Berita Menarik

Program Bansos Bikin Harga Beras Melonjak, Begini Kata Erick Thohir!

Menteri BUMN, Erick Thohir membantah kenaikan harga beras dipengaruhi karena gencarnya pembagian bantuan sosial (Bansos) akhir-akhir ini.

(Ahmad Zilky/KOMPAS.com)
Menteri BUMN, Erick Thohir 

TRIBUNSOLO.COM - Baru-baru ini muncul isu bahwa program bantuan sosial (Bansos) yang gencar dilakasanakan oleh pemerintah pusat mempengaruhi harga beras di tingkat pedagang melonjak.

Alokasi bantuan sosial pangan tersebut dikabarkan telah membuat stok beras menipis dan pada akhirnya berdampak terhadap ketersediaan komoditas di pasar.

Hal itu juga disebut terpengaruh dengan pihak-pihak yang mengaitkan bansos pangan dengan kegiatan politik pada periode kampanye beberapa waktu lalu.

Namun kabar tersebut langsung dibantah oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menyebut bahwa program yang telah lama dijalankan oleh pemerintah.

Baca juga: Beras Premium Langka dan Harganya Kian Mencekik, Benarkah Gara-gara Bansos? Ini Kata Bapanas

Erick menambahkan bahwa program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan yang masuk ke dalam daftar Keluarga Penerima Manfaat.

Oleh karena itu menurut Erick, tidak ada keterkaitan kenaikan harga beras dengan pembagian bansos.

"Program bansos itu berjalan sudah lama. Jadi saya juga bingung kenapa mesti diributin sekarang gitu, dan saya rasa untuk orang yang tidak perlu ya mungkin gampang bicara," papar Erick saat berada di kawasan Klender, Jakarta Timur, Senin (12/2/2024).

"Tetapi kalau masyarakat yang yang di bawah yang memerlukan, masa kita setop program-program seperti ini," sambungnya.

Baca juga: Kampanye Ganjar-Mahfud, Megawati Ingatkan Warga, Jangan Kesengsem Milih Orang Hanya Dikasih Bansos

Dalam kesempatan tersebut, Erick menegaskan tak pernah memberikan atau menyalurkan bansos pangan atas nama dirinya pribadi atau Kementerian BUMN.

"Kita tidak pernah, saya pribadi tidak pernah melakukan bansos. Tetapi kalau intervensi pasar murah pada saat Covid pun kita melakukan dan tidak ada yang ribut," papar Erick.

"Jadi percayalah kebijakan ini memang diambil untuk melayani masyarakat yang tadi belum mampu," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved