Breaking News
Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kerupuk Telur Asin Karanganyar

Ide Oleh-oleh Karanganyar : Kerupuk dan Keripik Telur Asin WINTA, Camilan Gurih dan Bikin Nagih

Sebungkus kerupuk dan keripik telur asin itu dibanderol dengan harga terjangkau, yakni Rp 15 ribu.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM/Septiana Ayu
Keripik dan Kerupuk Winta (Win Telur Asin) 

TRIBUNSOLO.COM - Kerupuk dan keripik telur asin satu ini bisa kamu jadikan oleh-oleh jika berkunjung ke Kabupaten Karanganyar.

Rasanya gurih dan enak untuk camilan maupun lauk pendamping ketika makan berat.

Sebungkus kerupuk dan keripik telur asin itu dibanderol dengan harga terjangkau, yakni Rp 15 ribu.

Produksi kerupuk dan keripik telur asin ini berlokasi di Dusun Tempel, Desa Popongan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Pemiliknya bernama merupakan Ferry Wahyu Nurparkoso seorang satpam gudang penyimpanan rokok di Gondangrejo, Karanganyar.

Pria bernama lengkap Ferry Wahyu Nurparkoso tersebut berhasil menyulap telur asin menjadi olahan kerupuk dan keripik.

Ferry, sapaan akrabnya, biasanya bekerja sebagai satpam.

Sedangkan sang istri bekerja sebagai tukang cuci pakaian.

Baca juga: Review Kerupuk Telur Asin WINTA Karanganyar : Pembeli Bilang Cocok Jadi Lauk Pendamping Nasi

Ingin dapat pengahasilan tambahan, keduanya putar otak berpikir mencari ide hingga akhirnya memutuskan jadi perajin telur asin pada tahun 2019.

Sayangnya, jadi perajin telur hanya bertahan 6 bulan saja.

Ferry merasa tidak ada perkembangan, karena harga telur asin saat ini masih sekira Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu per butir saja.

"Awalnya saya seorang satpam dan istri saya laundry, kemudian tahun 2019 saya terbesit untuk membuat telur asin, namun 6 bulan berjalan, usaha telur asin dirasa tidak berkembang, maka kami putuskan untuk mencari langkah lainnya," kata Ferry, Rabu (20/11/2024).

Saat itu, Ferry mencari inovasi lain dengan mencari di internet dan menemukan adannya produk olahan telur asin yaitu kerupuk dan keripik.

Setelah mendapatkan ide itu, kemudian dilakukan proses trial dan eror selama seminggu dengan uji coba sebanyak 20 kali.

"Setelah mendapatkan SOP yang benar dan sesuai rasa dan khas sendiri kita langsung perkenalkan ke masyarakat," kata Ferry.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved