Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Tribun Solo Wiki

Sejarah Sumur Tiban di Boyolali, Kemunculannya Disebut Setelah Wali Menancapkan Tongkat  

Sumur tiban di Boyolali dikabarkan muncul karena seorang Wali menancapkan tongkatnya. Itu karena saat itu tidak ada sumber air.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Pohon beringin besar memayungi Sumur Tiban di Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Rimbunnya pohon beringin dengan akar gantung berada di sebuah tebing sungai, di perbatasan Desa Karangnongko dan Desa Tambak, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Hawa sejuk sangat terasa saat menginjakkan kaki di bebatuan yang ada di bawah akar gantung itu.

Ada dua buah batu besar dengan permukaan datar nan halus.

Sekitar pohon itu juga banyak anyaman bambu yang menjadi nampan untuk membawa sejati.

Tepat di bawah pohon berakar sangat banyak itu terdapat sumber mata airnya.

Warga sekitar menyebutnya sebagai Sumur Tiban.

Dulunya, sumur itu menjadi andalan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air.

Air dari sumber itu dimanfaatkan oleh warga di empat desa sekitar, antara lain Desa Tambak, Karangnongko, Singosari dan Manggis.

Hanya saja, untuk saat ini permukaan air di lubang sumur berdiameter sekitar 1 meter itu tak terlihat.

Baca juga: Sosok Mbah Petruk, Sesepuh PDIP yang Ditemui Ganjar : Pendiri PDIP Klaten, Saksi Sejarah Kudatuli

Dari kisah tutur, Sumur Tiban itu diyakini ada setelah tongkat wali yang ditancapkan.

Kala itu, ada seorang wali yang tengah beristirahat di wilayah tersebut.

Sang Wali yang kehausan tak bisa menemukan sumber air.

Wali itu lalu menancapkan tongkatnya yang kemudian mengeluarkan sumber air.

"Cerita yang berkembang seperti itu," kata Kadus 1 Desa Karangnongko, Maryono.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved