Injeksi Budaya Kerja pada Peserta Didik Tingkat X di SMK N 4 Surakarta
Dengan pembelajaran project based learning, dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis dan terbuka.
Pusporani Hanggono Raras, S.Pd
Menerapkan budaya kerja industri pada peserta didik tingkat X dalam mata pelajaran dasar-dasar kecantikan elemen pelayanan prima khususnya pada penampilan diri seorang terapis.
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini yaitu:
1. Peserta didik kelas X belum menunjukkan penampilan dan komunikasi seorang terapis pada mata pelajaran Dasar-Dasar Kecantikan elemen pelayanan prima dibidang kecantikan
2. Guru belum maximal menggunakan teknologi yang menyenangkan untuk pembelajaran
3. Peserta didik belum melakukan unjuk kerja penampilan seorang terapis
4. Pembiasan budaya kerja belum sesuai standar industri
Adapun peran dan tanggung jawab saya dalam praktik pembelajaran ini yaitu memiliki tanggung jawab dalam mendesain pembelajaran yang kreatif dan inovatif, dan menyenangkan.
Caranya dengan menggunakan model dan media pembelajaran yang tepat dan inovatif, sehingga tujuan dapat tercapai secara efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pelayanan prima dengan tujuan pembelajaran peserta didik mampu menerapkan budaya kerja industri dalam mata pelajaran dasar-dasar kecantikan elemen pelayanan prima khususnya pada penampilan diri seorang terapis.
Tantangan yang dihadapi oleh guru :
1. Tingkat X berada pada masa adaptasi peralihan dari SMP
2. Terbiasa dengan budaya di sekolah sebelumnya
3. Karakter dan kepribadian peserta didik yang belum sesuai dengan standar industri
4. Peserta didik belum melakukan unjuk kerja penampilan seorang terapis
Ada beberapa cara yang ditempuh untuk mengatasi masalah peserta didik diantaranya :
- Membuat kesekapatan kelas yang menunjukkan budaya 5R yaitu Resik, Rawat, Rapi, Rajin, Ringkas
- Guru menerapkan inovasi model project based learning pada materi pelayanan prima
- Menciptakan media berupa LKPD yang menarik
- Guru menciptakan pembelajaran yang menyenangkan
- Peserta didik mampu memahami dan menerapkan budaya 5R dalam kehidupan sehari-hari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pusporani-Hanggono-Raras-SPdi.jpg)