Pemilu 2024
Abu Bakar Ba'asyir Coblosan Pemilu 2024 di TPS 54 Cemani Sukoharjo
Abu Bakar Ba'asyir saat ini telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 daerah Cemani Sukoharjo.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Abu Bakar Ba'asyir saat ini telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 daerah Cemani Sukoharjo.
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo Divisi teknis penyelenggaraan, Bambang Muryanto mengatakan Abu Bakar Ba'asyir terdaftar sebagai DPT di TPS 54 Cemani.
"Iya (Abu Bakar Ba'asyir masuk di DPT)," kata Bambang saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Selasa (13/2/2024).
"Nanti pencoblosan di TPS 54 Cemani," tambahnya.
Baca juga: Kotak Suara Keliling, Cara KPU Sukoharjo Sasar Pemilih yang Rawat Inap, Ider Setelah Pukul 12.00 WIB
Baca juga: Kaos Capres & Uang Rp 136 Juta Ketua PPK Wonogiri yang Tersandung Kasus Ganja Diserahkan ke Bawaslu
Menurutnya, Abu Bakar Ba'asyir tetap mempunyai hak pilih.
Meski Abu Bakar Ba'asyir sempat menjadi narapidana terorisme.
"Hak pilihnya Ustadz Abu Bakar Ba'asyir kan tidak dicabut," ujar Bambang.
Penjelasan Keluarga
Sebelumnya, Abu Bakar Ba'asyir akan menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2024.
Itu akan menjadi kali pertama menggunakan hak suaranya setelah menghirup udara bebas dari Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat.
Abu Bakar Ba'asyir, untuk diketahui, bebas dari lapas tersebut pada 8 Januari 2021.
Putra bungsu Abu Bakar Ba'asyir, Abdu Rochim atau akrab disapa ustadz Lim membenarkan apabila ayahnya tersebut akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024.
Baca juga: 3 Desa di Boyolali Rawan Erupsi Merapi, Tlogolele Hingga Klakah, Tiap TPS Dijaga 3 Polisi
Baca juga: Gatotkaca Sosialisasi Pemilu, Ajak Warga Sukoharjo Tak Golput, Bagi Jamu Beras Kencur ke Petugas KPU
Abu Bakar Ba'asyir akan mencoblos di TPS dekat rumahnya, yang ada di kawasan Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
"Iya betul, besuk ikut coblosan, insyaallah beliau nyoblos di TPS dekat rumah," ujar dia.
"Agendanya besok Insyaallah mencoblos sekira pukul 08.00 WIB," tambahnya.
Ada pun Abu Bakar Ba'asyir sempat memutuskan golput pada Pemilu 2019.
Abu Bakar Ba'asyir saat itu tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 di Lapas Gunung Sindur.
Itu terjadi karena Abu Bakar Ba'asyir saat itu belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP).
Rekaman Abu Bakar Ba'asyir Dukung Anies
Sebelumnya, beredar sebuah rekaman suara dari pimpinan pondok pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Ustaz Abu Bakar Ba’asyir yang mendukung paslon nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Rekaman yang berdurasi kurang lebih dua menit itu, tersebar di media sosial Tiktok @aniesvisioner.
Berikut transkrip dari rekaman suara Abu Bakar Ba'asyir yang mendukung Anies :
"Pilpres itu bukan ideologi tapi itu adalah alat, maka kalau memang tujuan kita ikut pilpres untuk membela islam itu boleh. Jadi kita perlu mengikuti pilpres ini untuk membela islam, caranya yaitu memilih presiden yang paham islam. Calon presiden tiga itu yang paham islam itu hanya satu yaitu yang nomor satu namanya Anies Baswedan itu yang wajib kita pilih, karena nanti kalau dia terpilih ditakdirkan allah terpilih menjadi presiden Insyaallah dia banyak menguntungkan islam, dia akan berusaha untuk mengatur negara ini dengan hukum-hukum islam semampunya, nah itulah masalah presiden, saya berpendapat bahwa kita harus mengikuti pilpres ini tapi tujuan kita untuk islam bukan untuk mengikuti undang-undang negara, bukan. Tujuannya memanfaatkan pilpres ini untuk kepentingan islam yaitu dengan cara memilih yang paling paham islam yaitu calon presiden nomer satu jadi agar supaya semua umat islam diberitahu itu. Jangan sampai tidak memilih harus memilih tetapi pilih nomor satu, tujuannya kepentingan islam untuk membela islam supaya islam ini tetap terawat dengan baik."
Dukungan Abu Bakar Ba'asyir terhadap Anies juga diperkuat dengan pernyataan putra Abu Bakar Ba’asyir yakni Abdul Rohim.
Baca juga: Gibran Makin Sering Cuti Kampanye, Ketua Fraksi PDIP DPRD Solo Sebut Tugas Wali Kota Terbengkalai
"Iya, betul sekali itu suara beliau," ucap Abdul Rohim saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Senin (15/1/2024).
Lebih lanjut, Lim sapaan akrabnya menjelaskan bahwa alasan Abu Bakar Ba'asyir memilih capres satu, karena menurutnya Anies Baswedan merupakan sosok yang mengetahui islam.
"Ya, beliau mungkin dari hasil yang beliau pantau dari perkembangan isu, gagasan dan sebagainya," katanya.
Hal tersebut ditengarai membuat Abu Bakar Ba'asyir melihat Anies Baswedan sebagai sosok yang dipandang cocok untuk menjadi Presiden Indonesia.
Selain itu, Putra Abu Bakar Ba'asyir itu juga menjelaskan bahwa selama di rumah ayahnya selalu mengikuti perkembangan ketiga capres melalui debat di televisi.
"Beliau kan ya mantau ya selama ini, beliau kan sudah tidak banyak berkegiatan, jadi di rumah banyak mengikuti dari televisi dan dari media-media lainnya, jadi lebih banyak waktu untuk ikut memantau perkembangan isu diantaranya isu debat Capres, beliau juga mengikuti," terangnya.
(*)
Gibran Menyambut Bergabungnya PKS di Koalisi Pemerintah, Soal PDIP Tunggu Keputusan Prabowo |
![]() |
---|
Gagal Dilantik, Caleg dari PDIP Datangi Kantor KPU Lagi dan Minta Tunda Pelantikan DPRD Karanganyar |
![]() |
---|
Anggota DPRD Boyolali Periode 2024-2029 Dilantik, Susetya Kusuma Jadi Ketua Sementara |
![]() |
---|
Jalan Tarso dan Teguh di Pilkada Wonogiri Jateng Makin Terbuka, Golkar Beri Rekomendasi |
![]() |
---|
Blak-blakan Teguh Prakosa Bicara Soal Koalisi di Solo Jateng: Sebut Masih Cair, Bisa Berubah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.