Penyakit Kencing Tikus di Solo

Kasus Kencing Tikus Ternyata Pernah Terjadi di Solo, Tahun 2023 Ada 8 Kasus, 4 Warga Meninggal Dunia

Kasus kematian warga Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo akibat terjangkit virus Leptospirosis dari kencong tikus kini menjadi sorotan

Tayang:
TribunSolo.com / Pexel
Ilustrasi Tikus 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kasus kematian warga Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo akibat terjangkit virus Leptospirosis dari kencong tikus kini menjadi sorotan.

Plt Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Setyowati menerangkan bahwa kasus serupa sempat terdeteksi oleh pihaknya pada tahun 2023 silam.

Bahkan di tahun 2023 silam, dari catatan DKK Solo ada 8 kasus leptospirosis di Kota Bengawan.

Dari delapan kasus leptospirosis tersebut ada 4 warga yang disebut Setyowati meninggal dunia.

"Tahun 2023 ada 8 kasus, 4 orang yang meninggal," ujar Setyowati saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Senin (25/3/2024).

Baca juga: Pasca Kasus Warga Kadipiro Solo Meninggal Akibat Kencing Tikus, Dinas Kesehatan Minta Perketat PHBS

Namun di tahun 2022, Setyowati memastikan tidak ada catatan terkait kasus Leptospirosis di Kota Solo.

Sementara itu, terkait kematian SH (60) warga Kelurahan Kadipiro yang menjadi sorotan beberapa hari ini. Setyowati menegaskan masih belum bisa dipastikan terjangkit virus Leptospirosis atau tidak.

Hal itu diakui Setyowati dari hasil Rapid Diagnotic Test (RDT) korban.

Baca juga: Detik-detik Warga Kadipiro Solo Meninggal Akibat Kencing Tikus, Rasakan Demam, Pusing, dan Mual

"Masih merupakan suspect lepto. Dilihat dari gejala-gejala yang timbul. Hasil awal RDT negatif. Akan dilakukan cek ulang tapi pasien sudah meninggal," terang Setyowati.

Namun demikian pihaknya bekerja sama dengan sejumlah instansi tetap melakukan pencegahan penyebaran virus tersebut saat ini.

"Dinkes dan puskesmas mengintensifkan edukasi masyarakat untuk menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) dan menjaga lingkungan," himbau Setyowati.

Ia pun juga meminta masyarakat untuk segera mengakses fasilitas kesehatan bila merasa ada gejala penyakit yang tidak biasa.

"Mengakses layanan kesehatan apabila ada gejala2 sakit yg tidak bisa diobati secara swamedikasi. Dan masyarakat tidak terlambat membawa ke faskes untuk penanganannya," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved