Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Nasional

Beras Premium Langka dan Harganya Kian Mencekik, Benarkah Gara-gara Bansos? Ini Kata Bapanas

Berdasarkan keterangan Bapanas, bantuan pangan beras tidak membebani suplai beras premium di pasaran saat ini.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com / Andreas Chris
ILUSTRASI : beras-beras yang dijual di pasar tradisional Kota Solo. 

TRIBUNSOLO.COM -  Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo merespons soal tudingan bantuan pangan beras pemerintah adalah salah satu penyebab kelangkaan beras premium di ritel modern. 

Berdasarkan keterangan Bapanas, bantuan pangan beras tidak membebani suplai beras premium di pasaran saat ini.

"Sebenarnya kalau bansos itu enggak ada kaitannya sama harga. Tetapi ini memang negara hadir kepada, bukan bansos saya koreksi ya, bantuan pangan beras pemerintah, itu memang ditiadakan dari tanggal 8 Februari sampai 14 Februari 2024 untuk penghormatan kepada pemilu yang dijalankan saat ini."

"Kalau bantuan pangan tidak mempengaruhi itu," kata Arief di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2/2024), seperti dilaporkan tim liputan Kompas TV. 

Baca juga: Puan Maharani Bagi-bagi Beras di Pasar Kartasura, Mengaku dari Uang Pribadinya

Menurutnya, saat ini stok berasa untuk pangan memang mengalami kekurangan.

Hal itu berimbas pada mahalnya harga beras di pasaran.

Meski demikian, Bapanas meyakini pada musim panen pada Maret mendatang, stok beras akan melimpah dan harga kembali turun. 

"Khusus untuk beras, kita berharap Maret 2024 ini produksi kita sesuai dengan BPS itu di atas 34 juta ton. Artinya, bulan Maret kita harapkan harga beras bisa turun sedikit," ujarnya. 

Baca juga: El Nino Hantam Wonogiri, Lahan Rusak & Stok Tak Seimbang, Harga Beras Naik Ikut Sumbang Inflasi

Melansir laman Kompas.tv, Bapanas mengungkapkan pemerintah kekurangan cadangan beras sebanyak 2,4 juta ton selama Januari-Februari 2024.

Hal itu yang menyebabkan harga beras saat ini mahal di pasaran.

Arief menyebut pemerintah akan mengimpor beras untuk mengatasi kekurangan stok.

Kebijakan ini dilakukan pemerintah karena musim panen raya di dalam negeri baru akan terjadi pada Maret 2024. 

"Memang kita perlu beras lebih banyak saat ini. Dan pemerintah menyeimbangkan kekurangan karena tidak dapat tanam akibat El Nino dengan importasi,” kata Arief di Jakarta, Minggu (11/2).

“Januari dan Februari 2024 ini kita kekurangan 2,4 juta ton beras (produksi versus konsumsi),” ungkapnya.

“Walaupun sangat pahit, importasi saat ini harus dijalankan. Mungkin tidak populer saya sampaikan, tetapi harus dikerjakan untuk pemenuhan kebutuhan saat ini,” tambahnya. 

Baca juga: Sidang Mediasi Gugatan Wanprestasi antara Almas & Gibran Cuma Berlangsung 30 Menit, Gibran Tak Hadir

Halaman
12
Sumber: Kompas TV
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved