Begini Pertolongan Pertama Alergi Obat dari Ringan sampai Berat Menurut Dokter RS JIH Solo

Berbeda dengan efek samping, alergi memberikan dampak ke tubuh secara menyeluruh.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hanang Yuwono
Istimewa
Dokter Umum RS JIH Solo, dr. Yulianna Cahya Nuraini, memberi penjelasan soal alergi obat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dokter Umum RS JIH Solo dr. Yulianna Cahya Nuraini mengemukakan alergi obat bisa membuat gatal-gatal, bersin-bensin, bengkak pada bagian mata dan kulit (angioedema), mata berair (epifora), gangguan saluran cerna, sampai dengan sesak nafas.

Untuk kasus dengan tingkat alergi yang berat, seseorang bisa pingsan akibat hipotensi (syok anafilaktik) sampai dengan kulit melepuh dan mengelupas (seperti pada Steven Johnson Syndrome/SJS dan Toxic Epidermal Necrolysis/TEN).

“Ada beberapa individu yang alergi dengan komposisi obat. Biasanya, awalnya mereka tidak mengetahui kalau ada alergi. Baru diketahui setelah pasien mengkonsumsi obat dan kemudian muncul reaksi alergi yang cepat. Untuk keluhannya bisa dari ringan sampai berat,” jelasnya kepada TribunSolo.com.

Baca juga: Termasuk Silent Disease, Dokter RS JIH Solo Jelaskan Gejala Khas Orang Terkena Penyakit Gagal Ginjal

Berbeda dengan efek samping, alergi memberikan dampak ke tubuh secara menyeluruh.

Alergi juga berbeda dengan tanda gatal lain seperti iritasi. 

Efek samping merupakan sesuatu yang dapat diantisipasi karena sudah ada penelitian terkait hubungan antara kandungan obat dengan sistem organ tubuh dan dapat berkurang seiring dengan berjalannya waktu serta dapat diambil beberapa langkah untuk mengurangi resiko.

Akan tetapi reaksi alergi adalah suatu reaksi yang tidak terprediksi dan tidak diinginkan.

 Cara untuk menghindari reaksi alergi obat tersebut adalah dengan menghentikan konsumsi obat tersebut dan tidak mengkonsumsinya lagi.

Baca juga: Heboh Cuci Darah pada Anak dan Remaja, Dokter RS JIH Solo Jelaskan Penyebab Ginjal Rusak

“Efek samping obat itu bisa pusing, dada terasa berdebar-debar, mual. Kalau alergi berasal dari sistem imunitas tubuh yang bereaksi abnormal terhadap zat kimia yang normalnya tidak berbahaya bagi tubuh. Akibat dari reaksi tersebut adalah peningkatan risiko terjadinya kerusakan jaringan. Pertama pasien bisa merasakan gatal di seluruh tubuh. Kalau di tangan aja berarti bukan alergi. Semakin digaruk semakin bentol,” tuturnya.

Untuk kasus yang parah bahkan bisa membuat hipotensi, pingsan bahkan kulit mengelupas.

“Bisa jadi sesak atau asma muncul. Itu juga tanda alergi. Bersin-bersin mata kemerahan. Kalau lebih parah bisa hipotensi, pingsan, kulit mengelupas,” tuturnya.

Untuk kasus alergi dengan gejala ringan sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk pertolongan pertama pada alergi obat.

Pertama mencatat jenis obat dan komposisinya sehingga tidak lagi mengkonsumsi kandungan yang membuat alergi.

Baca juga: Tips Cara Mencegah Agar Ginjal Tidak Rusak dari Dokter RS JIH Solo, Harus Dilakukan Sejak Usia Muda!

“Kalau keluhan ringan seperti gatal, mata berair (epifora), bersin-bersin, sesak. Pertama mengenali gejala alergi dari obat-obatan. Dicatat nama obat yang diminum apa. Jangan sampai dikonsumsi lagi. Alergi itu bawaan dari imun tubuh. Stop menggunakan obat yang menyebabkan alergi. Kalau ada sisa dosis sebaiknya distop,” jelasnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved