Mari Berkenalan dengan Meta AI dan Microsoft Copilot
Kecerdasan buatan (AI) telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, dan 2 perusahaan teknologi besar, yaitu Meta dan Microsoft ikut andil
Penulis: Advertorial Tribun Solo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Oleh : Cucut Hariz Pratomo, S.Kom., M.Kom.
dari Universitas Muhammadiyah Karanganyar
Sejarah Pengembangan Meta AI dan Microsoft Copilot
Seperti yang kita ketahui bahwa kecerdasan buatan (AI) telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, dan dua perusahaan teknologi besar, yaitu Meta (sebelumnya Facebook) dan Microsoft, telah memainkan peran kunci dalam pengembangan teknologi ini. Masing-masing perusahaan ini memiliki pendekatan unik dalam mengembangkan AI yang berfokus pada peningkatan interaksi manusia dengan teknologi, dengan Meta berfokus pada sosial dan pengalaman digital dan Microsoft mengarahkan upayanya pada produktivitas dan integrasi AI dalam pekerjaan.
Mari berkenalan secara singkat tentang sejarah pengembangan AI di Meta dan Microsoft, serta bagaimana dua sistem ini —Meta AI dan Microsoft Copilot—berkembang dan memengaruhi industri teknologi.
1. Meta AI: Dari Facebook ke Meta dan Fokus pada Interaksi Sosial
Meta AI dan Fokus pada Metaverse (2021-Sekarang)
Pada tahun 2021, Facebook resmi mengubah nama menjadi Meta, menandakan komitmen baru mereka untuk membangun "metaverse"—sebuah dunia digital yang menggabungkan realitas virtual (VR), augmented reality (AR), dan interaksi sosial dalam dunia maya. Dalam konteks ini, Meta mulai mengembangkan Meta AI, yang difokuskan pada menciptakan interaksi sosial yang lebih alami dan imersif di metaverse.
Meta AI berfokus pada pengembangan model-model seperti GPT-3 (dari OpenAI), namun dengan kemampuan lebih tinggi untuk memahami konteks sosial, emosi, dan percakapan manusia. Model seperti BlenderBot, yang diperkenalkan oleh Meta pada 2020, menunjukkan kemampuan AI dalam berinteraksi dengan pengguna secara lebih manusiawi.
Selain itu, Meta juga mengembangkan EVA, sebuah sistem AI canggih yang digunakan untuk meningkatkan pengalaman AR dan VR di dalam dunia metaverse. Meta berambisi untuk mendorong batas-batas AI dalam konteks sosial dan digital yang lebih luas, sambil menjaga keamanan dan privasi penggunanya.
2. Microsoft Copilot: Integrasi AI dalam Dunia Produktivitas
a. Peluncuran Microsoft Copilot (2021-Sekarang)
Pada tahun 2021, Microsoft meluncurkan Copilot, sebuah sistem berbasis AI yang terintegrasi langsung dalam produk-produk Microsoft 365 seperti Word, Excel, PowerPoint, dan Outlook. Copilot memanfaatkan teknologi GPT-3 dari OpenAI untuk memberikan saran, menghasilkan teks, menganalisis data, dan mengotomatisasi tugas-tugas rutin dalam berbagai aplikasi produktivitas. Salah satu fitur utama Copilot adalah kemampuannya untuk membantu pengguna membuat dokumen dengan cepat, menghasilkan analisis berbasis data yang lebih mendalam, dan meningkatkan efisiensi dalam kolaborasi tim. Dengan memanfaatkan kemampuan AI, Copilot memungkinkan pekerja untuk fokus pada tugas yang lebih kreatif dan bernilai tinggi, sementara pekerjaan rutin dapat diserahkan kepada AI.
Pada tahun 2023, Microsoft semakin memperluas integrasi Copilot ke dalam produk mereka dengan menggabungkan Azure OpenAI Service, memungkinkan organisasi untuk membuat aplikasi AI kustom yang lebih spesifik untuk kebutuhan mereka.
b. Transformasi Digital dengan Copilot dan AI di Dunia Bisnis
| Peternakan UMUKA Melalui Hibah RisetMu Mengabdi untuk Jamaah Tani Muhammadiyah JATAM Karanganyar |
|
|---|
| Berkat Teknologi Digital, Kini Belajar Bahasa Arab Lebih Mudah, Fleksibel dan Menyenangkan |
|
|---|
| Sepakbola Indonesia : Program Percepatan, Teknologi dan Kurikulum |
|
|---|
| Kunjungi Universitas Muhammadiyah Karanganyar Jateng, Sandiaga Pakai Batik Hijau Muhammadiyah |
|
|---|
| Biodata Muhammad Samsuri, Rektor Universitas Muhammadiyah Karanganyar, Lahir dari Keluarga Petani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Artificial-Intelligence.jpg)