Pendidikan

Siapkah Ujian Nasional Mendatang ?

Rencana Ujian Nasional digelar lagi di tahun 2026 memantik pro kontra. Apa solusinya?

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Aji Bramastra
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi Ujian Nasional. 

Oleh : 
Benny Widaryanto
Perekayasa Ahli Utama, BOSDM BRIN

Benny Widaryanto

 

Berita dari beberapa surat kabar berkaitan dengan ujian nasional tahun 2026 telah banyak beredar. 

Kompas.com pada tanggal 20/11/2024 pukul 15.22 menyampaikan berita dengan judul “Mendikdasmen Minta Masyarakat Sabar Tunggu Keputusan soal Ujian Nasional” yang ditulis Sama Mashabi dan Mahar Pratiwi.

Di mana isi berita menyebut Kemendikdasmen sedang menjaring masukan dari berbagai kalangan mulai dari pemerintah daerah hingga penyelenggara pendidikan, agar pendapat pro maupun kontra akan dianalisis, termasuk berbagai argument akan menghasilkan kebijakan yang terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara. 

Suasana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 11 Kota Bekasi, Senin (22/4/2019)
Suasana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 11 Kota Bekasi, Senin (22/4/2019) (KOMPAS.com/DEAN PAHREVI)

Di penghujung tahun 2024 juga terbit berita yang berjudul Bakal Diadakan Lagi Tahun 2026, Ini Sejarah Ujian Nasional Atau UN di Indonesia Kompas.com - 31/12/2024, 10:16 WIB ditulis Sania Mashabi, Ayunda Pininta Kasih. 

Isi berita menyatakan bahwa menurut Mendikdasmen secara konsep UN mendatang sudah siap, namun tidak dilaksanakan pada tahun 2025. 

Akan ada sistem evaluasi baru yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Pelaksanaan UN hanya digelar oleh sekolah yang sudah terakreditasi. 

Pro dan Kontra

Rencana Ujian Nasional digelar lagi memantik pendapat Pro dan Kontra. 

Sebagian besar orang tua dan guru menyambut baik kembalinya UN karena dianggap mampu mendorong siswa untuk lebih fokus belajar. 

Ada kekhawatiran bahwa kebijakan ini dapat memicu tekanan berlebih bagi siswa, seperti yang pernah terjadi sebelumnya. 

Solusinya, Kemendikbudristek memastikan bahwa pelaksanaan UN 2026 tidak akan menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa. 

Hasil UN akan dikombinasikan dengan penilaian berbasis proses yang dilakukan sekolah, sehingga siswa tetap dapat menunjukkan kemampuan secara komprehensif.   

Kepala Disdikbud Kota Magelang, Imam Baihaqi, setuju dengan wacana tersebut karena dapat menunjukkan standardisasi nilai antarsekolah yang ada. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved