tak jauh dari lokasi hotel yang terdampak longsoran.

Amatan tribun-medan.com, proses evakuasi material masih terus berlangsung. Setidaknya, ada belasan alat berat yang sekarang tengah berada di lokasi.

“Hari ini pada pencarian di hari ketiga, kita tadi menemukan seorang korban lagi dalam bencana di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas. Kita sudah menyerahkannya ke pihak petugas yakni Basarnas,” ujar Oloan Nababan, Senin (4/12/2023).

Bersama tim, ia berada di lokasi dan ikut serta mencari sejumlah korban yang dinyatakan hilang pada peristiwa itu.

Baca juga: Terduga Pelaku Pembunuhan Supir Truk Sawit di Sanggau Diamankan, Polisi: Masih Dalam Pemeriksaan

“Kita memohon agar segera kita temukan lebih dari sepuluh orang lagi. Ditemukan di depan Senior Hotel,” sambungnya.

Ia juga menyampaikan, kondisi jasad yang ditemukan.

Pihaknya telah menyerahkan kepada pihak berwajib sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.

“Sudah ada tanda-tanda bau busuk. Pertamakali harus dibawa untuk forensik dulu lalu diserahkan kepada pihak keluarga,” tuturnya.

Kondisi jasad tertumpuk bebatuan yang berasal dari perbukitan yang dibawa oleh aliran sungai saat hujan deras pada Jumat (2/12/2023) malam.

“Tertumpuk batu-batu juga,” sambungnya.

Hingga saat ini, petugas tengah berada di areal pencarian.

(*)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved