WAWANCARA EKSKLUSIF

Gamelan Bikinan Pengrajin asal Desa Wirun Sukoharjo Mendunia, Masuki Pasaran Jepang Hingga Kanada

Selain itu negara-negara di lingkup Asia juga banyak yang memesan gamelan bikinan pengrajin Desa Wirun, misalnya saja Singapura, Malaysia dan Jepang

Tayang:
TribunSolo.com
Gamelan yang dibuat oleh pengrajin asal Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Gamelan merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Indonesia.

Dikenal sudah muncul sejak ribuan tahun lalu, saat ini gamelan menjadi salah satu budaya adiluhung yang dimiliki nusantara.

Salah satu gamelan terbaik di dunia berasal dari tangan pengrajin asal Desa Wirun yang terletak di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Di sana, gamelan bukan hanya menjadi warisan leluhur yang sarat akan makna.

Para pengrajin gamelan disana menghasilkan gamelan terbaik di dunia. Buktinya, gamelan bikinan empu disana sudah dikirim ke berbagai penjuru dunia.
 
"Bapak kemarin kirim ke Toronto, Kanada. Itu kemarin baru satu bulanan kemarin lah," ujar Budiyono, pengrajin gamelan asal Desa Wirun, seperti dikutip dari YouTube Tribun Solo Official.

Baca juga: Cerita Pembuat Gamelan dari Sukoharjo, Ada Ritual Khusus yang Harus Dilakukan Empunya Maupun Pemesan

Selain itu menurut dia negara-negara di lingkup Asia juga banyak yang memesan gamelan bikinan pengrajin Desa Wirun, misalnya saja Singapura, Malaysia dan Jepang.

Ia menyebut, negara-negara di dunia sudah mengakui bahwasanya gamelan itu suatu benda pusaka yang dimiliki oleh tanah Jawa yang adiluhung dan tidak ada duanya di seluruh dunia.

"Banyak pemesan dari dalam negeri, setiap tahun pasti ada. Entah itu di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera maupun Bali, itu pengadaan pemerintah," katanya.

Beberapa tokoh terkenal di Indonesia menurut dia juga banyak yang memesan gamelan, namun ia tak menyebutkan siapa saja tokoh yang sudah memesan gamelan di tempatnya.

"Untuk masalah terkenalnya, saya ndak mau anu ya. Ya banyaklah kalau dari pejabat-pejabat. Ada kemarin Pak Hassan mantan Menteri Luar Negeri juga datang ke sini, terus kunjungan dari DPR RI Komisi 2 juga ada ke sini," katanya.

Soal pemasaran gamelan, menurut dia dilakukan dari mulut ke mulut.

Meskipun itu penjualan ke luar negeri, menurutnya itu hasil dari promosi mulut ke mulut.

"Yang dari luar negeri itu datang ke Indonesia itu belajar, ada di ISI Jogja, ISI Bali dan ISI Solo. Akhirnya beliau-beliau itu di luar negeri ada yang menjadi doktor ada yang menjadi seniman-seniman itu, terus pesan disini," ujarnya.

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved