Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kerupuk Telur Asin Karanganyar

WIN Telur Asin Popongan Karanganyar: Produsen Camilan Unik Kerupuk Telur Asin, Ide Usaha dari Satpam

Ingin dapat pengahasilan tambahan, keduanya putar otak berpikir mencari ide hingga akhirnya memutuskan jadi perajin telur asin pada tahun 2019.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM/Septiana Ayu
Pemilik Winta (Win Telur Asin) Ferry Wahyu Nurparkoso asal Dukuh Tempel, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Rabu (20/11/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Keripik tempe, keripik singkong, keripik pisang bisa dibilang camilan yang biasa karena banyak yang jualan.

Nah, di Karanganyar ada camilan unik, keripik dari telur asin!

Ya, seorang satpam gudang penyimpanan rokok asal Dukuh Tempel, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, memiliki ide untuk berjualan kerupuk dan keripik telur asin.

Pria bernama lengkap Ferry Wahyu Nurparkoso tersebut berhasil menyulap telur asin menjadi olahan kerupuk dan keripik.

Ferry, sapaan akrabnya, biasanya bekerja sebagai satpam.

Sedangkan sang istri bekerja sebagai tukang cuci pakaian.

Baca juga: Gurihnya Kerupuk Trowolo Khas Sragen : Bahan Baku Hanya Singkong, Jadi Bingkisan untuk Acara Hajatan

Ingin dapat pengahasilan tambahan, keduanya putar otak berpikir mencari ide hingga akhirnya memutuskan jadi perajin telur asin pada tahun 2019.

Sayangnya, jadi perajin telur hanya bertahan 6 bulan saja.

Ferry merasa tidak ada perkembangan, karena harga telur asin saat ini masih sekira Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu per butir saja.

"Awalnya saya seorang satpam dan istri saya laundry, kemudian tahun 2019 saya terbesit untuk membuat telur asin, namun 6 bulan berjalan, usaha telur asin dirasa tidak berkembang, maka kami putuskan untuk mencari langkah lainnya," kata Ferry, Rabu (20/11/2024).

Saat itu, Ferry mencari inovasi lain dengan mencari di internet dan menemukan adannya produk olahan telur asin yaitu kerupuk dan keripik.

Setelah mendapatkan ide itu, kemudian dilakukan proses trial dan eror selama seminggu dengan uji coba sebanyak 20 kali.

"Setelah mendapatkan SOP yang benar dan sesuai rasa dan khas sendiri kita langsung perkenalkan ke masyarakat," kata Ferry.

Baca juga: Produksi Gatot dan Kerupuk Trowolo di Sragen Tak Pernah Merugi : Pandemi Justru Raup Cuan

Ferry mengatakan produk kerupuk dan keripik telur asin yang dibuatnya sudah dijual di Solo Raya hingga wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved