Pendidikan
Siapkah Ujian Nasional Mendatang ?
Rencana Ujian Nasional digelar lagi di tahun 2026 memantik pro kontra. Apa solusinya?
Untuk memfasilitasi ujian berbasis komputer tersebut pemerintah harus menyiapkan platform ujian yang aman dan dapat diakses secara mudah oleh peserta ujian di seluruh wilayah Indonesia.
(b) mengadakan pelatihan untuk para guru, baik dalam hal teknis pelaksanaan ujian maupun dalam hal cara mengajarkan materi sesuai dengan kompetensi yang akan diuji.
(c) melakukan sosialisasi untuk siswa terkait dengan mekanisme ujian, materi yang akan diujikan, serta tips dan trik untuk mempersiapkan ujian dengan baik.
(d) memperhatikan keamanan soal ujian untuk menghindari kebocoran dan memastikan keadilan bagi seluruh peserta ujian.
(e) menyiapkan tim pengawas untuk memantau jalannya ujian di seluruh Indonesia, guna memastikan pelaksanaannya berjalan dengan jujur dan adil.
(f) melakukan evaluasi untuk menilai efektivitas ujian tersebut dan membuat perbaikan jika diperlukan.
(g) memastikan semua siswa dapat mengikuti ujian dengan lancar, termasuk di daerah terpencil, pemerintah akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk menyediakan fasilitas ujian yang memadai, termasuk pengiriman soal ujian secara tepat waktu dan penyediaan akses teknologi yang dibutuhkan.
(h) mempersiapkan rencana cadangan jika terjadi keadaan darurat seperti bencana alam atau pandemi yang dapat menghambat pelaksanaan ujian.
Mitigasi ngadatnya infrastruktur perlu dipersiapkan. Misalnya, jika ujian tatap muka tidak memungkinkan, ujian online atau alternatif lain akan dipertimbangkan.
Konsep dan Teknis
Kemendikdas harus segera memastikan tujuan ujian nasional itu untuk APA, apakah untuk tamat, atau kelulusan? Bagaimana dengan BLUEPRINT atau spesifikasi tes?
SIAPA yang menjadi peserta ujian, apakah kelas 5, kelas 8, dan kelas 11 seperti Asesmen Nasional atau hanya untuk kelas akhir: kelas 6, kelas 9, dan kelas 12 seperti UN.
Bagaimana format ujiannya, apakah DIGITAL? Jika digital, kemendikdas harus segera mendata jumlah peserta ujian, jumlah ruang ujian, jumlah sekolah, jumlah pengawas yang dibutuhkan, jumlah komputer/laptop yang diperlukan untuk UN, bagaimana jaringan internetnya, memadaikah?
Begitu pula dengan jumlah paket soal yang akan digunakan untuk ujian harus disiapkah sejak awal. Perintahkan lembaga yang profesional untuk menyiapkan paket tes.
Perlukah Pembagian Sesi Ujian?
Wakil Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian menolak jika masih ada pembagian sesi dalam pelaksanaan ujian, karena terkesan kurang efektif dan efisisen. Jaringan IT harus betul-betul dipikirkan dan disiapkan sejak sekarang.
Penulis sependapat dengan beliau jika sarana infrastruktur memadai, setiap peserta ujian mendapat komputer/laptop untuk mengerjakan soalnya. Jaringan internet stabil. Anggaran Ujian Nasional cukup memadai.
Penyelenggara Ujian dan Sekolah Peserta Ujian
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa pelaksanaan UN hanya digelar oleh sekolah yang sudah terakreditasi, dan satuan pendidikan yang tidak terakreditasi tidak bisa menjadi penyelenggara ujian nasional.
Bagaimana dengan sekolah yang belum terakreditasi ikut ujian nasional atau tidak? Perlu ada kejelasan tentang sekolah yang menjadi peserta UN kali ini, untuk semua sekolah atau terbatas.
Kajian dan Evaluasi perlu ditingkatkan
Semua evaluasi terhadap pelaksanaan UN di masa lalu menjadi pengalaman berharga bagi pelaksanaan UN mendatang. Kesalahan, error, ketidaksiapan terhadap peristiwa luar biasa menjadi kekuatan untuk berbenah memperbaiki diri.
Berbagai kajian dari Perguruan Tinggi dan Pemerhati Pendidikan patut didengar untuk menjadi masukan keluarga Kemdikdas.
Segeralah berbenah, tentukan arah, pastikan konsep ujian, dengan semangat Bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045!!!
Acuan
1https://www.kompas.com/edu/read/2024/11/20/152259471/mendikdasmen-minta-masyarakat-sabar-tunggu-keputusan-soal-ujian-nasional
2https://www.kompas.com/edu/read/2024/12/31/101654371/bakal-diadakan-lagi-tahun-2026-ini-sejarah-ujian-nasional-atau-un-i#:~:text=Mahar persen20Prastiwi&text=KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar,lagi pada tahun 2026 mendatang.
3https://regional.kompas.com/read/2025/01/03/121317578/disdikbud-magelang-setuju-un-digelar-lagi-ini-alasannya?jxrecoid=09ff4564-b213-4274-b892-b5303c135026~kg_internal&source=widgetML&engine=C
4https://www.kompas.com/edu/read/2024/11/06/160816071/hati-hati-mengkaji-un-dan-kurikulum-merdeka
5https://www.melintas.id/pendidikan/345504520/un-2026-waktunya-beralih-ke-sistem-digital-yang-lebih-efisien-aman-dan-bebas-kecurangan-untuk-mewujudkan-ujian-nasional-yang-adil-dan-modern
6https://www.klikpendidikan.id/news/35814316738/dpr-setuju-tahun-2026-ujian-nasional-akan-kembali-dilaksanakan-tapi-harus-menggunakan-sistem-berikut#google_vignette
7https://www.rri.co.id/daerah/1241573/ujian-nasional-akan-diberlakukan-kembali-mulai-tahun-2026
8Nitko, Anthony J, (2004), Educational Assessment of Students, Pearson, USA
9https://news.detik.com/kolom/d-7730131/pertaruhan-format-baru-ujian-nasional
| INFO Pendaftaran Beasiswa Pemkot Surakarta di AK-Tekstil Solo Diperpanjang hingga 30 Juni 2026 |
|
|---|
| Borong 11 Medali di POPDA 2026, SMP di Kota Solo ini Buktikan Predikat Sekolah Berprestasi |
|
|---|
| 430 Mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo Diwisuda, Salah Satu Mahasiswa Ternyata Ada Bupati Wonogiri |
|
|---|
| Kampus UPITRA Hadirkan Seminar yang Buka Jalan Gen Z Menuju Karier Global! |
|
|---|
| Akhirusanah ke-37 SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar Digelar Penuh Haru: 472 Lulusan Siap Melangkah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-ujian-nasional-nih.jpg)