Penyakit Kencing Tikus di Solo
Pasca Kasus Warga Kadipiro Solo Meninggal Akibat Kencing Tikus, Dinas Kesehatan Minta Perketat PHBS
Dinas Kesehatan Kota Solo mengimbau masyarakat untuk semakin ketat menjaga kebersihan dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kasus SH (60) warga Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari yang meninggal karena diduga terjangkit Leptospirosis menjadi sorotan pemerintah, salah satunya adalah Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo.
Namun demikian, DKK Solo belum menganggap kasus Leptospirosis tersebut sebagai wabah lantaran baru satu orang yang dilaporkan resmi terjangkit virus dari binatang pengerat tersebut.
Plt Kepala DKK Surakarta, Setyowati mengatakan karena yang laporan yang masuk baru perorangan, belum bisa ditetapkan sebagai wabah.
"Kalau wabah itu, lebih dari satu orang, bisa orang terdekat atau keluarga juga mengalami sakit serupa," terang Setyowati, Minggu (24/3/2024).
Setyowati menambahkan, pihaknya saat ini masih menunggu laporan dari hasil penelitian laboratorium terkait kebenaran SH meninggal karena virus Leptospirosis.
Baca juga: Detik-detik Warga Kadipiro Solo Meninggal Akibat Kencing Tikus, Rasakan Demam, Pusing, dan Mual
"Ini kan baru suspect ya, masih dicurigai dari gejala-gejala pasien tersebut. Tapi sampai saat ini walau sudah meninggal, hasil lab darahnya belum dilaporkan ke kita, nanti kalau sudah keluar baru kita tahu pasti," sambungnya.
"Jadi ini ya masih suspect. Sementara ini baru satu untuk tahun ini," tambah Setyowati.
Lebih lanjut Setyowati menjelaskan bahwa Leptospirosis bukanlah penyakit yang muncul karena terjadinya banjir atau genangan air akibat hujan lebat.
Baca juga: Warga Solo Meninggal Terkena Kencing Tikus, Sempat Didiagnosis DB
"Karena terjadi luapan selokan, mungkin selokanya banyak tikus, sehingga kencing tikus ini bercampur air, bakterinya masuk kedalam tubuh manusia," paparnya.
Namun demikian, Setyowati mengimbau masyarakat untuk semakin ketat menjaga kebersihan dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Ya cuci kaki, cuci tangan. Menjaga kebersihan badan. Kemudian kalau punya luka juga harus berhati-hati, tidak dibiarkan, karena salah satu cara bakteri ini masuk ke tubuh melalui luka yang terbuka," imbaunya.
Sementara itu, terkait penyakit yang bermula dari kencing tikus itu disebut Setyowati bukan pertama kali terjadi di Kota Solo.
"Cuma tahun berapa saya lupa, coba saya cek dulu datanya. Tapi pernah juga (Leptospirosis) terjadi di Solo. Cuma ya tahun ini baru satu ini," tutupnya.
(*)
| Kasus Kencing Tikus Ternyata Pernah Terjadi di Solo, Tahun 2023 Ada 8 Kasus, 4 Warga Meninggal Dunia |
|
|---|
| Detik-detik Warga Kadipiro Solo Meninggal Akibat Kencing Tikus, Rasakan Demam, Pusing, dan Mual |
|
|---|
| Kasus Kencing Tikus di Solo, 1 Warga Meninggal, Camat Banjarsari Koordinasi dengan Puskesmas |
|
|---|
| Warga Solo Meninggal Terkena Kencing Tikus, Sempat Didiagnosis DB |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Penyakit Kencing Tikus Tewaskan Warga Kadipiro Solo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Tikus-4.jpg)